Bab 1644
Bab 1644
“Dia memang sengaja memprovokasi.” Billy berkata dengan dingin, “Namun, mash kamu
memasukkan obat ke dm minumanku dan menyuruhku berhubungan badan dengan putrimu,lu
sekarang juga memaksaku menikahinya, apakah ini bukan kenyataan?”
“Ini juga merupakan cara untuk mempererat kerja sama kita.” Sammuel berkata dengan merasa dirinya
benar, “Dm kerja sama ini, kita adh rekan yang tidak bisa terpisahkan. Jika ada sh satu dari kita
yang pergi, maka rencana itu tidak akan bisa terwujud.”
“Berhubung ini berkaitan dengan keuntungan, maka sudah seharusnya membuat hubungan semakin
erat. Dengan begitu, kk barh tidak akan ada mash.”
“Mengenai perkataan Tracy itu, kamu benar–benar tidak perlu khawatir. Fondasi Grup Wance sangat
dm, mungkinkah aku bisa menn semuanya hanya dm waktu singkat?”
“Meskipun aku berbuat seperti ini demi harta, tapi juga tetap membutuhkanmu untuk duduk di posisimu
dengan kukuh, barh bisa menikmati keuntungan besar jangka panjang. Bagaimana mungkin aku
hanya memikirkan keuntungan di depan mata tanpa berpikir jangka panjang? Jika aku membunuhmu, itu
hanya akan memutus jalur kekayaanku sendiri. Aku tidak begitu bodoh.”
Perkataan Sammuel ini sangat tulus, akhirnya masih menambahkan, “Lagi p, apa putriku. tidak baik?
Baik wajah, bentuk tubuh, kemampuan, maupun talentanya, mana yang kurang dari
Tracy?”
“Tracy adh wanita yang sudah mhirkan tiga anak, sedangkan putriku masih suci, tidak pernah
berpacaran.”
“Putriku ini sungguh sempurna.”
Billy mengingat kembali mm saat dia menikmati tubuh indah Frisca, tentu saja ia tahu. Dia pernah
berhubungan dengan begitu banyak wanita, tetapi dia sungguh baru pertama kali bertemu dengan
wanita yang suci dan sempurna seperti ini..
Untuk beberapa saat, dia terpikir sesuatu, “Namun, sepertinya dia sudah mengetahui identitas asliku dan
sangat membenciku.”
“Kamu tidak perlu khawatir pada hal ini, serahkan padaku.” Sammuel sangat percaya diri, “Di keluarga
kami, akh yang membuat keputusan.
“Baih.” Billy tidak banyak bicaragi. Di luar, dia sudah berkompromi, tetapi hatinya tetap tidak
tenang. Sekarang dia slu merasa sekujur tubuhnya tidak nyaman, kemungkinan besar sungguh
terkena racun. Dia harus mencari kesempatan untuk memeriksakan diri dengan baik di luar kota…
Text ? owned by N?velDrama.Org.
Seth perjnan sma beberapa jam, akhirnya Tracy sampai di Kota Yuling.
Saat tengah mm, barh Tracy bertemu dengan Thomas.
Pada saat ini, Jeff dirawat di rumah sakit karena terluka. Sekelompok bawahan yang dipimpin olehnya
sebelumnya juga kelhan dan tumbang karena terus berupaya mkukan
penymatan. Sekarang Thomas yang bertugas, membawa orang untuk mnjutkan pencarian tentang
keberadaan Carlos.
Seth sampai, Tracy mencari tahu situasi secara detail,lu segera bergabung dm pencarian.
Pada saat yang sama, dia menyuruh Naomi tetap berkomunikasi dengan Pa, senantiasa memantau
kondisi di V Sisi Utara.
Naomi buru–buru berkata, “Tadi Pa mengirimkan pesan, mengatakan bahwa mm ini Tabib Dewa
datanggi,lu sudah membawa pergi resep obat Tabib Hansen yang ada pada Ryan.”
“Benarkah? Baguh.” Tracy merasa sangat gembira, “Apa dia sudah pergi?”
“Baru saja pergi, sekarang sudah pukul 3 subuh.” Naomi menceritakan dengan detail, “Dia mengobati
Tini terlebih dahulu,lu pergi mencari Ryan… Intinya, seth dia pergi, Pa memeriksa dan
menyadari bahwa resep obat yang kuletakkan di baju Ryan sudah dibawa pergi.”
“Baguh, baguh.” Akhirnya Tracy bernapas lega. Sambil melihat ke kejauhan, dia pun
pergi resep obat, Daniel pun bisa tertolong…”
mendesah, “Sudah membau
“Apa ini? Ini resep obat yang ditinggalkan oleh Si Tua Hansen?”
Di dm hutan, Dewi melihat resep obat itu dengan teliti di bawah peneranganmpu minyak,lu dia
pun mengerutkan kening.
“Ada apa?” Daniel buru–buru bertanya, “Sh ambil?”
“Seharusnya tidak sh, tapi…” Dewi menyodorkan resep obat itu ke depan Daniel, “Kertasnya terkena
darah, sama sekali tidak bisa terlihat js.”
“Apa?” Daniel melihat dengan teliti, ia pun kecewa, “Sepertinya saat Ryan terkena tembakan, darah di
tubuhnya membasahi resep obat ini…”
“Ya, memasukkannya ke dm amplop. Tracy juga tidak memeriksanya.
Dewingsung membuang resep obat itu ke samping,lu berkata dengan tak berperasaan,
“Kelihatannya Tuhan tidak menginginkanmu tenis hidup, pasrah saja!”
“…” Daniel tak bisa berkata–kata, “Tabib Dewa, tidak mungkin. Kamu… Kamu tidak. menginginkan biaya
pengobatan dengan harga sngit yang kamu minta itu?”