Bab 1784
Bab 1784
“Kamu …” Orang yang mengepi tidak percaya saat mendengarnya, “Apa semua ini adh
rencanamu?”
Lorenzo tersenyum dan berkata dingin, “Pastorico slu berselisih denganku, juga memanfaatkan
mafia. Asalkan aku bisa menghabisi kalian, barh bisa menyelesaikan kerisauan di hatiku!”
“Apa kamu sedang bercanda?” Orang yang mengepi itu memutar b matanya dan melihat ke
sekitar, ia tidak melihat regu penymat apa pun, “Hanya dengan dirimu sendiri, kamu bisa menghabisi
kami?”
“Kamu benar–benar merasa hanya ada aku sendiri di sini?”
Lorenzo berkata pehan,lu bersiul panjang ke arah hutan.
Semua mafia itu ketakutan karena mengira Lorenzo sedang memanggil anak buahnya.
Orang yang mengepi berusaha keras untuk terlihat tenang, “Jangan takut, meski ada regu
penymat, orang kita tetap lebih banyak dari mereka.”
Meski begitu, para anggota mafia itu tetap saja merasa tidak tenang, bagaimanapun, ketua mereka
berada di Fangan Lorenzo.
Tanpa pemimpin, prajurit akan kehngan keyakinan.
Dewi melihat ke sekitar, dia merasa sangat penasaran, apakah Jasper bisa begitu cepat menuruni
gunung dan sudah kembali bersama regu penymat?
Saat ini, terdengar suarangkah kaki mendekat dan ada pergerakan di dm hutan.
Dengan segera, terlihat banyak pasang mata yang pehan mendekat sambil menyeruak kegpan
mm.
“Ini…”
“Serig, itu serig!”
Semua orang memblakkan mata dengan terkejut dan menatap lurus ke arah depan.
Beberapa pasang mata itu terlihat bagai bintang yang bersinar dan berku dengan mengeluarkan aura
dingin di kegpan mm.
Dewi menatap gerombn serig itu sambil memblakkan matanya dengan terkejut, ternyata dia
bisa memanggil gerombn serig? Bagaimana bisa dia memanggil gerombn serig?
Dia teringat Lorenzo yang terlihat sangat tenang saat gerombn serig muncul sebelumnya, dia
mengusir gerombn serig itu dengan mengandalkan kekuatannya, bahkan masih merasa bangga
seth berhasil mkukannya.
Namun, dia tidak pernah memikirkan bahwa mungkin saja gerombn serig itu bukan datang untuk
menyerangnya.
Minkan
“Astaga….”
Property ? of N?velDrama.Org.
Semua anggota mafia itu ketakutan dan segera mundur.
“Jangan takut, kalian masih punya pistol di tangan kalian.” Orang yang mengepi itu berusaha
menenangkan dengan perasaan panik, “Cepat tembak ….”
Sebelum menyelesaikan perkataannya, gerombn serig itu sudah menerjang ke arah anggota mafia
seth dipanggil oleh Lorenzo.
“Ah!”
Segera, terdengar teriakan histeris yang diiringi suara pistol.
Para anggota mafia itu menjadi panik dan menembak sembarangan, tetapi tetap saja tidak bisa
menghkan serig mengerikan yangpar itu.
Gerombn serig yang tinggal di hutan ini slu berada di rantai makanan teratas dan terlihat sangat
mengerikan dan liar saat mengoyak tubuh mangsa mereka.
Orang–orang itu ketakutan dan tidak mungkin bisa menghkan gerombn serig itu.
Orang yang mengepi itu membkakkan matanya dan sudah tidak mampu untuk mwan.
Dewi yang ada di atas pohonngsung termangu saat melihat adegan ini.
Dia tahu dia juga mampu memanggil hewan liar, tetapi tidak pernah melihat situasi mengerikan seperti
ini.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara tembakan dari sisi hutan yangin,lu Jasper, Jeff dan
pengawal Keluarga Mooreinnya segera mendekat bersama segerombn besar polisi.
Pada saat ini, sudah ada banyak yang terluka dan meninggal dari kelompok mafia itu.
Para polisi itungsung terkejut saat melihat adegan di hadapan mereka ini dan segera mengeluarkan
senjata.
Seth melihat situasinya sudah stabil, Lorenzo segera menyuruh gerombn serig itu pergi dan
menyerahkan para mafia itu pada polisi,lu berbalik dan pergi.
Seth berjn beberapangkah, dia baru teringat sesuatu,lu berkata pada Jasper, “Dia di atas
pohon.”
“Baik, Tuan!” Jasper segera menghampiri Dewi, “Tabib Dewi, ayo turun!”
Dewi melompat dari atas pohon, dia hampir terkilir saat mendarat di tanah, untung saja Sonny sempat
memapahnya, “Tuan Dewi, Anda baik–baik saja?”
Dewi tidak menanggapi, dia hanya menoleh dan menatap Lorenzo.
Langit pehan terang, sosoknya yang tampak lebih tinggi di dm hutan itu terlihat sangat kesepian.
Cahaya mentari subuh yang menyinarinya itu membuatnya terlihat seperti dewa yang kembali berperang
dengan membawa kemenangan.
Dengan kemampuannya sendiri, dia berhasil menghkan ratusan anggota mafia tanpa menembakkan
satu peluru pun.
Dia memangyak disebut Dewa!
Pantas saja semua orang ketakutan begitu mendengar namanya.
Saat ini Dewi baru menyadari, pria yang tampak lembut ini sebenarnya jauh lebih hebat dan mengerikan
dari
bayangannya.