Bab 1847
Bab 1847
Dewi sedang berpikir dengan liar, tiba–tiba terdengar suara tembakangi, dan seorang pengawal
datang untuk mporkan, “Tuan, th terjadi sesuatu.”
Lorenzo mengerutkan kening, dan mengedipkan mata pada Jeff.
Jeff segera pergi dengan membawa sekelompok orang.
“Wiwi, ikut aku.” Lorenzo menarik Dewi ke dm mobil,
“Tidak ….” Dewi ingin melepaskan diri dari tangannya, “Aku masih punya urusan yang harus
diselesaikan….”
Sebelum dia selesai berbicara, Lorenzongsung memasukkannya ke dm mobil.
Mobil mi mju dan melesat dengan cepat.
Namun takma kemudian, beberapa mobil hitam menyusul.
Jasper mporkan dengan suara pn, “Sepertinya itu mobil Keluarga Wance.”
“Daniel?” Lorenzo menyipitkan matanya dengan dingin.
“Tidak yakin.” Jasper mengerutkan kening. “Orang–orang yang ada di dm mobil bukah Thomas
dan Ryan, asisten Daniel, minkan orang asing.”
“Mungkin tidak ingin kita mengenalinya?” kata seorang pengawal.
“Iring–iringan mobil keluarga Wance sangat js, bagaimana mungkin tidak mengenalinya?” Jasper
berkata, “Sin itu, Kota Bunaken merupakan wyah Daniel, ku bukan orang–orangnya, siapagi?”
“Bagus sekali.” Lorenzo menyipitkan matanya dengan dingin, “Aku belum mencarinya, tapi dia sudah
datang
lebih dulu.”
“Tuan, Negara Nusantara memiliki peraturan hukum yang ketat. Lebih baik kita tidak berperang di sini,
bagaimana ku kita mundur dulu?” Jasper membujuknya dengan hati–hati.
“Apa yang kamu takutkan? Temui mereka sebentar.”
Lorenzo mengerutkan kening.
“Baik.”
Jasper tidak berani menk.
Dengan cepat, di atas jembatan, rombongan mobil keluarga Moorengsung membp rombongan
mobil keluarga Wance.
Dua mobil menabrak pagar pembatas satu demi satu, dan menyebabkan keckaanlu lintas yang
serius.
Sebuah mobil yang lewat mpor polisi, dan sebelum polisi tiba, rombongan mobil keluarga Moore
sudah
pergi….
Di tengah jn, pengawal yang mengemudikan mobil berteriak dengan gembira, “Konon katanya
pengawal keluarga Wance memiliki keterampn yang luar biasa dan keterampn mengemudi yang
luar biasa. Aku lihat, sepertinya tidak seperti itu.”
“Anch.” Jasper merasa bingung, “Sepengetahuanku, orang–orang dari keluarga Wance seharusnya
tidak selemah ini, apa mereka bukan orang–orang Daniel?”
Exclusive ? material by N?(/v)elDrama.Org.
“Kita kembali dulu.”
Pikiran Lorenzo tidak tertuju pada hal ini, matanya di penuh dengan Dewi.
“Bawa aku kembali ke Hotel Phoenix.” Dewi tidak ingin kembali bersamanya, “Pacarku masih
menungguku di
sana.”
Lorenzo terkejut, “Pacar????!”
“Ya.” Dewi hanya ingin menyingkirkannya, “Kita sudah bertahun–tahun tidak berhubungan, wajar kan
ku aku menemui pacar?”
Dewi samar–samar mendengar bahwa dia berkata “Tujuh tahun yanglu“, dan dm ingatannya slu
terbayang saat dia masih kecil, jadi ia yakin bahwa mereka th tidak berhubungan sma bertahun–
tahun …
Namun, kata–kata Dewi seperti sebuah pukn bagi Lorenzo dan membuatnya terkejut.
Cinta pertama yang cantik dan lugu di hatinya, gadis yang slu dia pikirkan sma ini, ternyata
dengan entengnya mengatakan bahwa dia punya pacar???
Lalu, penantiannya sma bertahun–tahun, apakah itu hanya lelucon? ??
“Sudah, kamu turunkan aku di depan, aku akan naik taksi.”
Melihat ekspresi Lorenzo yang aneh, Dewi takut dia akan marah, dan hanya ingin pergi darinya secepat
mungkin.
“Ini…. Pengawal yang mengemudi, melirik Lorenza dar kaca spion.
“Fergi ke Hotel Phoenix.” perintah Lorenzo.
“Kamu ingin mengantarku?” Dewi menatapnya dengan cemas.
“Apa kamu benar–benar punya pacar?” Lorenzo menoleh dan menatapnya.
“Ya, aku akan segera menikah.” Dewi berkata dengan sangat serius, “Beberapa tahun ini, dia yang
menjagaku.”
“Tapi, saat itu kita sudah sepakat, saat kamu dewasa, aku akan menikahimu
“Itu semua hanya lelucon anak–anak, bagaimana bisa dianggap serius?” Dewi memotongnya, dan
berkata tanpa perasaan, “Kita adh dua orang dari dua dunia yang berbeda, kita tidak cocok.”
Lorenzo merasa terkejut hingga sekujur tubuhnya terasa dingin, dan Ini adh pertama kalinya dia
merasakan perasaan seperti ini ….