Bab 1543
Bab 1543
Seth para wartawan itu keluar, hanya ada Tracy, ‘Daniel‘, serta para petinggi dan direktur Grup
Wance yang tersisa di dm ruang rapat yang besar itu.
Suasana yang sebelumnya tegang kini semakin mencekam.
Orang–orang yang dipimpin oleh Cody sekarang menganggap Tracy sebagai musuh mereka, dengan
hati–hati melindungi Daniel.
Content rights by N?velDr//ama.Org.
Cody bahkan dengan keras memarahi Tracy, “Tracy, ku kamu tidak menjskan semuanya hari ini,
jangan pernah berharap untuk dapat keluar meninggalkan ruang rapat.”
“Apa yang harus kujskan?” Tracy duduk di atas bangku Presdir, dengan tenang menatap semua
orang.
“Semua perkataan wartawan tadi…” Cody menggertaknya, “Apa kamu meracuni Presdir Daniel?
Berusaha untuk mengendalikannya?”
“Kamu juga percaya dengan omong kosong seperti ini?” Tracy tertawa mencibir, “Paman Cody, apa
otakmu sudah rusak?”
“Kamu…”
“Keluarga Moore memang terkenal hebat dm meracik racun.”
Saat itu juga, direkturin yang berusia lebih tua berkata pehan, “Terdengar kabar ku Lorenzo dulu
pernah meracuni kerabatnya sendiri dan menghabisi mereka sekeluarga dm waktu semm, demi
merebut kedudukan dan kekuasaannya…”
“Benar.” Codyngsung menambahkan, “Presdir Daniel masih muda, tubuhnya begitu kuat dan sehat.
Mengapa ia bisa tiba–tiba jatuh sakit? Pasti karena terjadi sesuatu.”
“Ada dpan bs pengawal bermedali emas yang slu mendampingi Presdir Daniel, slu
mengawalnya dengan ketat. Presdir Daniel tiba–tiba bisa terkena racun, pasti karena orang yang dekat
dengannya.”
“Justru orang yang dekat dengannya itu kamu!”
“Ku dipikir–pikir kembali, rumor–rumor sebelumnya itu seharusnya benar. Seth terjadi insiden
dm Grup Moore, Lorenzo slu mencari kesempatan agar dapat bangkit kembali, sehingga ia
berfokus untuk menyerang Grup Wance.”
“Dengan memanfaatkan hubunganmu dengan Presdir Daniel di masalu, Lorenzo menyuruhmu untuk
menaklukkan Presdir Daniel,lu meracuninya dan membunuhnya dengan cara membakarnya hidup–
hidup. Seth itu, kamu dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil ahli Grup Wance
dengan statusmu sebagai istrinya…”
“Benar, pasti seperti ini.”
“Tracy, hatimu benar–benar licik!”
Para dewan direksi itu bersahut–sahutan menuduh Tracy, merasa seh–h tuduhan mereka itu
benar, logis dan didasari fakta.
Di tengah–tengah keributan itu, orang–orang yang awalnya mendukung Tracy juga mi merasa
bingung. Bahkan, Direktur Toni juga bertanya dengan terkejut, “Tracy, apa sebenarnya yang terjadi?”
Tracy tidakngsung menjskan. Ia hanya menatap ‘Daniel‘ dengan dingin, menunggu responnya.
“Jangan takut, Presdir Daniel.”
Cody dengan berani berdiri memasang badan di hadapan ‘Daniel‘. Ia terlihat seperti seorang pelindung
yang hebat, dengan garang menunjuk–nunjuk Tracy—
“Tracy, sekarang Presdir Daniel th kembali, kami tidak akan mendengarkanmugi. Ku kamu
segera mengembalikan seluruh saham dan aset itu, kami mungkin masih dapat melepaskanmu, ku
tidak…”
“Ku tidak, bagaimana?” Tracy dengan dingin mengangkat alisnya.
“Tentu saja kami akan mpor polisi.” Cody melihat Tracy yang tidak termakan gertakkannya, segera
mengubah strategi, “Kamu th mkukan begitu banyak kejahatan mengerikan, jadi bersiah
menghabiskan sisa hidupmu di penjara.”
“Kebenarannya belum terbukti, polisi juga tidak menyatakan ku aku bersh. Bagaimana kamu bisa
begitu yakin ku aku yang mkukan semua ini?”
Tracy masih menjawab dengan santai, bahkan sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman dingin,
“Bukankah begitu, Suamiku?”
‘Daniel‘ menatapnya panik,lu segera memejamkan matanya, tidak berani mengucapkan sepatah kata
pun.
“Hentikan omong kosongmu.” Sh seorang direktur berdiri, “Untuk membuktikan apa benar ia yang
mkukannya, kita cukupkukan pemeriksaan saja. Segera panggil petugas rumah sakit untuk
mkukan pemeriksaan darah Presdir Daniel, untuk memastikan apa Presdir benar–benar diracuni.
Ku terbukti benar, terutama ditemukan bisa r dm darahnya, maka itu pasti ada kaitannya
dengan keluarga Moore.”
“Benar.”
“Segera panggil Lily datang ke sini. Ia adh dokter Keluarga Wance, pasti terpercaya.”
“Benar, cepat hubungi.”
Beberapa direktur satu per satu menyetujui keputusan ini.
Tanpa mengatakan apapun, Tracyngsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Lily, “Lily, tolong
segera ke kantor. Presdir Daniel mau mkukan tes darah.”
“Baik.”