AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 1503

Bab 1503

    Bab 1503


    Bab 1503


    “Minum beberapa gs anggur, tidak akan mati. Jika tidak minum, racun dm tubuh juga tidak akan


    hng.”


    Daniel tersenyum pahit, kata–katanya penuh dengan kesedihan.


    Mendengar kata–kata ini, Tracy tiba–tiba melembutkan hatinya, memeluknya dengan cepat dan berkata


    dengan sedih, “Suamiku, aku tidak akan membiarkan apa pun terjadi padamu, aku pasti akan cari cara


    untuk menymatkanmu, pasti bisa.”


    Daniel mengangkat tangannya untuk melingkarkan lengan di pinggangnya, tpak tangannya yang


    besar pehanhan bergerak di pinggangnya, hasrat pehan muncul di matanya…


    Tiba–tiba, dia menekan Tracy ke sofa dan membungkuk untuk menciumnya.


    “Suamiku, kamu…” Tracy sedikit terkejut.


    “Tok, tok, tok!”


    Pada saat ini, tiba–tiba ada suara ketukan di pintu luar.


    Daniel terpaksa berhenti, mengerutkan kening, dan bertanya, “Ada apa?”


    “Papi, papi sudah png?”


    Terdengar suara antusias Carles, kemudian Carlos berkata dengan penuh semangat, “Ini suara papi,


    sungguh…”


    “Anak–anak sudah png.” Tracy buru–buru mendorong Daniel menjauh, merapikan pakaiannya, dan


    bangkit berdiri untuk membuka pintu, “Carlos, Carles!”


    “Mami, apa Papi benar–benar sudah png…”


    Tepat saat Carles hendak bertanya, dia melihat Daniel di bkang Tracy, dia sangat bersemangat


    hingga bergegas dan melemparkan dirinya ke pelukan Daniel: “Papi!”


    “Papi…”


    Carlos juga hendak menerkam, tapi tiba–tiba berhenti.


    Dia menemukan bahwa saat Carles bergegas, Papinya tidak penuh kegembiraan dan cinta seperti


    sebelumnya, tapi mengerutkan kening dan tampak bosan.


    Tapi ekspresi mikro itu hanya sesaat dan seketika, dia mengangkat wajahnya penuh senyuman dan


    memeluk Carles dengan lembut, “Carles, anak baik!”


    Carlos merasa ada yang tidak beres, tapi sejenak ia juga tidak tahu apa itu…


    “Carlos, kemarh.” Daniel mengangkat kepnya dan menatap Carlos sambil tersenyum.


    “Papi.” Carlos berjn pehan dan menatapnya dari atas ke bawah, “Apa Papi baik–baik saja? Ke


    mana saja


    Papi beberapa hari ini? Kami semua mengkhawatirkanmu.”


    “Sesuatu terjadi pada Papi, tapi sekarang sudah tidak apa–apa, jangan khawatir.”


    Daniel menepuk kep kecil kedua anaknya, terlihat sangat menyayangi mereka.


    Tapi Carlos slu merasa agak aneh, seh–h sorot mata Papinya tidakgi sama, terasa agak


    asing…


    “Papi, kukira aku tidak akan pernah bisa melihatmugi.” Carles memeluk Daniel dan menangis penuh


    ingus dan air mata, “Aku kaget setengah mati.”


    “Bukankah Papi sudah kembali?” Daniel menepuk punggung Carles dan menghiburnya dengan lembut,


    “Oke, sayang, jangan menangis.”


    Dia dengan lembut mendorong Carles menjauh, tapi ingus Carles mes di tangannya, alisnya segera


    berkerut dan rasa kesal naluriah muncul di matanya…


    Carlos menatap Daniel dengan linglung, pertanyaan yang tak terhitung juhnya tiba–tiba muncul di


    benaknya–?


    Dulu Carles dan Ca sering mengotori Papinya dengan ingus, air mata, dan bahkan sisa makanan, tapi


    Papinya hanya tersenyum manis dan menyekanya dengan tangannya.


    Meskipun Papi terobsesi dengan kebersihan, tapi dia sama sekali tidak pernah jijik dengan mereka.


    “Lihah dirimu, menangis seperti ini.” –


    Tracy memeluk Carles dan menyeka air mata dan ingusnya dengan tisu.


    Daniel mengambil handuk basah dan dengan hati–hati menyeka punggung tangannya.


    “Papi…” Carles masih ingin memeluk Daniel.


    Daniel sedikit mengernyit, tapi tidak menk Carles mendekatinya.


    “Sudah, Carles.” Tracy melirik Daniel dan membujuk Carles dengan lembut, “Papi masih terluka,


    berhati- hath, jangan sampai terkena lukanya.”


    “Oh ya, aku hampir lupa.” Carles dengan cepat mundur, “Maaf, Papi, apa aku menyakitimu?”


    “Tidak, tidak apa–apa.” Daniel mengangkat sudut bibirnya, “Anak baik, ayo keluah dan bermain.”


    Belongs ? to N?velDrama.Org.


    “Tapi aku punya banyak hal yang ingin aku katakan pada Papi.” Carles memandang Papinya dengan


    enggan.


    “Kita bicarakan besokgi saja.” Tracy membujuknya, “Papi baru saja kembali dari rumah sakit dan perlu


    istirahat.”


    “Baih.” Carles mengangguk, bangkit berdiri, dan pergi.
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul