Bab 1517
Bab 1517
Tracy berdiri di depan kamar mandi, sambil melihat jam tangannya. Mendengar suara air dari dm
kamar mandi, dia menunggu waktu yang tepat untuk masuk…
Waktu berjn sedikit demi sedikit, sudah lima menit, seharusnya pria itu sudah membuka bajunya.
Tracy mengambil sebuah handuk,lu masuk ke dm…
Di tengah–tengah uap air, bayangan punggung pria itu terlihat sangat tinggi menjng, masih ada aura
liar yang tak terkontrol.
Mengenai tato kep serig di pinggang itu, meskipun tertutup oleh uap air, tetapi tetap bisa terlihat
dengan sangat js.
Dia memang Daniel!
Tracy tertegun, ‘Bagaimana mungkin??‘
‘Mengapa tatonya bisa sama persis?’
‘Mungkinkah dia sungguh adh Daniel yang sebenarnya???‘
“Istriku…”
Tiba–tiba “Daniel” berbalik badan,lu mengulurkan tangan dan hendak memeluk Tracy.
Tracy segera menghindar dengan waspada,lu dengan cepat melesat pergi, “Kamu mandh yang
benar. Aku mau lihat buburnya sudah matang atau belum…”
“Istriku…”
“Daniel” menarik Tracy dan tidak membiarkannya pergi, menekannya di tembok,lu mendekat untuk
menciumnya…
Tracy menk, dia menolehkan wajahnya untuk menghindari ciuman pria itu,lu berseru marah,
“Lepaskan aku!”
“Kamu adh istriku. Aku bisa menciummu sesuka hatiku.”
“Daniel” masih mendekat tanpa tahu malu, kedua tangannya mencengkeram pergngan tangan Tracy.
Tracy meronta, tetapi tidak bisa melepaskan diri. Di bawah kepanikan, dia pun menendangkan lututnya
dengan kuat.
“Ahhh!!!!!”
“Daniel” membungkuk, sambil memegang tubuh bagian bawahnya, dengan ekspresi sangat kesakitan
hingga
memucat.
“Rasakan!” Tracy mendorongnya dengan dingin,lu pergi dengan marah.
Saat keluar dari kamar, Tracy melihat Bibi Riana mondar–mandir dengan tidak tenang di depan pintu.
Dia pun mengatur suasana hatinya,lu memanggil, “Bibi Riana, ada apa?”
“Tadi aku baru selesai membuat bubur putih dan bersiap mengantarnya. Namun, aku mendengar
sepertinya Tuan Daniel berteriak di dm. Apa kalian bertengkar?”
Content ? N?velDrama.Org 2024.
Bibi Riana merasa sedikit canggung, tetapi juga sedikit khawatir.
“Tidak…” Tracy mengambil bubur putih itu, “Baih, aku akan membawanya masuk. Bibinjutkan
kesibukanmu saja.”
“Baik, baik.” Bibi Riana tidak berani banyak bicara dan buru–buru pergi.
Tracy kembali masuk ke dm kamar sambil membawa bubur putih itu. Dia meletakkannya di meja
kecil,lu berbicara kepada “Daniel” yang berada di dm kamar mandi, “Selesai mandi, keluah untuk
makan bubur. Mi hari ini, setiap hari kamu hanya boleh makan bubur putih. Sehari tiga kali
semangkuk bubur putih, ditambah sepiring kecil sayur zaitun. Seth memakannya sma dua bn
berturut–turut, kondisi pencernaanmu akan membaik.”
“……” “Daniel” keluar dari kamar mandi dengan berbalutkan handuk,lu buru–buru berkata, “Kamu
tidak akan sekejam itu, ‘kan?”
“Dulu kamu juga seperti ini.” Tracy sangat lugas, juga sangat tegas, “Sebelumnya, kamu bahkan
memakannya sma hampir 3 bn, tanpa ada sayur pendamping.”
“Kamu…”
Tanpa memedulikan pria itu, Tracyngsung menelepon dan berpesan kepada Bibi Riana, “Bibi Riana,
mi hari ini, sin bubur putih, Daniel tidak boleh memakan apa pun. Oh ya, juga tidak boleh
membiarkannya minum bir dan minumanin, hanya boleh minum air putih.”
“Nanti merepotkan Bibi menyuruh orang kemari untuk membereskan konter bar kecil yang ada di dm
kamar. Semua minuman beralkohol harus dibawa pergi, hanya boleh meninggalkan air mineral.”
“Baik, Nyonya Tracy.” Bibi Riana buru–buru merespons, “Kapan mau mi dibereskan?”
“Satu jamgi.” Tracy melihat jam tangannya, “Seth dia selesai makan bubur,kukah seth
membereskan pertan makannya.”
“Baik, Nyonya Tracy.” Seth mengakhiri panggn, Tracy menatap “Daniel” sambil tersenyum,lu
berkata dengan serius, “Demi kesehatanmu, kamu harus mendisiplinkan dirimu. Dulu kamu bisa
mkukannya, sekarang juga pasti bisa mkukannya!”
“Cepah makan. Selesai makan, berpakaiah. Nanti Bibi Riana akan membawa pyan untuk
membereskan konter bar kecil.” Tracy mendesak, “Sekarang aku mau mengurus urusan kantor. Nanti
saat Amanda datang, aku akan menemanimu menjni pengobatan.”
Selesai bicara, dia pun keluar…
Melihat bubur putih di hadapannya, ekspresi “Daniel” terlihat sangat menderita. Memikirkan nanti masih
harus menjni pengobatan, dia merasa semakin menderita. Namun, demi rencananya, dia pun hanya
bisa memaksakan diri untuk mkukannya……