AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 1796

Bab 1796

    Bab 1796


    Bab 1796


    “Bukankah sebelumnya Willy pernah memanggil seorang Tahib??” Tanya Lorenzo,


    “Tiga bn yanglu, Pangeran diracuni, sakitnya sangat parah, kami th mencoba berbagai macam


    cara, akhirnya kami memanggil seorang Tabib Hebat dari Negara Nusantara.


    Tabib itu sangat hebat, seth dua bn, akhirnya dia bisa menyembuhkan Pangeran, tidak hanya itu,


    dia juga bng kn kaki Pangeran punya kesempatan untuk sembuh.


    Tapi dia harus kembali ke Negara Nusantara, untuk mencari beberapa bahan obat, Pangeran bahkan


    secara khusus menyiapkan Kapal Pesiar Kerajaan kami untuk ia tumpangi, tidak disangka, ah….


    Robin mengh napas dm-dm.


    “Mungkinkah itu adh kapal pesiar yang tenggm di Las Vegas beberapa waktu yanglu?” Tanya


    Jasper dengan terkejut.


    “Benar, ith kapalnya.” Robin mengangguk. “Agar tidak menimbulkan opini publik, media hanya


    mporkan sebuah kapal pesiar komersial meledak diut, sebenarnya itu adh Kapal Pesiar


    Kerajaan Denmark.”


    Jasper mengerutkan alis, menatap Lorenzo dengan bingung.


    Lorenzo menunduk, tenggm dm pikirannya, seth cukupma, tiba-tiba dia bertanya, “Tabib yang


    dipanggil oleh Willy itu adh Tabib Dewa?”.


    “Benar.” Robin menjawab dengan suara pn, “Tuan, masl? ini …..


    “Robin!”


    Tiba-tiba, sebuah suara yang merdu memotong perkataan Robin.


    Robin segera menghampiri denganngkah yang besar,lu menyapanya dengan hormat, “Pangeran!”


    Seorang pria muda duduk di atas kursi roda, penampnnya kira-kira berumur 20an, sedikit kutus,


    memiliki sepasang mata yang berwarna biru es dan sangat cekung, sedikit mnkolis, kulitnya pucat


    pasi.


    Namun, meskipun demikian, tetap tidak dapat menyembunyikan wajahnya yang tampan, dan hawa


    keturunan bangsawannya.


    “Tuan Lorenzol” Pangeran Willy menunduk dan menyapanya, “Sudahma tidak bertemul”


    “Sudahma tidak bertemu, Willy.” Lorenzo sedikit tersenyum.


    “Seharisnya aku yang mengunjungimu, tapi aku yang difabel ini, sulit bergerak, hanya bisa


    merepotkanmu datang jauh-jauh!” Willy merasa malu.


    1


    “Kita ini teman, jangan sungkan.” Lorenzo tidak pernah suka mengucapkan sopan santun, “Ayo masuk,


    bicara di dm.”


    “Baik, skan!”


    Sekelompok orang masuk ke dm a besar, meminum kopi sambil membicarakan urusan kerjasama.


    Pangeran Willy menyadari ada yang aneh dari Lorenzo, sehingga dia bertanya dengan khawatir, “Tuan


    Lorenzo, kamu sakit?”


    “Hanya ada sedikit luka kecil.” Lorenzo tidak menghiraukannya sama sekali.


    “Aku lihat wajahmu agak pucat.” Kata Pangeran Willy sambil mengernyit, “Mungkin bukan luka kecil,


    lebih baik istirahat saja dulu, tunggu tubuhmu agak sehat, baru kita bicaragi.”


    “Tidak mash.” Lorenzo menknya, mengeluarkan dokumen itu dan berkata, “Dokumennya sudah


    aku baca, juga sudah ditanda tangani.”


    “Baik.”


    Robin mengambil dokumennya,lu memberikannya pada Pangeran Willy dengan dua tangan.


    Pangeran Willy menerima dokumennya, tanpa melihatnya, diangsung menandatanganinya, juga


    membubulikan cap Kerajaan Denmark.


    “Kamu tidak melihatnya?” Lorenzo bertanya dengan alis terangkat.


    “Kita teman baik yang sudah bekerja sama bertahun-tahun, mana mungkin masih tidak percaya


    padamu?” Pangeran Willy menatapnya sambil sedikit tertawa, “Cukup ikut denganmu, pasti akan


    menghasilkan uang!”


    “Haha….” Lorenzo yang jarang tertawa, kini tertawa, “Terima kasih atas kepercayaanmu!”


    “Rencana untuk menguasai pasar Eropa ini, aku pasti akan membantumu.” Pangeran Willy berkata


    dengan tulus, “Jangan biarkan Pastorico itu bersikap arogangi!”


    “Istirahah baik-baik, besok mm ada tugas penting!”


    Lorenzo tersenyum, berdiri dan bersiap untuk pergi.


    Exclusive ? material by N?(/v)elDrama.Org.


    “Aku menyiapkan pesta makan mm, kamu tidak ikur?” Tanya Pangeran Willy.


    “Aku hanya ingin istirahat….” Jawab Lorenzo tanpa menoleh.


    “Baih.” Pangeran Willy segera memerintahkan, “Robin, antar Tuan Lorenzo dan anak buahnya.”


    “Baik, Pangeran.”


    Robin berdiri di depan memimpin jn, “Tuan Lorenzo skan ke sebh sinil”


    Lorenzo kembali ke ruangannya, dan melepas jaketnya, kemeja di dmnya sudah basah kuyup oleh


    keringat.


    Dia mengeluarkan banyak keringat, kemungkinan dia mi demamgi.


    Jasper bergegas menyuruh bawahannya pergi mencari Dewi.


    Saat itu, Dewi baru saja selesai mandi, ia sedang memakai jubah mandi sambil mengeringkan


    rambutnya.


    Sepatunya bahkan tidak sempat dipakai, Kellyngsung menerobos masuk ke dm, dia pun buru-buru


    memakai masker…..
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul