Bab 1510
Tiga Harta: Ayah Misterius…
Bab 1510
“Papi…” Suara Carles tercekat, “Itu semua karena Carles telu nakal dan membuatmu khawatir. Kk
Carles
akan patuh dan menjaga adik dengan baik. Papi harus sembuh, pasti akan membaik.”
Mendengar kata-kata ini, tatapan Daniel sedikit berubah…
“Buhuhu…”
Ketiga bocah juga merasa sedikit bersh, menundukkan kep, dan meminta maaf, “Paman, maaf,
Paman sakit dan terluka, kami seharusnya tidak bermain denganmu.”
“Iya, kami yang sh, kk tidak akan seperti inigi.”
“Kami akan bermain kudagi seth Paman sembuh.”
“Paman, jangan marah, kami tidak akan mengadu pada bibi.”
“Aku juga tidak akan meminta Papi untuk bermain tinjugi.”
Ketiga bocah semuanya meminta maaf, sedangkan Carlos yang menyaksikannya, merasa agak rumit.
“Hehe…….”
Daniel tersenyum, mengulurkan tangan dan mengusap kep kecil mereka bertiga, ingin mengatakan
sesuatu, tapi dia sepertinya tidak tahu harus berkata apa.
“Oke, Carles, Tini, Wini, Biti, ayo keluar, jangan ganggu waktu istirahat Papi.” Carlos akhirnya angkat
bicara, “Papi sakit dan butuh ketenangan.”
“Iya.” Carles dengan cepat melepaskan Daniel dan mngkah ke samping dengan hati-hati, “Papi,
istirahah, aku akan menjaga adik-adik dengan baik, tidak akan mengganggumugi.”
“Paman tidak perlu melihat kami, kami sangat penurut.”
Tini, Wini, Biti agak kesal.
“Eh…”
“Carlos Carles, Tini, Wini, Biti!” Pada saat ini, Pa berteriak di luar, “Kakek Sanjaya datang untuk
menjemput kalian, cepah keluar.”
“Kenapa Kakek Sanjaya datang menjemput kita?”
Ketiga bocah segera beri keluar.
“Kakek Sanjaya ingin menjemput kalian dan tinggal bersamanya, agar paman bisa istirahat di rumah.”
Dia menjskan dengan senyum dingin, “Kakak sudah mengemasi barang-barangmu. Ayo, kita makan
camn,lu berangkat.”
“Apa kak Carlos juga pergi?”
“Pergi, Carles dan aku akan pergi.” Carlos menjawab,lu berkata kepada Daniel, “Papi, kami akan
tinggal bersama Kakek Sanjaya beberapa hari, Papi bisa beristirahat di rumah.”
“Oke, kalian bersenang-senanh.”
Daniel benar-benar mendapatkan apa yang diinginkannya dan kegembiraannya hendak meluap.
“Papi, jangan khawatir, kami akan kembali seth beberapa harigi.” Carles dengan enggan
mengucapkan smat tinggal padanya.
“Kalian bisa bermain beberapa hari lebihmagi …” Daniel hampir berkata, kemudian mengubah kata-
katanya, “Temani Kakek Sanjaya lebihma.”
“Iya, sampai jumpa Papi!”
“Sampai jumpa!”
“Sampai jumpa, Paman!”
“Sampai jumpa!”
Beberapa anak mmbaikan tangan kepada Daniel, kemudian mengikuti Pa ke bawah untuk makan
camn.
Cecil dan yanginnya membawa barang bawaan kelima anak ke bawah dan meminta pengawal
memasukkannya ke dm mobil dulu.
Belongs ? to N?velDrama.Org.
Daniel berdiri di koridorntai dua, melihat anak-anak pergi, dia mengh napas panjang.
“Tuan Daniel!”
Pada saat ini, kursi roda Sanjaya didorong oleh pengawalnya dan berkata dengan prihatin, “Aku akan
membawa anak dan tinggal beberapa hari, Anda bisa beristirahat dengan tenang dan menghabiskan
waktu berdua dengan Nona Tracy, dia th bekerja telu keras akhir-akhir ini, habiskan lebih banyak
waktu dengannya.”
“Oke, sudah pasti.” Daniel sangat senang, “Paman Sanjaya, terima kasih!”
“Sama-sama, sudah seharusnya, Tuan Daniel, tentang mash perusahaan…”
“Kita bicarakan mash perusahaan besok saja. Aku sangat lh. Aku kembali ke kamar untuk istirahat
dulu.”
“Baih ku begitu, smat istirahat.”
Sanjaya merasa dia tampaknya dengan sengaja menghindari dirinya dan hatinya merasa sedikit aneh.
Dulu Daniel slu peduli dengan perusahaan. Bahkan jikangit runtuh, dia tetap akan menangani
mash bisnis dulu.
Tapi sekarang, dia sepertinya tidak peduli tentang hal itu…
Namun, kesehatannya memang memburuk, juga mengmi insiden kebakaran, ia baru saja kembali
dari
gerbang neraka. Sekarang dia tidak ingin berpikir apa-apa, hanya ingin ketenangan, bisa dimengerti…
Sanjaya tidak telu memikirkannya,lu pergi bersama anak-anak. Sebelum pergi, dia memberi tahu
Bibi Riana dan Thomas untuk merawat Daniel dengan baik…