Bab 1268
Bab 1268
“Ku Nyonya Besar tidak diam–diam merencanakan semua ini, bagaimana mungkin Tamara dapat
menyelinap masuk ke kamar Duke? Tanpa dukungan Nyonya Besar, bagaimana mungkin Tamara berani
mkukannya? Semuanya ini karena bantuan Nyonya Besar!”
Tracy tertawa mencibir
“Sangat disayangkan, Nyonya Besar mengira rencana itu akan mempererat hubunganku dengan Duke,
tapi Nyonya Besar sama sekali tidak menyadari ku Nyonya justru mh membantu Tamara.
Bagaimana, sekarang hati Nyonya pasti terasa sakit, ‘kan?”
“Kurang ajar!” Amarah Maggie meledak. Ia mengangkat tangannya, hendak menampar Tracy.
Tracy dengan cepat meraih pergngan tangan Maggie. Ia menaikkan alisnya dan berkata, “Aku
menghormatimu karena kamu adh ibunya Duke, serta usiamu yang lebih tua. Tapi, ini bukan berarti
aku dapat dipekukan semena–mena olehmu.”
Selesai mengatakannya, ia mendorong Maggie dengan marah.
Maggie terdorong mundur setengahngkah dan hampir saja terjatuh, namun para pyan yang berdiri
di bkangnya segera menopangnya
“Tracy, kamu benar–benar berani.” Maggie berteriak histeris, “Saat ini kamu masih tinggal di dm
rumahku, tapi kamu berani bertindak sncang ini? Kamu kira karena insiden ini, aku akan
membiarkanmu pergi begitu saja? Aku tegaskan padamu, tanpa seizinku, jangan harap kamu dapat
pergi dari rumah ini.”
“Aku paham.” Tracy tersenyum, “Saat ini aku tidak dapat berbicara logis denganmu. Ku kamu masih
bersikap kasar dan tidak normal seperti ini, aku juga tidak bisa menghadapimugi. Tapi...., coba kamu
pikirkan apa yang akan Dukekukan.”
“Kamu...” Maggie tertegun sejenak. Benar, ia tahu betul bagaimana sikap putranya itu. Duke tidak akan
mampu menerima pukn ini, ia pasti merasa begitu bersh terhadap Tracy. Ku bukan ia kabur dari
rumah, mungkin ia akan membiarkan Tracy pergi dari sini.
“Ku Nyonya Besar tidak ingin darah dagingmu sendiri pergi meninggalkanmu, sebaiknya Nyonya
segera mengambil keputusan.” Tracy beranjak duduk di atas sofa. “Tentu saja, aku juga tidak ingin
melukai Duke. Meskipun aku tidak mencintainya, tapi ia tetap temanku yang terbaik. Terlebihgi, ia
sama sekali tidak bersh!”
Seth mengatakan semua itu, Tracyngsung merasa bersh th mengambil keputusan ini.
sudah memikirkannya begituma, dan ia pahami js bagaimana kenyataan pahit ini akan
menghancurkan Duke. Ia tidak ingin menyakiti Duke, namun tidak ada pilihanin baginya.
Sin itu, banyak hal yang cepat ataumbat pasti akan terungkap juga.
–
lAll
..
.
* Js–js bukan ia yang mkukannya, tidak mungkin ia yang terus menerus dikambing
hitamkan.
“Dasar kamu wanita jng!!”
Amarah Maggie kembali meledak. Ia pun menerjang, berusaha menampar Tracygi.
“Berhenui!” tiba–tiba terdengar suara teriakan penuh amarah yang segera menghentikan Maggie.
“Tuan Besar Louis datang tepat pada waktunya.” Tracy menatap Fincent di pintu,lu berkata sambil
tersenyum, “Emosi Nyonya Besar sedang tidak stabil. Sebaiknya Tuan Besar membawanya kembali ke
kamar untuk menenangkannya.”
“Tracy, kamu benar–benaryak disebut adik Lorenzo.” Fincent menatap Tracy lekat–lekat, “Rencana
yang bagus!”
“Tuan Besar telu melebih–lebihkan, aku hanya berusaha memanfaatkan keadaan saja.” Tracy
menundukkan kepnya dengan penuh kerendahan hati, “Sebenarnya, otak di balik rencana itu
adh Nyonya Besar sendiri!”
“Kamu....” Maggie sudah tidak dapatgi menahan amarahnya.
“Tutup mulutmu!” Fincent membentak, “Cepat kembali ke kamarmu!”
Seth membentaknya, Fincent dengan marah pergi meninggalkannya....
“Tracy, kamu tunggu pembsanku.”
Maggie dengan garang memelototi Tracy,lu bergegas mengejar Fincent.
Ruangan itu begitu berantakan. Tracy pun tidak ingin berada lebihmagi di sana, sehingga pyan
membantunya pindah ke kamarin.
This text is property of N?/velD/rama.Org.
Naomi dan Pa juga mengikutinya pindah ke kamar baru. Mereka memeriksa setiap sudut dm
kamar itu. Seth memastikan tidak ada terpasang kamera CCTV di dmnya, mereka akhirnya dapat
tenang kembali.
“Nona Tracy, menurutmu, apa Tuan Besar mampu menangani Nyonya Besar?” Pa merasa penasaran
dan bertanya, “Melihat sifatnya yang slu angkuh dan suka memerintah itu, Tuan Besar slu
mengh padanya.”
“Ia hanya mengh terhadap mash–mash kecil. Namun, dm menangani mash mash
besar, slu Tuan Besar yang mengambil tindakan.” Tracy mengernyitkan keningnya, “Sin itu,
mereka sekarang tidak punya pilihanin. Mash ini th memberikan pukn besar bagi Duke.
Bahkan, emosinya terlihat sudah di ujung tanduk. Ku aku tidak pergi dari sini, ia pasti akanri dari
rumah ini.”
“Duke Louis sama sekali tidak bersh...” Naomi menghembuskan napas panjang, “Siapapun juga tidak
akan tahan menghadapi mash ini.”