Bab 1429
Bab 1429
“Sebenarnya tidak perlu begitu bersusah payah, yang penting ada makanan, tidak mash siapa yang
membuatnya.”
Daniel melihat Tracy dengan tatapan penuh kasih.
“Aku hanya ingin membuatkannya untukmu.” Tracy sengaja membantahnya, “Tidak boleh??”
“Boleh, boleh! Kamu boleh mkukan apa pun.”
Sekarang tabiat Daniel sudah jauh lebih baik, tidak begitu otoritergi seperti dulu. Hidupnya terbatas,
dia tidak ingin menghabiskan waktunya yang sedikit itu untuk bertengkar.
Dia berharap Tracy tinggal di sisinya dengan gembira. Asalkan Tracy gembira, dia pun gembira….
“Aku ingin mendiskusikan sesuatu denganmu.” Tracy melirik Naomi, Ryan, Pa, dan Hartono yang
duduk di samping,lu berbisik pada Daniel, “Aku sudah menyetujui kedua pasangan ini. Kamu tidak
keberatan, ‘kan?”
“Kamu saja sudah setuju, mana berani aku keberatan?” Daniel tampak tidak berdaya, “Sekarang
kamh tuan rumah V Sisi Stan dan V Sisi Utara!”
“Hahaha………..” Tracy tertawa dengan bangga, “Dilihat dari gayamu, sepertinya kamu tidak setuju.”
“Kamu harus menunjukkan ketulusan, barh aku bisa menerimanya dengan senang.” Daniel sengaja
memancingnya.
“Ketulusan apa yang kamu inginkan!” Tracy tidak mengerti dm sesaat.
“Menurutmu?” Daniel mendekatinya dengan mesra, satu tangannya menggosok lengannya dengan
lembut.
“Kamu…….” Tracy bereaksi, segera menghindarinya, berkata dengan tegas seperti menghadapi musuh
besar, “Sekarang kamu belum sembuh, tidak boleh berpikir sembarangan.”
ConTEent bel0ngs to N?v(e)lD/rama(.)Org .
“Aku sangat baik.”
Daniel meraih tangannya dan menekankannya di dadanya sendiri, membuatnya merasakan detak
jantung yang kuat.
“Jangan bercanda.” Wajah Tracy sedikit merah, “Banyak orang yang melihat.”
“Aku akan membereskanmu seth kembali ke kamar.”
Daniel mencubit pipinya,lu terus makan.
Mm ini, semua orang sangat senang, para pyan dan pengikut minum sedikit anggur.
Seth selesai makan, anak–anak bermain di samping. Pa dan Hartono menjaga mereka bersama–
sama, tapi mereka mh saling mencuri pandang.
Ryan menjaga Naomi dengan penuh perhatian, tapi senantiasa mendongak untuk melihat apakah ada
instruksi dari Daniel.
Daniel merasa dia akan kelhan ku seperti itu, maka berkata padanya: “Tugasmu mm ini adh
menjaga tamu dengan baik.”
“Baik, Tuan Daniel.”
Ryan sangat bersyukur. Meski Daniel terlihat otoriter, tapi terkadang juga lembut.
“Naomi, bagaimana dengan lukamu?” Tracy bertanya pada Naomi dengan perhatian.
“Sudah pulih. Nona jangan cemas.” Naomi melihat Tracy dengan tersenyum, “Sebaliknya, sepertinya
Anda
kurusan.”
“Masa?” Tracy meraba wajahnya sendiri.
“Dia menjagaku sma beberapa waktu ini, telu lh.” Daniel mengangkat gs untuknya, berkata
dengan bercanda, “Setiap hari menemaniku makan bubur, kparan sampai kurus beberapa kilo.”
“Haha, kamu ingin menuduhku yang sudah menindasmu, ‘kan?” Tracy tertawa,lu segera
mengingatkannya, “Sudah menyusahkanmu karena sudah makan bubur sampai begituma. Kamu
boleh makan apa pun mi hari ini, tapi tetap harus diperhatikan, tidak boleh makan makanan pedas,
makanan fermentasi juga tidak boleh. Oh ya, anggur juga harus minum lebih sedikit…”
“Coba kalian lihat, masih belum tua, tapi sudah begitu cerewet.” Daniel menunjuk Tracy, bertanya pada
Naomi dan yanginnya, “Bagaimana kalian bisa tahan?”
“Nona Tracy sangat baik.” Naomi segera memb Tracy, “Tidak akan ada tuan yang begitu baikgi di
dunia
ini.”
“Tuan Daniel juga sangat baik.” Ryan menambahkan tanpa sadar.
Naomi memelototinya, ‘Apa maksudmu? Untuk hal ini, kamu juga mau bersaing denganku?‘
“Eh……” Ryan segera mengalihkan pandangan, tidak berani melihatnya.
Tracy tertawa saat melihat mereka beradu mulut.
“Semuanya baik, semuanya baik.” Daniel memperbaiki suasana, “Sekeluarga, tidak saling
membedakan.”
“Siapa yang sekeluarga denganmu?”
Tracy berkata dengan gk, tapi mh melihatnya sambil tersenyum.
Daniel meraih bagian bkang kepnya, menariknya ke arahnya, menciumnya dengan ganas…