Bab 1635
Bab 1635
“Surat perjanjian?” Billy segera mendekat, “Perjanjian apa?”
Hartono dan yanginnya segera melindungi di depan Tracy, mencegahnya mendekat.
Pengacara Joy dan tim pengacara Sky Well maju mendekat untuk memeriksa kedua surat perjanjian
tersebut, dan segera mengumumkan dengan penuh semangat: “Kedua surat perjanjian ini memang
ditinggalkan oleh Presdir Daniel, tidak hanya ada tulisan tangannya di atas perjanjian tersebut, tetapi
juga sidik jarinya.”
“Berdasarkan keterangan pada surat perjanjian, mi dari tanggal X, bn X, tahun XXXX, Presdir
Daniel harus memberikan setengah dari seluruh pendapatannya kepada Tracy, yaitu Nona Tracy Moore,
tanpa
persyaratan…”
“Apa?”
Sebelum Pengacara Joey selesai berbicara, Billyngsung melompat bangun dari kursinya dan berkata
dengan penuh emosi, “Apa kalian tidak sh? Ini semua bisa dipalsukan. Ini js bukan aku yang
menulisnya.”
“Tentu saja bukan kamu yang menulisnya, karena kamu bukah Daniel.” Tracy menatapnya dengan
dingin, “Kamu adh Billy!”
“G.” Billy tiba-tiba menjadi marah, “Ku kamu sembarangan bicaragi, aku akan menuntutmu
karena fitnah.”
“Grup Sky Well pasti masih punya tanda tangan dan sidik jari yang ditinggalkan oleh Daniel sebelumnya,
‘kan? Kalian semua dapat memeriksanya.” Tracy berkata denganntang, “Sin itu, aku ingat Daniel
dulu mkukan pemeriksaan fisik setiap tahun. Data sampel darahnya, harusnya perusahaan ada
catatannya.”
Dia menunjuk ke surat perjanjian pelunasan utang yang ditandatangani Daniel saat itu, “Sidik jari di atas
perjanjian ini, dibubuhkanngsung oleh Daniel dengan darahnya sendiri. Kalian dapat mengambil
sampel darah untuk membandingkannya.”
Mendengar kata-kata ini, Lily sangat bersemangat: “Benar, rumah sakit punya sampel darah Presdir
Daniel, aku dapat segera mkukan pemeriksaan darah itu.”
“Kamu th mengkhianatiku dan bekerja sama dengan Tracy, apa kami masih bisa mempercayai kata-
katamu?” Billy masih berusaha berdebat, “Semuanya, Tracy menyuap bawahanku, sekarang bahkan
menghasut Direktur Toni dan Paman Sanjaya untuk menentangku. Kalian jangan percaya padanya.”
Para dewan direksi yang hadir saling berdiskusi dan kebingungan, mereka tidak tahu harus percaya
pada siapa.
Dilihat dari segi penran, Tracy slu masuk akal, tapi dari segi perasaan, mereka bagaimana pun
juga tidak percaya bahwa Daniel akan mengkhianati perusahaan. Orang di depan mereka js adh
Daniel Wance…
Ku dibng operasi stik, itu telu tidak realistis dan telu dramatis.
Mereka tidak tahu harus berbuat apa.
“Katanya Grup Wance adh perusahaan besar, aku tidak menyangka ia akan bertindak begitu
sembrono.”
Pada saat itu, Sammuel berkata, “Mash aset sebesar itu, dapatkahngsung dibagi setengah hanya
dengan dua lembar kertas? Ku begitu, sekarang aku juga akan membuat satu, apa juga akan
dibagikan setengah
hartanya?”
“Kamu …” Tracy menggertakkan giginya dengan marah.
“Sekarang jangankan tanda tangan dan sidik jari, bahkan orang pun dapat dikloning dan dipalsukan.”
Sammuel mencibir, “Dengan dua lembar kertas, mau membagi setengah dari aset harta kekayaan,
sungguh hal yang lucu.”
“Sepertinya masuk akal juga…” para dewan mi bimbang.
Cody melihat kanan kiri, dia tidak tahugi harus berpihak pada siapa.
“Aku membawa dana untuk berinvestasi dan menjadi pemegang saham, kalian masih mengatakan
bahwa aku orang luar, tidak membiarkanku bergabung dengan dewan direksi, tapi bagaimana dengan
dia? Bukankah dia juga orang luar?”
Sammuel menunjuk ke arah Tracy, “Anaknya bukah darah daging Daniel, keluarga Moore juga adh
musuh bebuyutan keluarga Wance. Dia mengambil setengah aset kekayaan dan menghancurkan
keluarga Wance. Apa untungnya bagi kalian?”
“Ini…”
Tiba-tiba, semua orang tercengang, ada yang tiba-tiba sadar…
“Tampaknya masuk akal. Meskipun Sammuel bergabung dengan dewan direksi, ingin mendapatkan
sepotong kue, tapi setidaknya dia membawa dana untuk membeli saham, sedangkan Tracy tidak
membawa apa-apa, mh ingin mengambil setengah dari aset kekayaan yang ada. Ku
dibandingkan, tampaknya Tracy lebih kejam.”
“Aku tidak akan mengambil uang-uang ini.” Tracy segera berkata, “Uang yang Daniel berikan padaku,
aku akan mengubahnya menjadi saham dan terus berinvestasi di Grup Wance. Dengan begitu, aku
juga sh satu pemegang saham Grup Wance.”
“Kalian lihat bukan?” Sammuel mencibir mengejek, “Ini adh ambisi liciknya. Pada akhirnya, ini sama
dengan niat awalnya, untuk merebut aset Grup Wance dan mengendalikan Grup Wance.”
“Kamu…” Tracy tidak bisa menang berbicara dengan Sammuel, rubah tua licik ini, pandai
mengendalikan situasi dan hati orang.Exclusive ? content by N(?)ve/l/Drama.Org.