Bab 1608
Bab 1608
“Masih belum.”
Tracy tidak tahu bagaimana menjskannya pada Direktur Toni. Berdasarkan situasi Lorenzo sekarang,
kakaknya sama sekali tak bisa fokus membantu dirinya.
Dirinya juga tak tega mengganggunya di momen kritis ini.
“Ugh…” Direktur Toni mengh napas, “Aku tidak tahu harus bagaimanagi, makanya terus
mendesakmu menghubungi Tuan Lorenzo. Sekarang jika dipikirkan, ia mungkin juga sedang sibuk.”
“Iya.” Tracy sangat tak berdaya, “Tapi, aku akan mencari cara…”
“Ugh…” Direktur Toni sangat lesu, “Trik pihakin benar–benar hebat. Setiapngkahnya benar–benar
sempurna tanpa c. Kamu dan aku bukan tandingannya. Kecuali jika Presdir Daniel yang asli
kembali… jika tidak, kita pasti akan kh.”
“Pasti ada cara.” Tracy menenangkannya.
“Kamu sudah berjuang keras. Tak seharusnya aku memberimu tekanan atas mash perusahaan.
Lebih baik kamu temukan anakmu dulu.” Direktur Toni berpesan dengan tulus, “Sma anak aman,
mashin dapat teratasi.”
“Iya…”
N?velDrama.Org ? content.
Tracy agak sedih, tidak tahu harus berkata apa.
“Oke, sudah dulu, jaga dirimu.” Direktur Toni berpesan,lu menutup telepon.
Tracy merasa sangat tertekan, ia mendongak memandang foto pernikahan yang tergantung di dinding.
Di dm foto itu, Daniel sedang menatapnya dengan lembut. Tracy tak bisa menahan diri untuk
menangis dan berkata dengan suara serak, “Suamiku, kamu di mana? Cepat kembali, aku sudah tak
bisa bertahangi…”
Di sisiin, di dm hutan, Daniel seh mendengar panggn Tracy. Ia memblakkan mata dan
berseru, “Tracy!”
“Sudah sadar?” Terdengar sebuah suara dingin dan sedikit nada penghinaan, “Jika kamu masih tak
sadar juga, istri dan anakmu akan ditindas mati–matian.”
“Apa kamu bng?”
Daniel menoleh pehanhan dan melihat seorang wanita bertopeng hijau tua di sampingnya.
Dewi sedang memasak sup, r Rongrong sedang tidur di pundaknya. Ketika mendengar suara Daniel,
ia mendongak melirik Daniel seks,lunjut tidurgi.
“Anakmu diculik, istrimu ditindas oleh orang–orang keluarga Wance. Kamu ini sebagai pria benar–
benar tak berguna.”
Dewi bicara dengan kesal, “Yang paling menyebalkan, anakku juga ikut terlibat. Para brengsek itu juga
menculik tiga anakku, membuat Tiniku terluka!”
Ketika memikirkan hal itu, Dewi menggertakkan gigi karena emosi, “Jika aku tahu siapa pemimpinnya.
Aku pasti akan membuat mereka hidup segan mati tak mau!!!”
“Kamu bng…” Daniel sangat berantusias hingga ingin membalikkan badan. Tetapi badannya sangat
kaku, hanya bisa menggerakkan leher, “Anakku diculik? Siapa yang mkukannya?” tanyanya.
“Omong kosong, mana mungkin aku tahu?” Dewi memelototinya dengan dingin, “Jika aku tahu, sudah
kupotong lehernya sejak awal.”
“Sebenarnya apa yang terjadi?” Daniel buru–buru bertanya, “Apagi yang kamu dengar?”
“Keluarga Wance kalian dan keluarga Amberson itu menindas Tracy.” Dewi bicara dengan kesal,
“Mereka membuat yang satu jadi koma dan yang satu jadi cacat. Tiniku juga jadi korban, anakku diusir
png ke rumah, tak diizinkan dirawat di rumah sakit.
Tini demam, jadi Tracy pergi mencari bantuan pada si tua Jaya, entah siapa namanya. Dengan susah
payah menemukan rumah sakit…
Sudah kubng sejak awal, keluarga Wance bukan keluarga baik, ternyata memang benar. Di saat
keberadaanmu tak js, entah hidup atau mati, mereka mh menindas ibu dan anak. Benar–benar
biadab!”
“Tunggu…”
Daniel masih sedang menganalisa ucapan Dewi. Ucapan dan logika wanita ini sungguh kacau, bahkan
satu nama saja tak bisa ia ingat. seperti mengatakan sesuatu yang tak berarti.
Tetapi Daniel mengingat dengan cermat dan dengan cepat memahami mash dari awal hingga akhir.
“Maksudmu, keluarga Amberson dari Korea. Mereka ingin merebut aset Grup Wance di saat aku
sedang dm mash. Lalu, ia bekerja sama dengan si biadab Billy itu dan mengendalikan para
direksi,lu mengusir Tracy dari Grup Wance.
Kemudian, menculik anak–anak dan mengancam Tracy…
Sedangkan orang yang koma itu, apakah Ryan? Demi menymatkanku, ia tertembak. Seharusnya ia
smat, hanya saja masih belum sadar.
Sedangkan yang cacat, seharusnya Thomas atau Hartono. Mereka terluka karena menymatkan
orang–orang saat kebakaran terjadi…‘