Bab 1550
Bab 1550
“Apa hasilnya? Tunjukkan padaku!”
Melihat reaksi Tracy, ‘Daniel‘ pun merasa panik. Ia mngkah maju dan merebut hasilporan tes darah
itu dari tangan Tracy. Seth membacanya secara teliti, ia pun tercengang, “Bagaimana bisa begini?”
Ia tidak percaya ku dirinya sendiri benar–benar diracuni…
Kenapa bisa seperti ini?
Sebenarnya, di mana letak keshpahamannya?
“Presdir Daniel th menderita…….” Cody menatap ‘Daniel‘ dengan penuh iba, “Presdir jangan
khawatir, ada kami di sini. Kami tidak akan membiarkan wanita beracun ini menyakitimugi.”
“Tidak mungkin, ini tidak mungkin….”
‘Daniel‘ masih tidak mengerti, kenapa dirinya bisa terkena racun?
Content ? N?velDrama.Org.
Ia dengan hati–hati mengingat kembali perkataan orang itu. Apa mungkin ia th menyogok dokter–
dokter ini untuk mengubah hasilporan pemeriksaan?
‘Daniel‘ menatap beberapa dokter itu,lu kembali menatap Sanjaya dan Direktur Toni. Ia pun
mematahkan speksi dm hatinya itu——
Tidak mungkin. Kedua orang ini bukan orang yang mudah dihasut. Mereka bahkan memantau seluruh
proses pemeriksaan, dan dokter yang mereka panggil adh dokter Tuan Besar sebelumnya,
seharusnya tidak mungkin terjadi mash.
Seharusnya mustahil bagi orang itu untuk dapat memanipsi dokter–dokter ini.
Namun, ku bukan seperti itu, kenapa hasil tesnya seperti ini?
“Tracy, dasar wanita beracun, cepat kembalikan aset dan saham Presdir Daniel.” Cody masih berteriak.
“Tutup mulutmu!” Tracy yang sudah begitu kebingungan saat ini, tidak dapatgi menjaga emosinya.
“Kamu……”
”
“Diam.” Sanjaya membentaknya dengan pn.
“Tenanh sebentar.” Direktur Toni juga menambahkan.
?
Meskipun Cody merasa tidak senang, namun ia hanya dapat menutup mulutnya.
“Maaf, apa hasilporan ini dapat menunjukkan ia terkena racun apa?”
Tracy menenangkan dirinya kembali,lu mengarahkan pandangannya kepada dokterboratorium itu.
“Laporan saat ini hanya dapat menunjukkan benar tidaknya ia diracuni. Untuk mengetahui jenis racun
apa yang terkonsumsi olehnya, harus mkukan identifikasi zat beracun lebihnjut.”
Dokter itu menjawab dengan sangat profesional, “Paman Sanjaya dan Direktur Toni tadi juga sudah
memberikan perintah, sehingga dokterboratorium kami sedang mkukan pemeriksaan lebihnjut,
namun masih membutuhkan waktu.”
“Aku paham.” Tracy menganggukkan kepnya,lu kembali bertanya, “Hasil tes DNA belum keluar,
ya?”
“Belum.” Dokter berkata, “Perkiraan masih membutuhkan empat jamgi.”
“Baik, aku paham.” Tracy tidak bertanyagi. Ia berpaling menatap Sanjaya dan Direktur Toni, “Aku tidak
dapat mengatakan apa pun sekarang. Nanti seth semua hasil tes itu keluar, baru kita bicarakangi.”
“Baik.” Direktur Toni tidak berkata–katagi.
“Aku berharap aku tidak sh memercayaimu….”
Sanjaya menatap Tracy dengan pandangan rumit.
Tracy tidak mengatakan apa pun. Ia hanya kembali duduk dan meminum tehnya tanpa bersuara.
“Kami akan kembali mengawasi pemeriksaan. Seth hasilnya keluar, nanti kita bahas kembali.”
Seth mengatakannya, Direktur Toni pun berbalik pergi.
Sanjaya dan yanginnya juga mengikutinya.
“Kalian harus melindungi Presdir Daniel. Berhati–hath, jangan sampai ada orangin yang
melukainya.”
Cody mengingatkan Thomas dan pengawalinnya,lu dengan marah memelototi Tracy seks, baru
pergi mengikuti mereka.
Saat ini, ekspresi Thomas dan Lily begitu rumit. Namun, keduanya tidak mengatakan sepatah kata pun,
hanya mengawasi di samping.
Ruangan kantor Presdir pun hening kembali….
Semua orang berpikir dm hati masing–masing. Namun, orang yang paling gelisah di antara mereka
semua adh ‘Daniel‘. Ia sama sekali tidak mengerti, sebenarnya dimana letak permashannya ini?
Ia benar–benar diracuni, atau, ada orang yang memanipsi hasil tes itu?
Jika benar tebakannya yang terakhir itu, maka tentu saja situasi ini sangat menguntungkannya. Ia tidak
hanya berhasil mengendalikan keadaan dan memenangkan situasi ini, ia juga dapat memanfaatkan
kesempatan ini untuk menekan Tracy.
Namun, jika tebakan pertamanya itu yang benar, maka…
Semakin memikirkannya, ‘Daniel‘ semakin merasa tidak tenang. Dengan suara pn, ia bertanya penuh
amarah kepada Tracy–
“Dasar, wanita jahat! Kamu yang menyuruh orang untuk meracuniku, ‘kan? Kamu menyuruh orang–
orang itu untuk menyuntikkan ramuan obat pada tubuhku setiap hari. Kamu th mencampuri racun
dm obat itu, ‘kan?”
“Pakai otakmu dan pikirkan baik–baik.” Alis Tracy berkerut menatapnya, “Untuk apa aku meracunimu?
Untuk apa aku sengaja menjatuhkan diriku sendiri dengan menckaimu?”