Bab 1431
Bab 1431
“Bagus sekali!”
Semua orang sangat gembira saat mendengar kabar baik ini.
Ca bertepuk tangan sambil tertawa dan menangis, berkata dengan tersedak: “Bagus sekali, akhirnya
Papi dan Mami akan menikah!”
“Haha, aku akan menjadi anak pertama di ks yang menghadiri pernikahan orang tua sendiri.” Carles
sangat bersemangat saat memikirkan hal ini, mi membayangkan detailnya, “Aku akan mengundang
semua pacarku untuk menghadiri acara pernikahan!”
Carlos tidak bicara, hanya melihat Papi dan Mami dengan mata berkaca–kaca, wajahnya penuh dengan
senyum bahagia. Dia sudahma menunggu hari ini……
Ketiga bocah cilikin sedang duduk di atas batu untuk melihat kembang api. Saat mendengar kabar ini,
mereka memblakkan mata dengan penasaran,lu bertanya pada Pa dengan suara manja: “Kak
Pa, apa itu menikah?”
“Menikah adh…..” Pa berpikir sejenak,lu menjskan, “Itu adh kedua orang ingin bersama
seumur hidup, tidak berpisah untuk smanya.”
“Wah. Ku begitu, apakah aku, Wini, dan Biti juga boleh menikah?”
Tini memegang dagu, bertanya dengan penasaran.
“Tidak, tidak……” Pa segera menjskan, “Menikah adh antara pria dan wanita dewasa yang
saling menyukai, saling membuat janji untuk bersama seumur hidup!”
“Oh~~” Ketiga bocah cilik terlihat sangat penasaran. Wini juga bertanya, “Ku begitu, apakah Papi dan
Mami kami juga boleh menikah?”
“Tentu saja boleh, asalkan mereka bersedia.” Pa berkata sambil tersenyum.
“Sepertinya Papi tidak menyukai kami.” Tini sedikit sedih saat memikirkan hal ini, “Papi dan Mami slu
bertengkar.”
All content is property ? N?velDrama.Org.
“Mereka tidak berciuman dan berpelukan seperti Bibi dan Paman. Sepertinya hubungan mereka tidak
begitu baik.” Wini juga sedikit sedih, “Ku begitu, apa mereka tidak akan menikah?”
“Mami tidak akan menginginkan Papi, huh.” Tiba–tiba Biti berkata, “Papi sangat gk, tidak bisa
tersenyum. Mami begitu manis, seharusnya menikah dengan orang yang lebih manis!”
“Benar…..”
Ketiga bocah cilik mi menghitung dengan jari siapa saja yang lebih cocok menikah dengan Maminya.
Pa yang mendengar di samping tidak tahu harus tertawa atau menangis.
Kembang api masih bermekaran dingit. Cahaya yang indah menambahkan sedikit kebahagiaan dan
kegembiraan pada mm yang indah ini.
Daniel dan Tracy saling berpelukan erat di bawahngit yang dipenuhi kembang api.
Semua kebencian dan dendam di masalu sudah menghng bersama angin. Sekarang, mereka
hanya ingin saling menghargai satu samain, menghargai momen yang indah ini……
Mm ini, Daniel dan Tracy berintiman dengan penuh gairah, sangat berharap bisa menjadi satu.
Di dm kamar, cahayampu yang intim, suara napas yang terengah–engah, juga bayangan yang
saling terjalin di dinding, seperti sebuah lukisan yang indah, merekam cinta mereka.
Hingga tengah mm, barh Daniel berhenti, memeluk Tracy, menciumnya dengan penuh cinta.
“Apakah lh?” Tracy memegang wajahnya dengan lembut.
“Bodoh, mana mungkin bisa lh?”
Daniel menggigit bibirnya dengan lembut, sangat ingin menjadi satu dengannya.
“Dokter bng kamu tidak boleh kelhan…….” Tracy sangat cemas, “Cepat tidur.”
“Baru dua kali……” Daniel masih belum puas, tpak tangannya yang panas meraba tubuh Tracy
dengan lembut, “Masih mau~~~”
“Tidak boleh……” Tracy segera menghentikan tangannya, “Lukamu masih belum sembuh, tidak boleh
kelhan. Kita sudah mkukannya sepanjang mm…… Um……”
Tracy belum selesai bicara, mh dihentikan oleh ciuman Daniel yang liar dan panas.
Daniel berbalik dan menindihnya, menyelimutinyagi dengan api cintanya yang panas…….
“Um, um, um……” Tracy ingin mendorongnya, tapi tidak berani telu kuat.
“Satu kali saja~~~” Daniel menggigit lehernya, bergumam dengan lembut, “Satu kaligi,lu aku akan
melepaskanmu……
“Tapi, tubuhmu……” Suara Tracy menjadi lembutgi.
“Bodoh, ku kamu bekerja sama sedikit, maka aku tidak akan lh……” Daniel membimbingnya,
“Yang patuh, naih!!”