Bab 1493
Bab 1493
Oleh karena adanya dukungan Jeff, maka Naomi dan Pa menjadi lebih percaya diri.
Terutama Naomi, dia tahu betul, pasti Lorenzo yang mengutus Jeff untuk membantu, meskipun gaya
bicaranya slu dingin, tapi di bkang, dia diam-diam menjaga Tracy.
Konferensi pers yang diumumkan lebih dari satu jam lebih awal, media massa terkenal saat ini th
berkumpul di Kota Bunaken dm waktu singkat.
Anehnya, seh-h semua orang sudah siap, media massa yang biasanya tidak berada di Kota
Bunaken tiba di Grup Wace dm waktu satu jam.
Bangku di niang konferensi besar terisi penuh, semua reporter dan fotografer dengan sabar menunggu
kedatangan Tracy.
Tracy berdandan sederhana, berganti setn putih yang elegan, datang ke a dengan tenang.
Segera, semua kamera menghadap ke arahnya dan memotret tiada henti.
From N?velDrama.Org.
Tracy duduk di panggung dan tidak ada orangin di sebhnya, karena opini publik kali ini ditujukan
untuk mash pribadinya, jadi Sanjaya dan Direktur Toni tidak leluasa untuk hadir di sana.
Hanya bisa menonton adegan ini dengan gelisah di kantor mlui kamera CCTV.
“Permisi, seharusnya memanggil Anda Presdir Tracy atau Nyonya Wance?”
Entah media mana yangngsung mengajukan pertanyaan dengan nada sarkasme.
“Karena ada di kantor, panggil saja Presdir Tracy.” Tracy menatap reporter dengan mata tajam, “Kamu
Derick, reporter dari Majh Metropolis Kota Bunaken, ‘kan?”
“Ugh…” Reporter itu tercengang. Dia tidak menyangka Tracy bisa mengenalinya dan memanggil
namanya. Meskipun di punggung fotografer ada logo Majh Metropolis Kota Bunaken, tapi namanya
tidak tertulis.
Dia melirik lencana di dadanya, juga tidak tertulis namanya.
“Jika aku tidak sh ingat, siaran pers perusahaan kalian di Inte mempertanyakan keberadaan
suamiku,
*kan?”
Tracy tahu betul bahwa media resmi formal semacam ini tidak akan berbicara sembarangan, tapi setiap
kali mereka berbicara, mereka akan menemukan san yang terdengar sarkastik, seh-h sedang
mencari keadn.
“Benar.” Reporter itu dengan cepat tersadar dari keterkejutannya dan bertanya dengan rasional, “Belum
lama ini, Tuan Daniel mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan pernikahannya, tapi tidak
mengundang media pada hari pernikahan,lu komunikasingsung terputus.
Sekarang, kami tiba-tiba menerima berita bahwa Tuan Daniel kehngan nyawa dm kebakaran. Ini
benar- benar mengejutkan. Presdir Tracy, apakah Anda punya penjsan untuk hal ini?”
“Kenapa aku perlu menjskan mash ini kepada kalian?” Tracy bertanya balik, “Apakah aku perlu
memberitahu kalian tentang urusan keluargaku?”
“Perkataan Presdir Tracy terasa agak sedikit keteluan.” Reporter itu tidak memberi toleransi.
“Iya, iya.”
Seketika, media massainnya mi mempertanyakan kematian Daniel-
“Keamanan rumah Wance slu nomor satu. Ada 18 pengawal di sekitar Tuan Daniel setiap saat.
Kenapa bisa terjadi kebakaran? Bahkan jika terjadi kebakaran, kenapa dia satu-satunya yang
kehngan nyawa dm
kebakaran? Ini sungguh aneh…”
“Dikabarkan bahwa kebakaran ini ada hubungannya dengan Presdir Tracy, apakah benar?”
“Lagip, kenapa Tuan Daniel mendapat musibah dan Grup Wance diserahkan kepada Anda untuk
mengelnya? Memangnya bukan menjadi tanggung jawab bawahannya?”
“Ada desas-desus bahwa Tuan Daniel mengalihkan semua aset dan saham kepada Anda sebelum
kebakaran? Ini bahkan lebih aneh, seperti asuransi yang baru saja dibeli untuk suami dan suami
mendapat musibah, seth itu, semua uang pertanggungan masuk ke kantong istri….”
“Iya, iya, ini bahkan lebih aneh dari acara TV.”
Tepat seth Tracy baru mengucapkan satu kalimat, dia diserang dan diinterogasi oleh ratusan media
massa pada saat yang bersamaan. Dia sama sekali tidak ada kesempatan untuk membantah. Semua
keraguan ini memuncak di a, suasana menjadi semakin kaku.
Tampaknya ini bukan konferensi pers, tapi pertemuan kritik untuk mengecam Tracy.