Bab 1385
Bab 1385
“Uhuk, uhuk.” Ryan batuk beberapa kali, merasa canggung entah harus bicara apa.
“Nona Frisca, Tuan Daniel masih belum sadar, lebih baik Nona sarapan dulu saja.” Kata Lily dengan
suara pn.
“Tidak berselera.” Frisca memandang Daniel dengan perasaan mendm, “Aku ingin di sini
menemaninya. Tenang, aku tidak akan mengganggunya.”
Lily melihat Ryan dengan tidak berdaya.
Ryan juga tidak bisa berkata apa–apa, juga tidak tahu bagaimana menasihatinya. Tidak mungkin
mengusirnya, bagaimanapun, dia yang membawa Dokter Heidy kemari.
Jadi, terpaksa membiarkan dia di kamar.
“Baih.” Lily memindahkan sebuah kursi ke sisi ranjang, “Nona Frisca, duduh.”
Frisca duduk di sisi ranjang, memandangi Daniel dengan tenang, tatapannya penuh kesedihan.
Lily menuangkan segs air untuknya,lunjut menyeka tubuh Daniel dengan handuk hangat.
“Aku saja.”
Friscangsung mengambil handuk hangat di tangan Lily, dengan pehan menyeka, dari pipi hingga
leher Daniel, kemudian lengan tangannya. Gerakannya sangat lembut seperti air.
Lily dan Ryan memperhatikannya, sedikit merasa canggung.
Di saat itu, seorang pengawal menghampiri Ryan untuk mporkan keadaan, Ryan pun pergi.
“Maaf merepotkanmu, handuknya sudah dingin, ganth handuk yangin.”
Frisca menyerahkan handuknya pada Lily.
“Baik.” Lily membawa handuknya ke toilet.
Di kamar hanya ada Frisca dan Daniel. Frisca membi alis Daniel yang sedikit mengerut, seh ingin
meluruskan kerisauannya.
Daniel seperti merespons. Alisnya bergerak, tangannya pun merespons.
“Predir Daniel.” Frisca luar biasa gembira, dia segera menggenggam tangan Daniel, “Jangan
takut, aku di sini.
Daniel seperti sedang bermimpi buruk, dengan erat menggenggam tangan Frisca, terbangun dari mimpi
buruknya, badannya bergetar, keringat di dahinya bercucuran bak air hujan.
Melihatnya, hati Frisca sungguh sedih. Satu tangannya menggenggam tangan Daniel, satunya
memegang wajahnya. Dengan cemas, dia menghibur: “Tidak apa–apa… Aku di sini…”
Mungkin penghiburannya berdampak, Daniel dengan cepat kembali tenang. Pehanhan membuka
matanya, melihat Frisca mlui pandangannya yang buram, bibirnya yang kering sedikit bergerak ingin
meneriakkan sesuatu.
“Kamu bng apa?” Frisca mendekat mendengar dia bicara.
“Tracy… Tracy…”
Dengan suara serak, pehan, seperti denging nyamuk, Daniel memanggil nama Tracy dengan
perasaan yang mendm.
Dm sekejap, Frisca tercengang, yang awalnya penuh antusias, tiba–tiba seperti disiram air dingin dari
kep hingga kaki.
Dia dengan sedih menatap Daniel, hatinya campur aduk, sungguh sulit diterima.
Dia tidak mengerti, kenapa Daniel masih terus mencintai Tracy? Sebenarnya apa bagusnya wanita itu?
Apa yang membuatnyayak untuk dicintai begitu dm oleh Daniel?
“Tuan Daniel sudah sadar…”
Di saat itu, Lily keluar dari toilet, melihat Daniel sadar, dia buru–buru memeriksanya.
Frisca terpaksa mundur dan melihatnya dari samping.
“Aku ambil kotak obat.”
Lily pergi mengambil kotak obat, bersiap mengukur tekanan darah dan suhu tubuh Daniel.
Frisca mengambil handuk hangat,njut menyeka tubuh Daniel.
Penglihatan Daniel pehanhan menjadi js, dia menyadari orang di depannya bukah Tracy,
minkan Frisca. Tanpa sadar, dia menarik tangannya.
Frisca tidak mendapat apa yang dia inginkan, hatinya sungguh putus asa, tetapi dia tidak menunjukkan
perasaan tidak senangnya, sebaliknya dengan sabar menenangkan: “Aku hanya ingin menjagamu, tidak
ada maksudin.”
Text ? 2024 N?velDrama.Org.
“Terima kasih..” Daniel berusaha keras mengucapkan dua kata ini.
Di saat ini, Ryan yang mendengar kabar bahwa Daniel sudah sadar, buru–buru datang. Daniel dengan
tidak bertenaga mengangkat tangannya, menunjukkan isyarat padanya.
Ryan buru–buru berkata: “Nona Frisca, aku ingin mengganti baju Presdir Daniel, bagaimana jika
Nona..”
“Aku tahu.”
Ucapan Ryan masih belum begitu js, tetapi Frisca sudah tahu, isyarat Daniel tadi adh memintanya
keluar.
Barangkali Daniel tidak ingin menunjukkan sisi lemahnya di depan dirinya. Barangkali dia ingin
mempertahankan keagungannya itu. Intinya, di dm hati Daniel, dia masih orang luar.