Bab 1382
Bab 1382
“Ku begitu, apakah ingin memberinya pjaran?” Pengikutnya bertanya dengan hati–hati.
“Tidak bisa, jangan sentuh dia.” Frisca mengerutkan dahinya, “Meski dia sangat menyebalkan,
bagaimanapun, dia adh orang yang Presdir Daniel pedulikan. Jika terjadi sesuatu padanya, Presdir
Daniel juga akan merasa tidak tenang.”
“Baih.” Pengikutnya tidak berani bicaragi.
“Entah bagaimana kondisi Presdir Daniel.”
Frisca merasa tidak tenang, sangat ingin pergi melihatnya, tetapi jika ia turun ke bawah, Ryan juga tidak
akan mengijinkannya bertemu Daniel.
Dia berkali–kali mengingatkan dirinya, harus menahan diri…
Jangan sampai melewati batas, bahkan saat gunung runtuh sekalipun, dia tetap harus bersikap tenang,
barh bisa menempati posisi sebagai nyonya di Keluarga Wance.
Jika tidak, bahkan pengawal dan pyan rumah pun tidak akan memandangnya.
Namun, Frisca tetap merasa tidak tenang. Lalu, membuka pintu dan berkata pada pyan yang ada di
luar: “Maaf, jika Presdir Daniel sudah sadar, tolong beri tahu saya, ya.”
“Baik, Anda tenang saja. Jika ada kabar, pasti akan segera mporkan pada Anda.”
Kata pyan dengan hormat.
“Baik, terima kasih.”
Frisca melihat seks kentai bawah, dintai bawah sangat tenang, seharusnya masih dm proses
pengobatan.
“Bagaimana?” Ryan datang ke kamar Daniel.
“Sstttt…” Lily mengingatkannya untuk diam.
Ryan tidak berani bicara, dengan sabar menunggu di samping.
Dokter Heidy sudah melihat setiapporan pemeriksaan Daniel, juga sudah memeriksa luka dan
kondisinya saat ini. Ekspresinya sangat berat: “Kalian telu memandang tinggi kemampuanku.
Mengenai hal ini, aku khawatir, aku juga tidak mampu.”
“Dokter Heidy, pikirkah solusinya. Dokter pasti bisa.” Lily Panik.
“Paling–paling, aku hanya bisa membuat kondisinya stabil saat ini, agar dm beberapa waktu
ini penyakitnya tidak terus memburuk. Namun, jika menyembuhkan, tidak mungkin.” Kata Dokter Heidy
terus terang. “Kalian perlu memanggil dokter ahli yangin, tapi mungkin harapannya tidak besar…”
Mendengar perkataan ini, Ryan sangat kecewa. Dia masih mengharapkan keberuntungan, dia kira
masih akan ada keajaiban, tak disangka Dokter Heidyngsung menyirnakan harapannya.
“Stabilkan dulu saja kondisinya.” Kata Lily dengan berat. “Merepotkanmu, Dokter Heidy.”
“Aku perlu beberapa pertan, tolong bantu aku siapkan.” Kata Dokter Heidy dengan tegas, “Aku ingin
mkukan operasi kecil pada Presdir Daniel. Jika hasilnya baik, seharusnya bisa stabil sma
beberapa waktu!”
“Baik… akan segera disiapkan…”
Mm itu, suasana di kediaman Keluarga Wance tidak pernah setegang itu sebelumnya. Semua
pengawal dan pyan sangat ketakutan, menunggu dan melewati mm panjang yang sangat sulit.
Ryan, Lily, dan Hartono tidak tidur, terus menunggu Daniel di kamar.
Pukul 1.30 subuh, Dokter Heidy mkukan operasi kecil terhadap Daniel, juga mkukan suatu
pengobatan yangin. Terakhir, dia berpesan pada Lily——
“Operasi kecil ini hanya bisa mempembat penyebaran racun untuk sementara waktu. Kalian harus
merawatnya dengan hati–hati, jangan sampai dia terlukagi. Jika tidak, Tuhan pun tidak akan bisa
menymatkannya.
“Paham.” Lily mengangguk dengan berat.
“Beberapa waktu ini harus istirahat, lebih baik jangan menggunakan banyak tenaga untuk menghindari
penyebaran racun.” Dokter Heidy terus berpesan, “Mengenai obat, cukup sesuai dengan dosis
sebelumnya saja,gi p, saat ini juga tidak ada obat–obatan khusus.”
“Baik, aku mengerti.”
ConTEent bel0ngs to N?v(e)lD/rama(.)Org .
Mendengar hal ini, hati Lily semakin berat. Baik dari perkataannya, maupun dari bahasa tubuhnya,
Dokter Heidy sama sekali tidak optimis terhadap kondisi Daniel.
“Dengan seg hormat…” Dokter Heidy berpikir, akhirnya tetap mengucapkan sebuah kalimat, “Operasi
yang akukukan ini, paling maksimal, hanya bisa membuatnya stabil dan tidak kambuh sma 1 bn,
untuk snjutnya aku tidak tahu. Aku sarankan dm satu bn ini, sampaikan apa yang harus
disampaikan, begitu juga surat wasiatnya…..‘
Dokter Heidy belum selesai bicara, dia melihat wajah Ryan dan beberapa pengawal yang sudah mi
murung, dia pun berhenti, “Anggap saja aku tidak bicara.”
“Dokter Heidy, biar aku antar Dokter ke kamar tamu untuk istirahat.” Lily buru–buru mengantar
Dokter Heidy meninggalkan tempat itu.