Bab 1816
Bab 1816
“Panti asuhan?”
Dewi tercengang sejenak. Tiba–tiba ia teringat bahwa dja punya sebuah misi, yaitu mau membuat anak
yatim piatu di seluruh dunia memiliki sebuah keluarga
Karena itu, dia membangun banyak Panti Asuhan di seluruh dunia.
“Benar, kamu sudah membangun 118 panti asuhan, setiap tahun harus menginvestasikan sejuh
besar dana. Kamu mengobati penyakit, menerima biaya pengobatan yang besar, semuanya adh
untuk membiayai anak- anak itu …..
Tiga bn yanglu, panti asuhan di Negara Yurelia mengmi bencana m, mengmi banyak
mash dan membutuhkan banyak uang, maka kamu menerima proyek Pangeran Willy. Tidak disangka
kamu mengmi keckaan dm perjnan png ….”
“Pantas saja, aku sama sekali tidak bisa menghamburkan uang, tapi mh begitu menyukai uang.”
Dewingsung sadar bahwa hasratnya terhadap uang benar–benar terukir dm tngnya. Asalkan
ada kesempatan, dia pasti ingin mendapatkan uang.
Tapi, dia sendiri tidak bisa menghamburkan uang sama sekali….
Kadang dia juga merasa bingung, tidak tahu untuk apa dia mencari begitu banyak uang. Akhirnya
sekarang dia mengerti.
“Karena kamu anak yatim, jadi tidak ingin melihat anak–anakin tidak punya tempat tinggal. Saat kamu
umur 18 tahun, kamu mendirikan Saint Foundation, mendirikan panti asuhan di seluruh dunia secara
bertahap.
Sma beberapa tahun ini, kamu bertanggung jawab mengobati penyakit dan mendapatkan uang.
Untuk mash organisasi dan panti asuhan, aku, Bibi, dan Paman Joshua yang membantumu
mengurusnya.”
Saat mendengar nama–nama yang familier ini, terlintas wajah–wajah akrab di benak Dewi …
“Apa sekarang sudah ingat? “Brandon bertanya.
“Ingat sebagian. Oh ya, apa sekarang kita kekurangan uang?” Dewi kembali ke akal sehat, berkata
dengan tergesa–gesa, “Beri tahu aku nomor rekeningmu, aku akan mencari waktu untuk
mentransfernya.”
“Bukankah terjadi sesuatu padamu? Kamu masih punya uang?” Brandon sangat terkejut.
“Meski terjadi sesuatu, aku juga tidak akan lupa mencari uang.” Dewi berkata dengan bangga,
“Sekarang aku punya cek seni 20 juta dr, dan beberapa harigi akan ada 100 juta drgi.”
“Hebat sekali.” Brandon memujinya dari lubuk hati, “Tapi, takutnya uang itu masih tidak cukup. Ada
sebagian panti asuhan mengmi bencana m, harus dibangun kembali… Juga ada beberapa tempat
sedang ada penyakit menr, anak–anak itu harus dipindahkan
“Butuh berapa banyak? Apa dulu aku punya tabungan?” Dewi segera bertanya.
“Uang di rekeningmu hampir habis, tapi kamu punya sebuah brankas di Bank Swednd, di dmnya
terdapat koleksingka, lukisan terkenal, dan perhiasan berharga, semua itu kamu dapatkan dari
mengobati penyakit para konglomerat dan bangsawan.
N?vel/Dr(a)ma.Org - Content owner.
Semua itu adh kekayaan yang sangat besar. Sebelum keckaan itu, kamu bng mau kembali ke
Swednd mengambil beberapa barang untuk dijual, untuk menambahkan uang di rekening. Brankas
itu punya sebuah kunci khusus, itu adh kalung salib emas hitam yang ada di lehermu ….”
“Oh
Dewi tercengang, ternyata kalung itu begitu penting.
“Kawan, kalung itu jangan sampai hng. Ku hng, kamu tidak bisa membuka brankas. Semua yang
ada di dm brankas itu adh hartamu. Sma bertahun–tahun ini, semua uang yang kamu dapatkan
dari mengobati orang disimpan di sana ….”
“Ada berapa?” Dewi segera bertanya, “Apa ada sebanyak 100 juta dr?”
“Lebih dari itu.” Brandon berkata dengan serius, “Kamu boleh menghngkan apa pun, tapi tidak boleh
menghngkan kalung itu ….”
“Aku tahu.”
Dewi menyipitkan mata, emosi sampai menggerakkan gigi, keteluan, pantas saja si bajingan Lorenzo
mau merebut kalungnya, ternyata kalung itu begitu berharga ….
Keteluan!
“Kawan, sebaiknya aku ke sana bertemu denganmu. Sebenarnya kamu ada di Las Vegas atau San
Fransisco?” Brandon bertanya dengan cemas.
“Sebelumnya di Las Vegas, sekarang di San Fransisco.” Dewi melihat lokasi di ponsel, “Tapi, sebaiknya
kamu jangan datang. Beberapa harigi, aku akan menghubungimu seth membereskan mash.”
“Sudah, begitu saja.”
Dewingsung menutup telepon, diam–diam bersumpah dm hati, harus segera mendapatkan kembali
kalung itu….