AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 1878

Bab 1878

    Bab 1878


    Bab 1878


    “Hah?” Jeff tertegun, “Tuan, ini ….”


    “Ke… kenapa?” Dewi juga tertegun.


    “Bukankah kamu tidak menyukai perhiasan?” Lorenzo menatap dingin ke arahnya, “Kamu menknya


    saat aku memberikannya tadi pagi, karena tidak suka, untuk apa memaksakan diri?”


    “Aku … aku … aku …”


    Dewi sangat ingin berkata, ‘Aku suka, tetapi dia tidak bisa mengatakannya.


    Lorenzo yang sudah kesal punngsung masuk ke mobil tanpa memedulikannya.


    “Eh ….” Jeff masih diam di tempat dan tidak tahu harus mkukan apa.


    “Disuruh kembalikan, kamu kembalikan saja.”


    Seth berbisik di telinga Jeff, Jasper pun ikut memasuki mobil.


    Jeff terpaksa menutup kotak itu dan meminta Wezo mengembalikannya, “Kamu sudah tahu cara


    mengurusnya?”


    “Tahu.” Wezo menerima perintah sambil menganggukkan kepnya, “Aku akan


    mengembalikannya sekarang.”


    Kemudian, Wezo pergi membawa kotak itu bersama beberapa orang.


    Dewi menatap kotak itu dengan tatapan tidak r.


    Namun, dia menghibur dirinya sendiri di dm hatinya, dia sudah mendapatkan tujuh set perhiasan,


    tidak mash ku tidak mendapatkan kalung ini.


    Tidak boleh jadi orang yang telu serakah.


    “Sayang sekali.” ujar Jeff sambil mengh napas, “Ini kalung pusat gksi yang hanya ada satu-


    satunya di dunia. Tuan berusaha keras, baru bisa membelinya, harganya 300 juta!”


    “A … apa?” Dewi melebarkan matanya karena terkejut, “Kamu bng harga kalung ini 300 juta? Dr


    Amerika atau?”


    “Tentu saja dr Amerika.” Jeff merasa sedikit sedih, “Sekarangngsung dikembalikan, uang


    jaminannya juga tidak bisa kembaligi.”


    Dewi termangu, 300 juta dr?


    “Lalu …lu…lu, berapa harga semua perhiasan ini?”


    Dia menjadi terbata–bata karena emosional.


    “Ku ketujuhnya dijuhkan setidaknya lebih dari 90 juta, tidak sampai 100 juta.” jawab Jeff, “Ketujuh


    perhiasan itungsung dibeli dari perusahaan perhiasan, sedangkan pusat gksi ini adh barang


    koleksi seorang rekan Tuan, Tuan sendiri yang memintanya, dia baru r menjual kalung ini pada kita.”


    Kaki Dewingsung lemas dan hampir saja terjatuh ke tanah.


    “Nona Wiwi, Anda kenapa?” N yang panik segera memapahnya, “Apa lutut Anda kedinginan? Cepat,


    segera papah Nona masuk.”


    Bibir Dewi bergetar, dia sudah tidak bisa menangis maupun mengatakan apa pun.


    N yang panik segera memapah Dewi masuk ke rumah.


    Jeff bertanya penuh perhatian, “Perlukah memanggil dokter?”


    Dewi tercekat, dia tidak bisa mengucapkan apa pun.


    Dia benar–benar menyesal.


    Kenapa?


    Kenapa dia harus bersikap angkuh saat Lorenzo memberinya perhiasan?


    Ku diberikan, seharusnya ia terima saja dengan senang hati, kenapa harus menk?


    Apanya yang meski menyukai uang, tetap harus didapatkan dengan hl?


    Cih!


    Benda yang diberikan juga hl, dia juga tidak mencuri maupun merampok, kenapa tidak boleh


    diterima?


    Dewi, Dewi, memangnya harga diri itu bisa mengenyangkan perut? Jangan bersikap bodoh seperti ini


    lagi.


    Makin dipikirkan, Dewi makin menyesal dan sedih, hingga tidak berselera makan dan hanya berbaring


    kesal di kamarnya saja.


    N yang mengira dia flu karena kedinginan pun menyiapkan teh buah hangat dan menyuruh pyan


    memanggil dokter.


    Dewi mengusir mereka semua, dia hanya ingin berbaring sendirian di kamar.


    Dia harus introspeksi dengan baik, sebenarnya apa yang sedang dipikirkan otaknya yang bodoh


    ini?


    Saat siang hari, N yang mengantarkan makan siang bertanya dengan hati–hati, “Nona Wiwi,


    bagaimana perasaan Anda? Masih ada–yang tidak nyaman? Ingin minum obat?”


    “Aku tidak apa–apa.” Dewi yang merasa sedikitpar, akhirnya bangun dan makan.


    “Baguh ku tidak apa–apa.” N mengh napas lega, “Seth makan, pilih gaun dan


    perhiasan untuk acara perjamuan mm, kita akan berangkat jam 5.”


    “Perjamuan mm apa? Aku tidak mau pergi.”


    Dewi sama sekali tidak tertarik.


    “Tuan sangat jarang menghadiri acara perjamuan mm, bahkan mengajak Anda ikut serta juga. Ini


    penampn pertama Anda di publik, sangat penting, ayo!”


    N membujuknya seperti membujuk anak kecil.


    This content ? 2024 N?velDrama.Org.


    “Aku ….”


    Saat ingin menkgi, Dewi berpikir dia tidak bisa terus–menerus berada di dm kastil ini, mungkin


    saja dia bisa berkesempatan mrikan diri ku menghadiri acara perjamuan mm.
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul