Bab 1321
Bab 1321
Saat Daniel bersiap memeluk Tracy untuk naik ke mobil, wanita itu mh menk, “Aku bisa pergi ke
rumah sakit sendiri, tidak perlu merepotkan Presdir Daniel.”
“Jika tidak bersikap keras kep, apa kamu akan mati?” Daniel berseru marah dengan menggertakkan
gigi.
“Kamu…”
“Tutup mulutmu.” Daniel sama sekali tidak memberi Tracy kesempatan untuk bicara, diangsung
menggendong wanita itu dan berjn keluar denganngkah besar.
“Daniel, turunkan aku.” Tracy berseru marah dengan suara rendah, “Turunkan aku.”
Daniel sama sekali tidak memedulikannya,ngsung memasukkannya ke dm mobil. Saat dia bersiap
naik ke mobil, Ryan mengingatkan dengan suara rendah, “Itu, Nona Frisca masih ada…”
Saat ini, Daniel baru teringat pada Frisca. Dia menoleh dan melihat wanita itu,lu berkata dengan
perasaan bersh, “Maaf, aku harus pergi ke rumah sakit.”
“Tidak apa–apa, aku mengerti.” Frisca menatapnya sambil tersenyum,lu berkata dengan memaklumi,
“Cepah bawa Nona Tracy ke rumah sakit. Lain kali kita baru membuat janjigi.”
“Ya.” Daniel merespons seadanya,lu berkata kepada Ryan, “Suruh orang untuk antar Nona Frisca
png.”
“Baik.”
Mobil mju menuju ke rumah sakit, Naomi yang mengendarainya, sedangkan Lily duduk di kursi
samping pengemudi.
Tracy kesakitan hingga wajahnya memucat, keringatnya bercucuran, tetapi dia mh menggigit bibirnya,
tidak mengeluarkan suara sedikit pun.
Bti itu sangat tajam. Jika saat itu Tracy memegangnya dengan lebih kuatgi, mungkin tangan
kanannya sudah putus…
Melihat Tracy seperti ini, Daniel benar–benar sangat marah, “Apa kamu bodoh? Kenapa menangkap
bti dengan tangan? Mungkinkah kamu berpikir aku tidak bisa menghkannya? Meskipun dia
menyerangku, aku juga bisa menghindarinya. Kamu sama sekali tidak perlu mkukan hal bodoh
seperti itu.”
“Kamu jangan telu percaya diri, aku bukan mau melindungimu.” Tracy berkata dengan dingin, “Aku
hanya tidak ingin melihat kalian berkhi. Jika aku tidak mencegahnya, sh satu di antara kalian pasti
terluka, konsekuensinya akan sangat merepotkan.”
“Kamu….” Daniel dibuat marah olehnya hingga tak bisa berkata–kata. Namun, dia juga tidak teganjut
menyhkan Tracy, bagaimanapun juga, wanita itu sudah terluka begitu parah.
Dengan cepat, mereka sudah sampai di rumah sakit. Lily segera menangani luka Tracy, Naomi dan
Daniel menemaninya di seluruh proses itu. Ryan juga tiba dengan membawa orang–orang
1/3
Daniel memblakkan matanya dengan sangat terkejut, menatap Tracy dengan tatapan tidak
percaya.
Duke sungguh tercengang sama sekali tidak menyangka bahwa Tracy bisa berbuat seperti ini…
Tangan Tracy menggenggam bti itu dengan kuat.
Bti itu sangat tajam,ngsung menusuk tpak tangan Tracy.
Darah segar seketika keluar, sangat cepat sudah mewarnai kemeja putih yang dikenakannya…
“Tracy!” Duke tertegun,lu melepaskan tangannya dengan panik, sekujur tubuhnya gemetar, “Kamu,
kenapa kamu…”
“Dasar g!” Daniel menendang Duke,lu memegang pergngan tangan Tracy, mencegahnya
kehngan lebih banyak darah. Pada saat bersamaan, dia berteriak ke arah dm restoran, “Lily!!!”
Mendengar suara ini, Lily buru–buru datang. Melihat situasi ini, dia sangat terkejut,lu buru- buru
menghentikan pendarahan Tracy dan menangani lukanya.
“Astaga, Nona Tracy!” Melihat Tracy terluka, Naomingsung panik, “Kenapa bisa seperti ini?”
“Aku tidak sengaja. Tracy, aku tidak ingin melukaimu…” Duke menjskan sambil menangis, “Kenapa
kamu begitu bodoh…”
“Enyah!!!” Daniel meraung marah.
Text content ? N?velDrama.Org.
“Daniel, semua ini shmu…” Duke masih memaki sambil menunjuk–nunjuk Daniel, “Jika bukan karena
kamu, aku dan Tracy tidak akan menjadi seperti ini.”
Mendengar hal ini, Danielngsung marah. Saat bersiap maju untuk memukul Duke, Tracy mh
menahannya.
Tracy menarik baju Daniel dengan tangan kirinya,lu berkata pada Duke dengan suara lemah, “Duke,
kamu pergh dulu!”
“Tracy…”
“Pergh!” Tracy meraung marah.
“Tuan Duke Louis, kita pergi dulu saja, jangan membuat Nona Tracy marah.”
Beberapa bawahannya menasihati dengan hati–hati.
Duke berjuang berdiri darintai,lu pergi bersama bawahannya dengan menyedihkan…
“Astaga, lukanya telu dm, harus dijahit.” Lily menangani luka Tracy secara sederhana,lu berkata
dengan panik, “Harus segera pergi ke rumah sakit.”
“Siapkan mobil.” Daniel buru–buru memberikan perintah.
2/3