Bab 1309
Bab 1309
Di pesawat, anak–anak semuanya tertidur.
Tiga hari ini mereka juga kelhan dan sekarang mata mereka bengkak seperti kacang kenari, sangat
kekurangan tidur, jadi merekangsung tertidur begitu naik pesawat khusus.
Tracy bersandar di kursi dan menatap ke luar dengan linglung.
Daniel datang dan duduk di sampingnya, memberinya segs teh panas.
“Terima kasih!” Tracy mengambil dan menggenggamnya di tpak tangannya, merasakan kehangatan
.
“Pindah kembali ke V Sisi Utara saja.” Daniel tiba–tiba berkata, “Mobilitas untuk anak–
anak jadi lebih mudah. Kota Hoei telu jauh.”
“Aku……”
“Aku tahu apa yang kamu pikirkan.”
This text is property of N?/velD/rama.Org.
Sebelum Tracy bisa berbicara, Daniel meny kekhawatirannya.
“Kamu ingin menjaga jarak dariku, ingin menjauh dariku, aku tahu, aku bisa jamin tidak akan pernah m
engganggumu atau berinisiatif mencarimu kk, sekarang kamu bisa tenang?”
Mendengar perkataan ini, pikiran pertama Tracy adh dia benar–
benar memutuskan untuk berkencan dengan Frisca…
Namun, dia tidak
mengatakannya, hanya mengingatkan dirinya sendiri berng kali di dm hatinya bahwa mereka tida
k ada hubungan satu samain dan dia tidak punya hak untuk bertanya, juga tidak seharusnya bertany
a.
“Kamu pertimbangkan saja dulu.” Daniel bangkit berdiri dan pergi, kembali ke tempat duduknya.
Tracy masih menundukkan kepnya dm diam, pada saat ini, Carlos datang dan bertanya dengan l
embut, “Mami, aku ingin bicara denganmu.”
“Ada apa? Carlos.” Tracy menepuk kursi di sebhnya.
Carlos duduk dan berkata terus terang, “Aku harap Mami bisa kembali ke V Sisi Utara, sehingga Carl
es, Ca, dan aku bisa bertemu denganmu setiap hari dan bermain dengan Tini, Wini, Biti.
Sekarang Kota Hoei telu jauh dari tempat kami, telu merepotkan untuk pergi ke sana.
Lagip Carles dan Ca
tertinggal pjaran, minggu depan mi sekh, masih ada ks tambahan di akhir pekan, jadi mung
kin tidak ada waktu untuk bertemu denganmu kk. Memangnya Mami tidak merindukan kami?”
“Tentu saja Mami merindukan kalian… Tracy menepuk kep kecilnya, merasa sangat bersh, “Mam
i minta maaf akhir–akhir ini karena urusan Mami, kalian semua jadi ke sana ke mari.”
“Jadi, apa Mami bersedia kembali ke V Sisi Utara?” Carlos menatapnya dengan penuh harap
“Mami, Mami… Pada saat ini, Carles dan Ca juga beri, memegang tangan Tracy sambil memohon
, “Kumohon, pindah, kami ingin bertemu Mami setiap hari dan tiga adik kecil.”
“Iya, kumohon…”
Tracy tidak tahan dengan permohonan anak–
anak dan akhirnya mengangguk setuju, “Oke, Mami berjanji pada kalian!”
“Yey, baguh!”
Anak–anak bersorak girang.
“Ssttt-” Tracy buru–buru mengingatkan, “Ketiga adik kecil sedang tertidur, kecilkan suaranya.”
“Hmm-” Carles Ca mengangguk–angguk, menutupi mulutnya, tidak berani bersuara.
“Istirahah.” Tracy menepuk kep kecil mereka dan berkata dengan lembut, “Mami bereskan urusan
“Oke.” Anak–anak pergi dengan puas dan Carles bertukar pandangan dengan Daniel.
Tracy memperhatikan detail kecil ini dan menatap Daniel dengan marah: “Kemarh!”
Daniel duduk di sampingnya dengan polos: “Ada apa?”
“Kamu yang menghasut mereka?” Tracy bertanya dengan cemberut.
“Tidak adil.” Daniel tampak polos, “Mereka yang merindukan Maminya dan terus menggangguku, jadi ak
“Apakah perkataanmu tadi bisa dipercaya?” Tracy bertanya.
“Perkataan apa?” Daniel bertanya balik,lu dia tampak tiba–
tiba menyadari, “Oh, maksudmu itu, tenang saja, aku tidak akan pernah mengganggumu, jika kamu tida
“Kamu harus pegang perkataanmu.” Tracy khawatir.
“Memangnya hanya kamu satu–
satunya wanita di dunia ini?” Daniel mencibir, “Kamu mengabaikanku dan aku tetap menguntitmu? Aku