AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 1389

Bab 1389

    Bab 1389


    Bab 1389


    “Jangan khawatir, bahkan jika harus mempertaruhkan tng–tng tuaku, aku juga akan menjaganya.”


    Sanjaya berkata dengan emosional, “Aku tidak akan membiarkannya pergi kemanapun, berdiam diri saja


    di rumah.”


    “Benar, tepat sekali.” Ryan mengangguk–anggukan kep, “Biarkan dia beristirahat dengan baik di


    rumah, jangan biarkan dia keluar rumah, bahkan jikangit runtuh sekalipun.”


    “Baik, aku mengerti.” Sanjaya buru–buru berkata, “Aku segera ke sana membawa anak buahku.”


    “Aku akan menunggu Paman datang, batu pergi.”


    Ryan akhirnya mengh napas lega, ada Sanjaya, mash dapat teratasi dengan baik.


    “Ryan mana? Kenapa dia masih belum berangkat? Apa yang sedang diakukan?”


    Di dm kamar, Daniel marah.


    Ryan memberi isyarat kepada Lily, untuk tidak mengatakan bahwa dia ada di sana, kemudian dia


    bersembunyi di kamar sambil menyiapkan koper.


    Bagaimanapun juga, dia harus menahan diri sampai Sanjaya datang, baru berangkat.


    Sanjaya datang dengan cepat, membawa semua anak buahnya, totalnya dua puluh orang, mengendarai


    empat mobil, dengan megah bergegas datang ke V Sisi Stan.


    Mobil berhenti, beberapa koper diturunkan.


    Kali ini, Sanjaya berencana menghabiskan seluruh waktu bersama Daniel, dia harus menjaganya di sini.


    Daniel melihat pemandangan di bawah dari jend, wajahnya tenggm seketika, dengan marah ia


    berkata: “Aku sudah tahu Ryan sin itu pasti akan menyuruh Paman Sanjaya datang.”


    “Ryan juga memiliki niat baik…” Lily berkata dengan lemah.


    “Dari awal kamu sudah tahu kan, dan membantunya membohongiku?” Daniel menatapnya dengan


    dingin.


    Lily menundukkan kepnya, tidak berani berbicara.


    “Keluar.”


    Biasanya saat Daniel sedang marah, dia akan memukul dan memarahi Thomas dan Ryan, tetapi tidak


    kepada wanita, ia slu lebih lembut.


    “Aku harus di sini menjaga Tuan, ku…”


    “Enyah!” Daniel marah dengan tidak sabar.


    Lily hanya bisa keluar,lu menyuruh anak buahnya masuk.


    Daniel tidak berbicara, masih ingin marah, tapi melihat ekspresi gemetar bawahannya, akhirnya ia tidak


    meluapkan amarahnya.


    Dia sangat tidak suka diawasi oleh orangin, tapi dia tahu, semua orang mkukannya demi


    kesmatannya.


    Saat ini dia adh kelompok orang beresiko tinggi, ku terjadi sesuatu, mereka tidak dapat


    bertanggung jawab.


    “Paman Sanjaya, Anda datang begitu cepat.” ConTEent bel0ngs to N?v(e)lD/rama(.)Org .


    Ryan bersemangat menyambutnya, melihat Sanjaya, ia seperti melihat sebuah harapan-


    “Tuan Daniel sudah sangat marah, ku aku masih tidak pergi juga, dia akan memakanku hidup–hidup.


    Aku titipkan rumah padamu, aku harus bergegas pergi ke bandara.”


    “Ahh…….. aku akhirnya mengerti sekarang, mengapa Tuan besar slu mempersulit wanita itu ketika


    dia masih hidup.” Sanjaya mengerutkan kening dan mendesah, “Dia adh bencana!”


    “Jangan dibahasgi.” Ryan buru–buru menasihati, “Dulu hanya Anda satu–satunya yang memb


    Nona Tracy, sekarang juga harus seperti itu.”


    “Aku cemas, Tuan Daniel sudah seperti ini, tapi kenapa dia masih bertindak seperti itu?” Sanjaya marah


    dan khawatir.


    “Dia juga tidak ingin…” Ryan sangat tidak berdaya, “Takdir yang membuatnya seperti itu.”


    “Sudah.” Sanjaya mendesaknya, “Cepah pergi, bawa mereka png lebih awal, agar Tuan Daniel


    tidak khawatir.”


    “Baik.”


    Ryan membawa bawahannya, bergegas pergi.


    Demi menyamaratakan juh bawahan di rumah, sebagian besar yang dibawanya adh anak buah


    Sanjaya.


    Seth Daniel mengetahui Ryan sudah bergegas pergi ke bandara, dia baru tenang dan mandi.


    Bibi Riana menyuruh anak buahnya merapikan kamar Tuan Besar, untuk ditinggali oleh Sanjaya, juga


    memasakkan makanan kesukaannya.


    Sanjaya tidak pergi mencari Daniel, dia tahu, saat ini Daniel tidak ingin mendengarnya


    berbicara panjang lebar, apapun yang dia bicarakan juga tidak ada gunanya, jadi lebih baik dia diam


    menjadi binatang penjaga rumah.


    Di waktu ini, Lily tidak berani meninggalkan rumah ini, dia memerintahkan dokterin untuk


    menghubungi Dokter Heidy, membawa Dokter Heidy pergi ke rumah sakit untuk memeriksa Windy.


    Sore harinya, Danny meneleponnya, mengucapkan terima kasih padanya.


    Lily berkata: “Jangan berterima kasih padaku, berterima kasih pada Nona Tracy dan Presdir Daniel,


    merekh yang mengaturnya untuk Windy.”


    “Sampaikan sm terima kasihku pada mereka, ku ada kesempatan, aku akan berkunjung dan


    berterima kasihngsung padanya.”


    “Rawah Windy dengan baik.”
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul