Bab 1405
Bab 1405
Jejak–jejak ini menandakan sma ini ia terus menerima pengobatan, tetapi Tracy sama sekali tak
menyadarinya.
Hingga penyakitnya kambuh dan penglihatannya tak berfungsi, Tracy baru sadar…
Ketika memikirkan hal ini, Tracy merasa dirinya benar–benar pantas mati. Saat ini penyakit Daniel
benar- benar sudah sangat parah, jika masih dapat disembuhkan maka tak mash.
Jika ia sungguh meninggalkan dunia ini dengan cepat, Tracy tak akan mampu memaafkan dirinya untuk
smanya….
“Nona Tracy, lebih baik aku saja.” Lily takut Tracy akan menyadari sesuatu,lu lekas mencari san,
“Luka di tanganmu masih belum membaik, jika tersentuh air akan merepotkan.”
“Air mengenai luka, palingan luka luarnya saja yang memburuk.” Tracy menarik napas dengan dm
dan berkata dengan suara serak, “Tapi…. nyawanya dm keadaan bahaya. Aku tidak tahu dapat
menjaganya berapamagi.”
Ketika mendengar ucapan ini, Lily panik dm seketika. Ia bertanya dengan tatapan cemas, “Nona
Tracy, Anda… Anda sudah….”
“Aku sudah tahu.” Tracy mendesah dengan sedih, “Seharusnya kalian memberitahuku sejak awal.”
“Bagaimana Anda bisa… Ryan yang memberitahu Anda…”
Lily sangat panik, jika Daniel tahu Tracy mengetahui hal ini, bukankah ia akan mengamuk.
“Bukan dia.” Tracy mencari san, “Aku yang memaksa Amanda. Sin itu, aku juga bukan orang
bodoh. seperti ini, mana mungkin hanya karena pukn vas bunga itu saja?”
“Anda sudah tahu, ku begitu, apa Anda bisa membantu kami menghubungi Tabib Dewa?”
Lily tak memikirkan halin. Sekarang mereka hanya berharap Daniel dapat terus hidup.
“Aku sedang mencari cara.” Tracy membi wajah Daniel dengan lembut, “Aku pasti akan menemukan
Tabib Dewa entah apa pun caranya!”
ConTEent bel0ngs to N?v(e)lD/rama(.)Org .
“Bagus sekali….” Lily sangat berantusias, “Sudah sejak awal aku bng, seharusnya memberitahu Anda
mash ini, hanya Anda yang dapat menemukan Tabib Dewa.”
“Serahkan mash Tabib Dewa kepadaku. Begitu ada petunjuk, aku akan segera terbang ke Negara
Emron.” Tracy menoleh kep berpesan kepada Lily, “Sin itu, seth ia sadar nanti. Kalian anggap
saja aku tak tahu apa–apa, dengan begitu, tidak akan ada beban di dm hatinya.”
“Baik, baik.” Lily lekas menganggukkan kep, “Aku juga berpikir demikian, bagaimanapun Tuan Daniel
adh orang yang menjaga harga diri hingga mati. Jika ia menyadari Anda tahu mash penyakitnya,
takutnya ia tak bisa menerima….”
“Jadi kamu dan Ryan harus berhati–hati dm bicara dan bertindak.” pesan Tracy.
“Paham.” Lily tersenyum pahit, matanya berair, “Sekarang aku akhirnya bisa lega, ku tidak,
perkhian Anda dan Tuan Daniel akan mempengaruhi kesehatannya.”
“Kedepannya tidak akangi….”
Tracy menangkup wajah Daniel dan mengusap bibirnya yang kering. Hatinya sangat sedih, ia
bersumpah di dm hatinya, kedepannya harus menjaganya dengan baik, takgi membuatnya sedih.
Lily sangat bersukacita melihat Tracy yang seperti ini. Ia tahu hubungan mereka berdua tergantung
kepada Tracy.
Wupun Daniel tampak dingin dari luar, tetapi perasannya masih penuh terhadap Tracy. Sma Tracy
bersedia melepaskan masalu, mereka berdua tentu saja dapat berbaikan kembali seperti dulu.
Lily melihat Tracy sudah memahami situasi, maka tidakgi mengganggu mereka di kamar. mundur
secara pehanhan. Hanya saja sebelum pergi, ia berkata kepada Tracy, di atas ranjang ada bel
untuk memanggilnya. Jika ada apa–apa tinggal tekan bel saja, mereka akan segera datang.
Tracy menemani Daniel di dm kamar, ia teringat berbagai hal masalu yang terjadi. Air matanya
pehanhan mes….
Di ruang kerjantai bawah, Carlos bertanya secara terus terang kepada Sanjaya, “Kakek, apakah
Kakek ada sh paham pada Mamiku?”
“Carlos, ini mash orang dewasa. Kadang k lebih rumit, sangat suit dijskan.” Sanjaya berkata
dengan santai, “Tapi, Kakek tidak akan menyakiti Mamimu.”
“Kadang k sikap cuek ataupun menk adh sebuah wujud kekerasan.” Carlos menatap Sanjaya,
“Wupun kakek tidak sama seperti kakek buyut yang menindas Mami, tapi kakek juga menknya, ia
juga bisa sedih.”