Bab 1252
Bab 1252
“Sebenarnya ada apa antara kamu dan Daniel?” Sikap Fincentngsung menjadi serius. “Kamu bng
ingin membahas mash anak dengannya, mana mungkin....”
This belongs to N?velDrama.Org - ?.
Dia tidak menyelesaikan kalimatnya, bagaimanapun sebagai calon ayah mertua, dia tidak pantas
menanyakan hal ini.
“Menurutku, aku tidak perlu membahas hal ini dengan kalian.” Tracy tidak ingin mnjutkan topik ini,
“Jika kalian merasa aku mempermalukan kalian, kalian bisa membatalkan pernikahan ini.”
“Benar saja, sekarang akhirnya kamu menunjukkan sosok aslimu.” Maggie mencibirnya, “Sejak awal
kamu sudah ingin membatalkan pernikahan dan kembali dengan Daniel, ‘kan?”
Tracy menundukkan kepnya dan tidak menjawab.
“Kamu ingin membatalkan pernikahan?” tanya Fincent sambil mengernyitkan keningnya, “Apa kamu
sudah mempertimbangkan konsekuensinya?”
“Konsekuensi apa?” Tracy menatap Fincent, akhirnya ia membahas poin pentingnya.
“Kamu begitu cerdas, tanpa perlu aku katakana, kamu juga pasti bisa mengerti.” Fincent tidak ingin
mengatakannya, “Hari ini sampai di sini saja. Kamu pikirkah dengan baik, besok beri kami jawaban!”
Dia pun beranjak pergi sambil mengatakan kalimat itu...
“Suamiku.” Maggie memanggilnya, tetapi Fincent sama sekali tidak menoleh.
Meski merasa kesal, Maggie terpaksa mengikutinya pergi, hanya saja, sebelum pergi dia memelototi
Tracy seks dan memberi perintah pada Tamara, “Bawa dia pergi menemui Duke.”
“Baik.” Tamara mendekat dan berbicara pada Tracy dengan hormat, “Nona Tracy, skan!”
Tracy bangkit berdiri dan mengikutinya keluar.
Naomi, Pa dan yanginnya mengikuti dari bkang.
“Nona Tracy, tadi aku hanya menjnkan perintah, Anda tidak menyhkanku, kan?”
Tamara merendahkan suaranya dan meminta maaf dengan hati–hati.
“Tidak akan.” Tracy menatapnya dengan dm.
“Kak Pa, maaf.” Tamara pun meminta maaf pada Pa.
Pa hanya diam dan memelototinya dengan dingin.
Mereka pun tiba di depan kamar Duke, Tamara mengetuk pintu dan mpor dengan suara lembut, “Kak,
Nona Tracy sudah datang.”
Tidak berapama, pintu kamar pun terbuka, seorang pyan wanita yang usianya lebih lua dan rambut
tersisir rapi berdiri di depan pintu sambil meni penampn Tracy dengan ekspresi tajam,
“Bibi Eva, dia adh Nona Tracy,” ujar Tamara mengenalkan.
Pyan wanita itu tidak mengatakan apa pun, dia membuka pintu dan memperskan Tracy masuk
Tracy mngkahkan kaki memasuki kamar, tetapi saat Naomi dan yanginnya bersiap mengikutinya,
mereka mh ditahan oleh Eva, “Yangin skan menunggu di luar.”
“Kami....” Saat Naomi bendak berbicara, Tracy memberi isyarat tangan, akhirnya mereka tidak
mengatakan apa pun dan hanya bisa menunggu di luar.
Eva menutup pintu seth membiarkan Tamara masuk.
“Apa–apaan ini.” Pa menggertakkan giginya dengan kesal, “Sebelumnya masih bersikap sungkan
pada kita, sekarang sikapnyangsung berubah drastis.”
“Ini karena mereka sudah mendapatkan kartu AS kita,” ujar Cecil dengan pn.
“Kamu telu polos,” ujar Pa kesal, “Kartu AS apanya? Js–js th terjadi sesuatu pada Tuan
Lorenzo, karena merasa Nona tidak memiliki dukungangi, maka sikap mereka pun menjadi lebih
arogan.”
“Mash Tuan hanya sementara saja, dia akan segera kembali.” ujar Cecil kesal.
“Benar,” ujar pengawal wanitainnya yang bernama Anne.
“Sudah,” tegur Naomi, “Tenanh, jangan berdiskusigi.”
Di dm kamar, Eva mengantar Tracy ke samping ranjang Duke.
Duke tertidur di atas ranjangnya, luka di tubuhnya sudah diobati, tetapi ada dokter dan perawat yang
mengelilinginya, juga ada empat pyan wanita yang berdiri di sampingnya, myaninya dengan hati–
hati.
Pemandangan seperti ini sudah hampir menyamai Raja pada zaman dahulu.
“Tuan Duke sedang tidur, antar Nona Tracy untuk mandi dan berganti pakaian dulu.”
Seth Eva memberi perintah, dia pun meminta dokter, perawat dan bawahannya keluar.
“Baik.” Lalu, Tamara berkata pada Tracy dengan nada hormat, “Skan, Nona Tracy.”
Kebetn saat itu Tracy sudah merasa tidak nyaman,lu dia pun pergi mengikuti Tamara.
Kamar mandinya sangat luas, air hangat untuk mandi juga sudah disiapkan.
Tamara melepaskan sepatu dan bersiap membantu Tracy mandi.