Bab 1447
Bab 1447
“Ada apa? Biti?” Tracy buru–buru berjn ke sana untuk memeluk Biti, “Sudahrut mm, mengapa
tidak tidur?”
“Aku mimpi buruk, takut…” Biti memeluk leher Tracy, menempel di tubuhnya, berkata sambil menangis,
“Bibi aku merindukan Mami.”
“Biti, anak baik, Bibi pikirkan cara untuk mencari Mami ya, akan menemukannya dengan sangat cepat.”
Tracy menghibur Biti dengan lembut, “Kita kembali ke kamar ya, anak baik!”
Tracy menggendong Biti kembali ke kamar, meletakkannya di atas ranjang, memakaikan selimut
untuknya, Biti tiba–tiba melihat foto itu, bertanya dengan penasaran: “Eh, apa ini?”
“Ini foto…” Saat Tracy menjawab, Biti sudah mengulurkan tangan kecilnya untuk mengambil foto itu,
melihat dengan teliti, “Ini, ini… Sepertinya adh…”
Matanya terblak, berteriak dengan terkejut, “Ini Mami!”
“Ah…” Tracy tercengang sejenak, berkata sambil tersenyum, “Bagaimana mungkin ini Mamimu? Ini
adh seorang anak lki.”
“Bukan, ini Mami, ini Mami.”
Biti masih mengngi kata–kata ini, menatap foto itu dengan sepasang mata yang jernih.
“Sudah, sudah, jangan ributgi.” Tracy tidak menganggap penting kata–katanya, “Anak baik, cepah
tidur!”
Seth mengatakan itu, dia berdiri dan memakaikan selimut untuk Biti, kemudian hendak mengambil
foto itu, tetapi Biti tidak mau melepaskan foto itu, “Ini adh foto Mami. Bibi, apa foto ini boleh untukku?”
“Biti, anak baik, foto ini sangat penting bagi Bibi, Bibi tidak bisa memberikannya padamu.” Tracy menarik
fotonya dengan ringan, “Sudah, cepah tidur!”
“Tapi…”
“Ssttt~” Tracy memberi isyarat tangan agar dia tidak membangunkan Tini dan Wini.
Biti hanya bisa mengerucutkan bibirnya dengan sedih, tidur dengan patuh.
Tracy mencium dahi Biti, berdiri dan pergi, saat menutup pintu kamar, masih mmbaikan tangan
dengan lembut pada Biti, memberi isyarat padanya untuk tidur.
Biti membuka matanya yang besar dan jernih, mengingat foto itu tanpa mengedipkan mata, matanya
berlinang air mata.
Tracy mengambil foto dan hendak kembali ke kamar, tetapi menemukan sosok kecil sedang berada di
depan pintu, sepertinya sedang menunggunya.
“Carlos!” Tracy berjn ke sana denganngkah besar, “Kenapa kamu juga belum tidur?”
“Tidak bisa tidur.” Carlos menatap Tracy dengan sedih, matanya masih ada bekas air mata dan masih
memerah, “Mami, apakah kondisi Papi sangat gawat?”
Tracy menundukkan kep, tidak tahu harus berkata apa.
“Aku sungguh tidak berguna, tidak bisa menemukan Paman.….” Carlos sangat putus asa, matanya
berlinang air mata, “Jika aku bisa menemukan Paman, mungkin Papi sudah bisa dismatkan.”
“Ini tidak ada hubungannya denganmu.” Tracy memeluk Carlos, menghiburnya dengan sedih, “Kamu
masih kecil, kamu bisa mkukan sampai begini itu sudah sangat luar biasa.”
“Tapi…..”
“Jangan khawatir, Mami sedang memikirkan caranya, Mami pasti bisa menymatkan Papi.” Tracy
mengeluarkan foto itu untuk menghiburnya, “Lihah, Mami sudah menemukan foto Tabib Dewa,
sekarang sudah mengirim ng datanya ke Thomas, Mami yakin sangat cepat akan ada petunjuknya.”
“Foto apa? Coba aku lihat.” Carlos mengambil foto itu dan melihatnya dengan teliti, “Apa Tabib Dewa
begitu muda? Kelihatannya seperti seorang kakak perempuan kecil.”
“Bagaimana bisa seorang kakak perempuan kecil? Js–js ini adh kakak lki kecil.” Tracy
tersenyum, “Ini foto yang dipotret saat Tabib Dewa masih remaja.”
“Sh, ini adh anak perempuan.” Carlos berkata dengan menunjuk foto itu, “Meskipun rambutnya
pendek, mengenakan pakaian yang seperti lki, tapi coba Mami lihat sepatunya…”
Tracy mendekat dan melihatnya dengan teliti, memang benar, Tabib Dewa yang di dm foto itu
memakai sandal, juga ada sekuntum bunga di atas sandalnya…
N?velDrama.Org holds ? this.
“Tidak hanya sepasang sepatu ini, rangka tngnya juga seperti wanita.” Carlos sangat yakin, “Apa
Mami th sh mengambil foto? Atau Tabib Dewa memang adh seorang wanita?”