Bab 1753
Bab 1753
Hati Bos Kasino mes kacau, mm ini, ia melng wanita ini awalnya ingin menyenangkan hati
Lorenzo, tak disangka mashnya mh menjadi seperti ini.
Jika Lorenzo sampai hng kesabaran, dia tidak akan bisa melihat matahari besok…..
Kelima pengawal berkulit hitam itu segera mendekati Dewi, ingin menangkapnya.
Dewingsung menarik ptuknya dan mengarahkan bidikannya ke Lorenzo.
Bos Kasino mes memblakkan matanya, menatap pelurunya dengan panik.
Waktu seh berhenti, udara tiba-tiba membeku.
Di momen kritis itu, hanya terlihat sebuah cahaya yang menyukan.
Terdengar bunyi “Dor”,lu terdengar jeritan, ada cipratan darah….
Dewi mundur beberapangkah, memegang tangannya yang terluka, melihat bti bn sabit yang
tertancap di kandang perak dan pistol yang terbh dua jatuh kentai, dia tertegun!!
Di saat dia menembakkan pistol, sebuah pisau bti terbang ke arahnya, dengan kuat membh peluru
itu,lu membh pistol di tangannya menjadi dua dan melukai pergngan tangannya.
Apakah ini nyata?
Dewi tidak percaya pada matanya sendiri, tapi pisau bti yang tertancap di kandang perak dan pistol
yang terbh dua itu masih ada, sungguh nyata.
Dewi mendongak melihat Lorenzo. Kali ini, tatapannya penuh hormat, siapa pria ini? Kenapa punya
kehebatan yang begitu luar biasa?
Lorenzongsung meminum habis bir yang ada di gs dan menatapnya, “Kamu harusnya bersyukur
karena kamu begitu percaya diri. Ku tidak, bukan pistol yang dibh oleh bti itu, minkan
lehermu!”
Suaranya dingin bak embun beku, tidak ada kehangatan sedikitpun.
C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org.
Dewi melihatnya sambil mengernyitkan dahi, tanpa sadar dia mengepalkan tinjunya.
“Tidak tahu kemampuan sendiri!!!” Lorenzo menyeringai mengejek, “Tidak mahir, mh pamer di depan
orang. Tangkap dia!”
Dua orang berkulit hitam maju untuk menangkap Dewi dan memelintirnya.
Ketika Dewi ingin mwan, seorang pria berkulit hitamngsung menginjak rantai di kakinya, kakinya
tidak bisa bergerak.
Beberapa orang berkulit hitaminnya juga mengelilinginya, Dewi mengerutkan dahinya, tahu ku
dirinya tidak bisa kaburgi.
“Aku menghabiskan uang banyak untuk membelimu. Meskipun kamu kuda liar, mm ini aku harus
menidurimu.”
Edward membawa bsan pengawal ke panggung, semua pengawal memiliki pistol.
Orang berkulit hitam itu bersiap menyerahkan Dewi pada Edward, Dewi panik, dia mendongak menatap
Lorenzo.
Lorenzo sudah pergi, tidak tertarik sama sekali padanya. Melihat Lorenzo ingin turun ke koridor, tiba-tiba
dia berteriak, “Tolong aku!”
Tiba-tiba Lorenzo menghentikanngkahnya, menoleh dan menatapnya dengan menghina, “Berikan aku
satu san.”
“Aku akan ke sana untuk memberi tahumu.”
Dewi mendorong pengawal yang menahannya, dengan sekuat tenaga menarik pisau bti di sangkar
dan berjn ke arah Lorenzo dengan bertnjang kaki.
Tak ada yang berani menghnginya, karena Lorenzo tidak mrangnya.
Meski Edward merasa kesal, tapi dia tidak mengatakan apa-apa.
Kain tile berwarna putih mengikutingkahnya yang lembut, terlihat pahanya yang halus dan lembut, dia
seperti bunga yang sedang mekar, memancarkan aura menggoda.
Sepanjang perjnan, semua tatapan pria tertuju padanya.
Sedangkan, Lorenzo mh tetap dingin, diam dan sama sekali tidak terpengaruh ….
Semua orang menantikan pertunjukkan bagus, entah trik apa yang akan wanita ini pakai untuk
membujuk pria misterius ini agar menolongnya, pria di depannya ini js-js tidak tertarik dengannya.
Seth sampai di hadapan Lorenzo, Dewi memberikan pisau bti itu padanya, “Pisau btimu.”
Lorenzo melihat ke arah Dewi, dm jarak sedekat ini, tiba-tiba dia menyadari, Dewi cukup familier…..
Di momen yang dingin ini, tiba-tiba Dewi menggunakan pisau bti itu untuk menyentuh …. bagian
penting tubuhnya!
Dewi mengangkat alisnya, tatapannya sombong dan bangga
Lorenzo hanya merasakan semburan darah yang hangat mengalir ke atas, sudut mulutnya berkedut, dia
menatap Dewi dengan tatapan dingin, hati yang membeku sma bertahun-tahun, tiba-tiba muncul
perasaan yang begitu kuat- syok!
Seth hidup sma 27 tahun, ini pertama kalinya dia sh perhitungan ….