Bab 1595
Bab 1595
Untuk menghindari keshan, Danny kembali berjaga.
Tracy menunggu di dm ruangan sebh sini, ia berharap cara ini dapat berhasil membodohi Billy.
Sudah tengah mm pun bar itu masih hidup.
Tracy menghitung waktu dan menunggu pesan dari Danny.
Akhirnya pada pukul empat subuh, Danny mengirimkan pesan: “OK!”
Tracy lekas kembali ke tempat sebelumnya, Danny th menunggu di samping jend sana. Ketika
melihat Tracy datang, ia segera memberi kode.
Wanita di dm ruangan th keluar, ia mengeluh sambil memeluk pinggangnya, “Tubuh Pria ini kokoh
sekali. Total mkukannya sebanyak lima kali, sekarang ia sudah kelhan tertidur di sana…”
“Sstt, cepat pergi.” Danny mendesaknya dengan suara kecil.
Wanita itu memeluk pinggangnya dan buru-buru pergi.
Tracy kembali masuk dari jend,lu memberi kode kepada Danny mengisyaratkannya cepat pergi.
Danny agak cemas, tetapi agar tak mengacaukan rencana. Lebih baik menutup jend dan buru-buru
pergi. Dm ruangan itu gp gulita, di luar ruangan tetap saja ramai.
Billy berbaring menyamping di atas sofa. Ia mendengkur sedikit, benar-benar tertidur lp.
Pakaian Billy berserakan dintai, di sebhnya ada tumpukan sampah. Di dm kamar ada bau
khusus yang meruak, dapat dilihat th terjadi pertempuran hebat tadi.
Kedua pengawal sudah berjaga semman, mereka menguap sepanjang hari dan kelhan. Mau tak
mau mereka mengeluh, “Di dm sudah tak ada suara, seharusnya sudah selesai, ‘kan? Ku begitu
kita gantian tidur saja?”
Tracy merobek kerah pakaiannya dan mengacak-acak rambut. Memasang ekspresi dan berpura-pura
menerobos keluar dari ruangan dengan antusias.
“Ugh…” Kedua pengawal itu terkejut, mereka tertegun sejenak,lu menghnginya, “Presdir Daniel
belum bangun, kamu tak boleh pergi.”
“Enyah.” Tracy mendorong mereka dengan marah.
“Maaf.” Kedua pengawal tetap memilih menghnginya, tak membiarkannya pergi.
Ketika Tracy saling dorong mendorong dengan pengawal, Billy yang berada dm ruang terbangun
karena berisik. Ia tampak mendengar suara samar-samar, tetapi ia berusaha membangunkan dirinya…
Di saat ini, Naomi dan Cecil juga tiba dan melihat dari kejauhan, Tracy sedang dihngi kedua
pengawal. Mereka marah dan lekas maju menghajar dua pengawal itu.
Tracy mau tak mau tercengang, kenapa mereka bisa kemari?
“Nona Tracy, Anda baik-baik saja?”
Naomi dan Cecil terkejut saat melihat pakaian Tracy yang berantakan dan rambut kacau.
“Aku…” Tracy baru saja hendak bicara, terdengar perintah dingin dari dm ruangan, “Berhenti!”
Kedua pengawal itu lekas berhenti, pas sekali Cecil dan Anne sedang memberi pukn kepada mereka.
Kedua orang itu dihajar hingga terjatuh kentai.
“Dasar tak berguna.”
Billy sama sekali tidak mkukan apa-apa terhadap Cecil dan Anne, minkan memaki pengawalnya
sendiri. merasa dua pria pengawal ini sangat memalukan.
Kedua pengawal bangkit darintai. Mereka tak terima tetapi juga tak berani bicara.
“Nona Tracy…”
Naomi melihat Billy yang bertnjang dada, hanya mengenakana, kemudian ruangan itu tampak
kacau. Mau tak mau wajah Naomi berubah dan ada rasa perasaan kuat dari dm hatinya…
“Sayangku, kenapa kamu bangun begitu cepat??”
Tatapan mata Billy berubah menjadi panas membaragi begitu teringat kehangatan tadi mm.
mengulurkan tangan mengelus wajah Tracy.
Tracy menghindar dengan jijik dan memelototinya dengan marah.
“Jangan memandangku seperti itu.” Billy memandangnya dengan lembut, “Bubur th menjadi nasi,
lebih baik kamu menyerah!”
“Apa kamu bng?” Naomi memblakkan mata terkejut dan menatap Billy dengan tatapan tak percaya,
“Kamu…”
“Dasar brengsek!”
Terdengar sebuah raungan yang emosional, sebelum mereka bereaksi, Thomas tiba-tiba mendekat dan
memberi pukn keras kepada Billy.
Billy dihajar hingga mundur beberapangkah, hidungnya mengalir darah segar.
“Presdir Daniel…” Pengawalinnya lekas menahan Thomas, “Thomas, apa yang kamukukan? Kamu
g? Berani-beraninya menghajar Presdir Daniel?”
Text ? owned by N?velDrama.Org.
“Sin, tangkap dia.”
Billy memaki sambil menggertakkan gigi.