Bab 1562
Bab 1562
“Nona Tracy, Tini seharusnya hanya mengmi luka luar, tidak akan telu parah, Anda jangan
khawatir.” ujar Pa menenangkan.
“Bagaimanapun juga, ketiga anak ini sudah ditemukan, ini sudah hal yang sangat baik. Sekarang
mashnya adh Carlos dan Carles masih belum ditemukan, lebih baik aku saja yang membawa Tini,
Wini, Biti ke rumah sakit, Anda pergi mencari Carlos dan Carles.”
“Dari kondisi di bengkel itu, seharusnya mereka tidak beradama di tempat itu danngsung pergi
seth melepaskan Tini, Wini, Biti, seharusnya sudah pergi beberapa saat. Sekarang akan sangat sulit
untuk menemukan mereka, tidak ada gunanya aku berada di sana.
Lagi p, Tini terluka, aku mana bisa meninggalkannya sebelum tahu kondisinya? Kakak menyerahkan
mereka padaku, aku harus bertanggung jawab pada mereka.”
Tracy mengatakannya dengan logis, tetapi sebenarnya dia sangat mencemaskan kesmatan Carlos
dan Carles.
“Tapi….” Saat Pa akan berbicara, ada panggn dari Naomi, Tracy segera mengangkatnya, “Halo,
Naomi, bagaimana?”
“Presdir Daniel masih belum ditemukan, tapi pada dasarnya kami sudah bisa memastikan bahwa Presdir
Daniel masih hidup, karena kami menemukan ada sisa obat herbal di tempat itu, sepertinya Tabib Dewa
sedang mengobatinya. Namun, aku tidak mengerti kenapa Tabib Dewa harus terus membawa Presdir
Daniel bersembunyi? Dia seharusnya tahu kita sedang mencarinya.”
Naomi merasa sangat bingung.
“Sepertinya di saat ini, juga ada orangin yang sedang mencari mereka, dia tidak bisa membedakan
siapa yang baik dan yang jahat, jadi hanya bisa mrikan diri.” Tracyngsung memahami situasinya,
“Bagaimanapun tetap ada harapan jika dia masih hidup.”
“Benar, Kak Jeff juga berkata seperti ini……”
“Minta Jeff untuk terus mnjutkan pencarian, kamu segera bawa orang ke sini, aku membutuhkan
bantuan.”
“Baik.”
Tracy mengatarkan ketiga anak itu ke Rumah Sakit Kasih dengan cepat.
Lily sendiri yang menanganinya, bahkan menyuruh dokterin untuk memeriksa apakah Wini dan Biti
terluka.
Tracy menunggu hasil pemeriksaan di rumah sakit dengan cemas, di saat yang sama, ia juga
mencemaskan kondisi Carlos dan Carles.
Naomi segera tiba. Dia sudah menelepon Pa sma di perjnan dan merasa sangat bersh
seth mengetahui situasi saat ini, dia merasa tidak bisa membantu apa pun, bahkan masih
memperburuk keadaan.
Seth pemeriksaan sma satu jam lebih, Lily keluar untuk mporkan, “Nona Tracy, luka Tini sedikit
dm dan membutuhkan waktu untuk mengobatinya, tapi aku jamin ini tidak akan membahayakan
nyawanya, Anda tenang saja.”
“Baguh jika begitu.” Tracy mengh napas lega, “Aku serahkan dia padamu, kamu harus
mengobatinya dengan baik, jangan sampai ada mash apa pun.”
“Nona tenang saja, aku pasti akan berusaha sebaik mungkin.” Lily menganggukkan kepnya, “Sin
itu, Wini dan Biti juga sudah diperiksa. Sin mengmi fuka gores dan trauma ketakutan, tidak ada
mashinnya. Aku akan minta perawat memberi suntikan pada mereka. Mereka akan membaik
seth
beristirahat.”
“Baik.”
Tracy menganggukkan kep dan memerintahkan semua anak buah untuk tetap berada di rumah sakit
menemani Pa dan menjaga ketiga anak itu,lu buru–buru pergi bersama Naomi.
Sambil mengemudikan mobil untuk menemui Thomas, Naomi mporkan kondisi detailnya pada Tracy.
Seth mendengarnya, Tracy mengernyitkan alis dan berkata, “Jika begitu, sejak awal Sammuel sudah
menebak bahwa Daniel tidak meninggal, maka terus mengutus orang untuk mencarinya. Pantas saja
Tabib Dewa terus–menerus bersembunyi.”
“Kenapa dia tidak menghubungi Anda?” tanya Naomi bingung.
“Mungkin tidak ada kesempatan, atau ada kemungkinaninnya…” ujar Tracy dengan nada serius,
“Kondisi penyakit Daniel telu parah, dia juga tidak yakin apa bisa mengobatinya….”
Content ? N?velDrama.Org.
“Mungkin.” Naomi menganggukkan kepnya, “Dia seharusnya takut Anda akan bersedih seth diberi
pengharapan, atau sebagai seorang dokter, dia ingin mencobanya dulu dan baru menghubungi Anda
seth berhasil mengobatinya.”
“Ya, seharusnya begitu.” Suasana hati Tracy kembali murung, “Sekarang suami belum ditemukan, mh
kehngan anak….”
“Nona Tracy, jangan khawatir, aku yakin Sammuel tidak akan berani mkukan apa pun pada anak–
anak itu.” ujar Naomi menghibur, “Lihah, dia mh menyuruh anak buahnya melepaskan Tini, Wini,
Biti, ini menandakan dia cukup menyegani Tuan……”