Bab 1257
Bab 1257
N?velDrama.Org copyrighted ? content.
Pada mm ini, Tracy tidur dengan sangat nyenyak, saat bangun pada keesokan harinya, dia merasa
kepnya sedikit pusing, kepnya berat bagaikan ditimpa benda besar.
Dia berguling, berbalik untuk melihat ranjang, tapi Duke sudah tidak ada.
Dia tercengang sejenak, buru–buru bangun dan melihat–lihat sekeliling: “Duke, Duke…”
“Aku di sini.”
Suara Duke terdengar dari kamar mandi, Tracy menoleh dan melihat dia baru selesai mandi, tubuhnya
terbungkus handuk, menyeka rambutnya sambil berjn keluar.
Sudah semman, dia sudah jauh lebih bersemangat, sudah tidak demamgi, wajahnya memerah,
penuh energi, dan juga ada senyuman manis di wajahnya: “Smat pagi, Tracy!”
“Cepat kenakan pakaianmu.” Tracy mengerutkan keningnya dan berbalik badan.
Duke tidak pergi mengenakan pakaian, iangsung memeluknya dari bkang dan mencium telinganya
dengan mesra: “Aku tahu, kamu masih mencintaiku…”
“Apa yang kamukukan?” Tracy mendorongnya dengan tercengang dan juga mundur setengah
langkah.
“Kenapa kamu beginigi?” Duke mengerutkan keningnya dan menatapnya dengan ekspresi bingung,
“Tadi mm kamu masih sangat bergairah padaku, berinisiatif naik ke ranjangku, sekarang
memalingkan mukagi.”
“Tadi mm?” Tracy tercengang sejenak, matanya melihat ke ranjang yang berantakan, dia pun segera
mengerti, “Mana Tamara?”
“Apa? Untuk apa kamu menanyakan dia?” Duke bertanya dengan tidak senang.
“Tidak ada apa–apa.” Tracy mengalihkan pembicaraan, “Mau panggil dia masuk untuk
membereskannya.”
“Benar juga.” Duke tersenyum dengan malu, “Harus dibereskan dulu, seprainya sudah harus diganti…”
“Apa kamu tidak melihatnya ketika bangun di pagi hari?” Tracynjut bertanya, “Aku memintanya untuk
menjaga di sini tadi mm.”
“Dia berjaga di kamar tadi mm?” Duke tercengang sejenak dan sangat canggung, “Pantas saja saat
melihatnya tadi pagi, wajahnya memerah, apa tadi mm dia melihat kita berdua…”
Berbicara sampai di sini, Duke sedikit malu, “Maaf, Tracy, tadi mm aku demam sampai linglung, tidak
memperhatikannya, kamu jangan marah, dia tidak akan sembarang menceritakannya.”
“Kamu sudah melihatnya tadi pagi?”
Tracy sama sekali tidak peduli dengan apa yang Duke katakan, mh terus membahas perku
Tamara.
“Sudah melihatnya.” Duke menganggukkan kep, dia menunjuk meja di samping dan berkata, “Saat
aku bangun, dia sedang tidur di meja, melihat aku bangun, dia buru–buru myaniku, aku yang
menyuruhnya pergi.”
“Oh.” Tracy tidak mengatakan apa–apagi, “Aku mau kembali ke kamar untuk mandi dan ganti pakaian,
kamu istirahatgi saja.”
Ketika berbicara, Tracy mengambil tasnya, berballik badan dan pergi…
“Tracy…” Duke buru–buru mengejar dan menariknya, “Berhubung di hatimu ada aku, kamu jangan
marah padakugi, ya? Besok kita sudah mau menikah, hari ini kita persiapkan dengan
baik.”
“Duke…” Tracy menatapnya dengan ekspresi rumit dan bertanya dengan halus, “Apa kamu sangat
peduli dengan hal semacam itu?”
“Apa? Hal semacam apa?” Duke tercengang sejenak dan bertanya dengan bersemangat, “Apa
maksudmu adh jangan peduli dengan hal yang kita berduakukan itu?”
“Bukan…” Tracy berpikir, kemudian berkatagi, “Semuanya adh orang dewasa, wupun itu sudah
terjadi, juga bukan apa–apa, ‘kan?”
“Apa yang kamu maksud?” Duke cemas, “Kamu tidak boleh mempekukanku seperti ini.”
“Maksudku, jika kamu menemukan…” Tracy mengatakan sampai setengah, kemudian berhenti dan
mengubah kata–katanya, “Lupakan saja, nanti baru dibicarakangi, aku pergi mandi di kamar tamu
dulu, sampai jumpa nanti.”
Seth mengatakan itu, Tracy menekan sarmpu dinding, kemudian pergi dengan cepat…
Duke melihat punggungnya, suasana hatinya sangat buruk, dia tidak mengerti mengapa Tracy seperti
ini, siang hari dan mm hari, sepertinya 2 orang yang berbeda.
Tracy datang ke kamar tamu, menelepon Naomi dan Pa kemari, memerintahkan: “Keluarkan video
kamera pengawas mikro no. 2.”
“Hah?” Naomi tercengang sejenak, segera bereaksi kembali, “Baik.”