Bab 1842
Bab 1842
“Bagaimana mungkin.” Brandon dengan cepat menepis pikirannya, “Kita slu bersama sma ini,
menceritakan segnya, bagaimana mungkin aku tidak tahu ku kamu punya cinta pertama?”
“Ugh ….” Dewi mengangguk,lu berkata, “Mungkin aku sudah mengenalnya sebelum aku
mengenalmu?”
“Saat bertemu denganmu, kamu baru umur enam bs tahun. Sebelumnya, kamu slu tinggal di
pegunungan, dan dia tinggal di negara Emron. Bagaimana kalian bisa bertemu dan saling jatuh cinta?”
Brandon berpikir secara rasional, “Sin itu, bahkan jika kamu mengenal Lorenzo, kamu juga tidak
mungkin jadi cinta pertamanya. Kalian berdua sama sekali bukan dari dunia yang sama.”
“Benar juga.”
Dewi juga berpikir itu tidak mungkin, dia dan Lorenzo memang orang dari dua dunia yang berbeda, tidak
peduli dari segi status,tar bkang keluarga atau kepribadian, mereka sama sekali tidak cocok ….
“Biarkan aku pergi menemuinya.” Brandon khawatir dan izin pada Dewi untuk pergi
menemuinya, “Langsung jskan situasinya dengan js, ambil kembali kalungnya, tidak memperumit
mash.”
“Boleh juga.” Dewi mengangguk, “Jangan biarkan dia tahu tentang hubungan kita, coba gunakan
namamu sendiri, jika bisa mendapatkannya kembali, itu dapat mengurangi mashku.”
“Oke.”
Keduanya tiba di hotel, Dewi beristirahat, dan Brandon segera menghubungi Lorenzo.This text is property of N?/velD/rama.Org.
Pada mm hari, Dewi terbangun karena ponselnya berbunyi, Pangeran Willy meneleponnya, kemudian
dia menjawab dengan linglung, “Halo!”
“Dewi, aku baru saja mendarat. Kamu di mana? Aku ingin bertemu denganmu.” Pangeran Willy sangat
bersemangat.
“Oke, ku begitu kamu tidur dulu saja, seth itu baru kita bertemu.”
Menyadari dia mengantuk, Pangeran Willy tidak mengganggunyagi.
“Iya.” Kemudian dia menutup teleponnya, Dewi menyipitkan matanya dan tertidur sebentar,lu dia
menelepon Brandongi, “Bagainra?a?”
“Aku sudah menghubungi asisten pribadi Lorenzo, Jasper. Sebelum aku selesai bicara, diangsung
menkku dan memblokir nomorku ….*
Brandon kebingungan, “Tampaknya orang ini sangat sombong, mereka bahkan tidak memberikan
kesempatan pada orang yang tidak mereka kenal.”
“Aku tahu.” Dewi tersenyum, “Oke, biar aku yang urus, kamu kembali ke hotel dan istirahah.”
Tapi, ku kamu ke sana, apa tidak berbahaya? Aku akan pergi bersamamu
Sebelum Brandon selesai berbicara, Dewi menutup telepon dan menelepon Pangeran Willy,
“Kamu dan Lorenzo akan bertemu di mana?”
“Aku baru saja menerima telepon darinya. Dia ada urusan mm ini, jadi tidak bisa bertemu denganku.
Dewi, kamu di mana? Aku akan pergi menemuimu….”
“Dia ada urusan? Urusan apa?” Dewi meny Pangeran Willy dan bertanya, “Apa kamu tahu dia
ke mana?”
Pangeran Willy di ujung telepon terdiam, tidakma dia bertanya dengan suara rendah, “Kamu
kembali ke Kota Bunaken, bukan untuk menemuiku, tapi untuk menemuinya, ‘kan?”
“Iya, aku ada urusan dengannya, makanya mencarinya.” Dewi tidak menghindarinya dan
menjawab dengan terus terang dan tenang, “Apa kamu tahu dia di mana?”
Di ujung telepon hening kembali, tapi dengan cepat, Pangeran William berkata, “Aku tahu, nanti
mm jam 10 dia akan pergi ke Bar Kaisar ….”
“Bar Kaisar?” Dewi tidak tahu di mana tempat itu.
“Bar paling terkenal di Kota Bunaken.” Pangeran Willy menjskan.
2/3
Dewi mengucapkan terima kasih danngsung menutup telepon.
Dia melihat jam, sekarang sudah jam sembn mm, kemudian dia segera bangun, mandi dan
berganti pakaian, memakai topeng, dan pergi mencari Lorenzo di Bar Kaisar ….
Seth dipikirkan, sebelumnya diangsung menemui Lorenzo dan meminta kalung itu, dan pria itu
sudah mi meragukannya, pada saat itu situasinya kritis, jadi ia tidak punya waktu
dan energi untuk mencari tahu sannya secara spesifik.
Jika Dewi memintanyagi sekarang, Lorenzo pasti akan mengetahui kebenarannya, atau
mungkin dia bisa melepas topengnya untuk melihat wajah aslinya ….