Bab 1581
Bab 1581
Kini anak buah kakaknya juga sedang mencarinya, mereka tampak begitu terburu-buru, Jasper bahkan
tidak sempat berbicara dengan Tracy, sepertinya situasinya sangat serius….
Ku begitu, jika mereka menemukannya, apakah ia akanngsung dibawa ke Negara Emron?
Tracy sangat cemas saat memikirkan hal ini, ia menoleh ke pintu bkang, ke arah Tabib Dewa pergi,
dahinya mengerut….
Jangankan anak buahnya yang sekarang tidak cukup, kupun anak buahnya cukup, ia juga tidak bisa
menyuruh anak buahnya untuk merebut seseorang dari kakaknya, jika memang harus berebut, ia juga
tidak akan menang.
N?velDrama.Org owns this text.
Apakah ia sekarang harus berdiam diri?
Tidak…
Tracy tiba-tiba teringat perkataan Biti, tampaknya ia hanya dapat mengandalkan ide ketiga anak itu,
sgi Tabib Dewa belum pergi jauh, semoga dengan menggunakan cara ini ia dapat memancing Tabib
Dewa keluar.
Tidak tahu apakah sayap Roxy sudah sembuh.
Tracyngsung bergegas kembali….
Pa dan pengawalinnya masih menunggunya di persimpangan, melihat Tracy yang berjn
menghampiri mereka dengan terburu-buru, iangsung maju menghampirinya: “Nona Tracy, apa Anda
baik-baik saja?”
“Cepat kembali.” desak Tracy.
“Baik.” Pangsung mjukan mobilnya.
Sesampainya di rumah, Tracyngsung pergi ke hman rumah mencari Roxy.
Saat ini, seorang pyan wanita sedang mengoleskan obat di atas sayap Roxy, meskipun sudah
setengah bn lebih dan cedera pada sayap Roxy rtif sudah membaik, namun juga belum
sepenuhnya pulih.
Melihat kondisi Roxy, Tracy sedikit tidak tega, namun ia mengusap-usap sayapnya dan bertanya: “Roxy,
apa kamu bisa terbang ke hutan?”
“Arwkkkk!”
Roxy berdecit sedih, ia mengepakkan sayapnya, mencoba terbang.
Tracy menatapnya dengan penuh harapan, namun ia hanya terbang sekali ke atas pohon, seth itu ia
tidak bisa terbanggi, seth berjuang mencoba terbang beberapa kali, tubuhnya pun terjatuh ke
tanah.
“Roxy!” Tracyngsung buru-buru menangkapnya.
Untungnya Roxy jatuh tepat di tangan Tracy, ia tidak terluka sedikitpun.
“Maafkan aku, aku tidak akan menyusahkanmugi.”
Tracy sangat sedih, Roxy jadi seperti ini demi menymatkan Ca, ia sebenarnya tidak tega
menyiksanya
“Nona Tracy, dokter terakhir kali mengatakan bahwa luka Roxy harus diobati secara pehan, butuh
beberapa waktu agar bisa sembuh sepenuhnya.” Pyan wanita itu menjskan dengan lembut.
“Aku mengerti, rawah dia dengan baik.”
Tracy menyerahkan Roxy ke tangan mereka,lu berbalik dan berjn masuk ke dm rumah.
Roxy tidak dapat diandalkan, ia harus berdiskusi dengan kakaknya, semoga ia akan berbaik hati
membiarkan Tabib Dewa tinggal di sini untuk beberapa waktu, setidaknya sampai Daniel sembuh.
Akan lebih baik jika ia dapat meyakinkan Tabib Dewa untuk membawa Daniel kembali ke V Sisi Utara,
jadi mereka tidak perlu bersembunyigi.
Tracy kembali ke kamar, mengisi daya ponselnya,lu menelepon Lorenzo.
Lorenzo yang sudahma tidak dapat dihubungi, kini panggnnya sudah bisa terhubung.
Tampaknya situasi di Negara Emron sudah berubah, Lorenzo kini mi mwan secara resmi dengan
percaya diri.
Saat panggn telepon hampir terputus, akhirnya ada orang yang mengangkat panggn itu, sebuah
suara yang dingin terdengar: “Tracy!”
“Kakak.” Tracy sedikit emosional, “Senang bisa mendengar suaramu.”
Tracy benar-benar sudahma tidak mendengar suara kakaknya, meskipun ia tahu kakaknya terus
melindunginya dan membantunya secara diam-diam, namun kedua kakak beradik ini tidak berhubungan
secarangsung.
Kini Tracy dapat mendengar suara kakaknya, ia merasa sangat senang.
Seth kejadian ini, hubungan antara kakak beradik ini tampaknya jauh lebih dm dari sebelumnya.
“Ya.” Lorenzo slu terlihat dingin, namun sebenarnya jauh di lubuk hatinya ia slu mengkhawatirkan
adiknya, ia hanya tidak banyak mengungkapkannya dm kata-kata, “Aku hanya punya dua menit.”
“Aku akan berbicara singkat_” Tracy buru-buru mengungkapkan permohonannya, “Aku baru saja
bertemu dengan Dewi… Kakak, apa boleh membiarkannya membawa Daniel kembali ke V Sisi Utara
untuk diobati, seth pengobatan selesai, baru png ke Negara Emron?”
“Tidak boleh.” Lorenzo menk dengan tegas, “Dia harusngsung kembali ke Emron.”
“Tapi__”
Tracy masih ingin mengatakan sesuatu, Lorenzongsung menutup teleponnya.