AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 1541

Bab 1541

    Bab 1541


    Tiga Harta: Ayah Misterius…


    Bab 1541


    “Ini……”


    Saat menghadapi saran yang diberikan orang–orang, “Daniel” tampak sangat kesulitan dan gelisah. Dia


    melihat Tracy dengan hati–hati, sepertinya terdapat sedikit ketakutan di sorot matanya.


    “Mari kita pergi ke ruang rapat dulu.” Tracy berkata.


    Sebagian kecil orang berjn ke arah ruang rapat dengan patuh, sedangkan sebagian besar orang


    melihat reaksi “Daniel“.


    “Ya, pergi ke ruang rapat dulu.” “Daniel” menyetujuinya.


    Pada saat ini, barh Cody dan yanginnya memasuki ruang rapat dengan patuh


    “Skan, Presdir Daniel.” Tracy menatap “Daniel” dm–dm.


    “Daniel” tidak berani melihatnya, memasuki ruang rapat denganngkah lebar.


    “Presdir Daniel!”


    “Presdir Daniel!”


    Di ruang rapat besar, puluhan pemegang saham dan eksekutif senior berdiri dan menyapa saat melihat


    “Daniel“.


    Awalnya mereka mengira Daniel tewas dm kebakaran. Sekarang melihatnya baik- baik saja, semua


    orang sangat bersemangat, ada juga orang yang sudah meskan


    air mata……


    Saat melihat adegan ini, “Daniel” merasa sedikit tersentuh. Ini adh satu–satunya momen di mana dia


    merasa statusnya sangat membanggakan saat menjadi seorang Daniel Wance!


    “Semuanya tidak perlu sungkan. Skan duduk.”


    “Daniel” menyapa para pemegang saham dan eksekutif senior.


    “Presdir Daniel, Anda juga duduh.” Cody menunjuk ke posisi Presdir secara


    khusus.


    Content ? N?velDrama.Org.


    Akhir–akhir ini, kursi kulit hitam yang mmbangkan status Presdir terus diduduki oleh Tracy.


    Sekarang, Cody dan yanginnya khawatir Tracy akan terus memegang kendali, maka sangat tidak


    sabar untuk mengembalikannya pada Daniel.


    “Daniel” tidak duduk, minkan melihat Tracy, ekspresinya tidak tenang.


    “Untuk apa melihatku?” Tracy berkata sambil tersenyum, “Duduh!”


    “Kamu saja yang duduk.”


    “Daniel” bukan hanya tidak berani duduk, bahkan menarik kursi dan memperskan Tracy untuk duduk.


    Sikapnya yang rendah hati membuat orang–orang yang hadir semakin kesal.


    Sebagai Presdir Grup Wance dan pemimpin Keluarga Wance, dia adh seorang yang bermartabat


    dan berstatus tinggi. Sekarang mh begitu tidak berpendirian? Sikap macam apa itu?


    Tracy menatap “Daniel” dm–dm. Sekarang dia th menyadari apa rencananya, berpura–pura


    untuk mendapatkan simpati orang–orang. Ini adh trik yang mengorbankan diri sendiri untuk


    memenangkan hati semua orang.


    “Ada apa denganmu?” Tracy tersenyum, mengulurkan tangan, menekannya untuk duduk di kursi, “Ini


    memang posisimu.”


    Kelihatannya sangat biasa, tapi kenyataannya, tenaga Tracy tidah kecil.


    “Daniel” dipaksa untuk duduk di kursi Presdir, ia sedikit panik untuk sesaat. Dia mendongak dan melihat


    ke arah para pemegang saham dan eksekutif senior, tatapannya takut dan cemas.


    Pada saat ini, ada sebagian orang yang sudah tidak tahan, ada yang wajahnya memerah karena


    menahan emosi, ada yang kesal karena merasa tidak adil sampai ingin memukul meja, juga ada


    beberapa yang berbisik–bisik……


    Ada juga beberapa orang yang menatap Direktur Toni, berharap dia bisa mengatakan


    sesuatu.


    Dari Daniel masuk ke ruang repat sampai sekarang, Direktur Toni terus mengamatinya. Dia merasa ada


    sesuatu yang aneh, tapi tidak bisa menjskannya……


    Ku tidak mengenal Tracy, dia akan sama seperti para pemegang sahaminnya yang curiga bahwa


    Daniel ditekan oleh Tracy. Tapi dia percaya bahwa Tracy tidak akan berbuat seperti itu……


    Karena itu, dia masih memperhatikan, tidak tahu trik apa yang dimainkan oleh sepasang suami istri itu.


    “Presdir Tracy……” Pada saat ini, Winnie masuk dengan tergesa–gesa, mendekat ke telinga Tracy,


    bertanya dengan suara rendah, “Ada wartawan yang menunggu di luar, ingin bertanya kapan kalian


    punya waktu luang sma lima menit untuk


    diwawancara?”


    “Tunggu sebentar.” Tracy menjawab,lu berkata pada “Daniel“, “Apa kamu merasa tidak enak badan?


    Mengapa tidak bicara?”


    “Kamu saja yang bicara.”


    “Daniel” tampak khawatir dan gelisah, bahkan sepertinya tidak berani bicara.


    Tracy mengerutkan kening, terdapat api amarah di sorot matanya, tetapi dia menekan amarahnya


    dengan sangat cepat, tersenyum dan berkata, “Sungguh menyulitkanmu, tubuhmu sangat tidak nyaman,


    tapi masih memintamu untuk datang menghadiri rapat.”


    Kemudian, dia berkata pada Winnie, “Biarkan para wartawan masuk,kukan wawancara secara


    langsung.”


    “Baik.”
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul