Bab 1911
Bab 1911
Pria berbaju hitam di luar hendak bergegas untuk membantu, tapi pada saat ini, seseorang menunjuk ke
langit dan berseru dengan keras, “Astaga, apa itu?”
Orang–orang berbaju hitam itu mendongak dan melihatngit gp gulita, ternyata ng!
Mereka mengancam, seperti angkatan udara,ngsung menyerang ke arah mereka.
Pria berbaju hitam menjerit sambil menembak, tapi dia bukan tandingan dari begitu banyak ng ….
Di puncak gunung mi terdengar suara tembakan.
Di kaki gunung, Lorenzo yang baru saja menemukan tempat ini, mendengar suara tembakan,
ekspresinya berubah drastis dan diangsung mju menuju puncak gunung.
Orang–orang terpana oleh keterampn mengemudinya, secepat angin, menghng dm sekejap
mata….
Di bkang, konvoiin hampir tidak bisa mengikuti.
Jeff dengan tenang memerintahkan, “Tenanh, pergi ke puncak gunung.”
“Baik.”
Lorenzo khawatir terjadi sesuatu pada Dewi, jantungnya hampir melompat keluar, dia menginjak pedal
gas dan bergegas ke puncak gunung secepat kt, melihat pemandangan di depannya, dia terkaget–
kaget ….
Di depan rumah kayu kacau bu.
Sebuah mobil off–road menabrak pohon besar dan beberapa pria berpakaian hitam yang entah masih
hidup atau sudah mati, tergeletak di tanah bersama dengan bulu burung di mana–mana.
Pintu rumah kayu terbuka dan atap rumah terangkat.
“Wiwi!”
Lorenzo segera melompat turun mobil dan bergegas masuk ke dm rumah kayu, bagian dmnya
juga berantakan, ada beberapa r mati di tanah, serta beberapa bulu dan darah
hewan.
Yanginnya, sejak awal sudah menghng tanpa jejak
Termasuk Dewi!
“Wiwi, wiwi!!!”
Lorenzo memanggil nama Dewi sambil mencari–cari.
Dia sudah mencari di dm dan luar rumah kayu, tetap saja tidak bisa menemukannya.
Dia sangat cemas hingga terus mencari di hutan terdekat…..
Takma kemudian, Jasper dan Jeff juga datang, melihat pemandangan di depan, mereka pun terkejut
danngsung mencari Dewi.
Satu jam, dua jam, tiga jam…
Waktu belu sedikit demi sedikit, hingga hari mirut dan matahari terbenam, mereka masih belum
bisa menemukan Dewi ….
Jeff segera membawa orang–orang berbaju hitam yang terluka parah dan juga mengumpulkan petunjuk
lain untuk terus mencari keberadaan Dewi.
Jasper mendekati Lorenzo dan dengan hati–hati membujuk, “Tuan, jangan khawatir, Tabib Dewi akan
baik–baik saja, hewan–hewan ini seharusnya dipanggil olehnya, mungkin sekarang dia dismatkan
oleh hewan ….”
Lorenzo tidak bicara, tapi memandang kengit dengan tatapan yang rumit.
Pada saat ini, matahari terbenam seperti darah, mewarnaingit menjadi merah, memancarkan cahaya
di hutan….
Pemandangannya indah, tapi Lorenzo tidak bisa menikmatinya.
Seth sekianma, dia berkata pehan, “Minta Jeff pimpin semua orang untuk kembali.”
“Ah?” Jasper terkejut, “Anda tidak mencari Tabib Dewigi? Sekarang dia seharusnya masih berada di
gunung, tidak akan jauh….”
”
This content ? 2024 N?velDrama.Org.
“Dia terus menghindariku. Ada banyak orang, dia tidak akan muncul,” kata Lorenzo sambil merapikan
pakaiannya, “Kamu bawa beberapa yang lebih cekatan untuk mengikutiku dan semua orang kembali.”
“Baik, mengerti.”
Jasper segera pergi mengaturnya.
“Tuan….” Saat ini, Jeff buru–buru datang untuk mpor, “Aku temukan tas ransel Nona Wiwi dan
ini.”
Jeff menyerahkan tas ransel dan paspor berlumuran darah pada Lorenzo.
Lorenzo mengambil paspor dan melihatnya, tentu saja, dia adh Dewi!
Membuka isi tas ranselnyagi, sin dokumennya, juga ada tas besar berisi perhiasan, semuanya
adh pemberian darinya….
Melihat tas perhiasan ini, sudut bibir Lorenzo meringkuk penuh kemenangan, “Mata duitan, ingin kabur,
tidak lupa bawa barang–barang ini.”
“KTP dan perhiasan Tabib Dewi ada di sini, mungkin dia akan kembali untuk mencarinya.” Jasper buru–
buru berkata, “Bagaimana ku minta beberapa orang menunggu di rumah kayu?”
“Hm.” Lorenzo mengangguk, “Kirim beberapa orang untuk berjaga.”
“Baik.” Jasper segera mengatur agar orang berjaga–jaga di rumah kayu.
Jeff memimpin yangin untuk kembali sesuai perintah Lorenzo.
Lorenzo membawa Jasper dan beberapa pengawalinnya untuk terus mencari Dewi ….