Bab 1246
Bab 1246
Mata Daniel terbuka lebar, dan dia menendang Duke dengan keras.
Duke muntah darah dan jatuh dintai.
“Apa kamu pikir aku tidak akan berani membunuhmu?” Daniel memelototi Duke dengan dingin. “Sudah
kubng, wupun ini adh Negaramu, bahkan jika ini rumahmu, jika aku ingin kamu mati, aku tetap
bisa membunuhmu kapan saja!”
“Daniel, kamu...” Duke memuntahkan darahgi.
“Tuan Muda Duke Louis!” Pada saat ini, anak buah Duke bergegas masuk untuk memapahnya, dan
bertanya dengan panik, “Presdir Daniel, kenapa kamu mempekukan Tuan muda kami seperti ini?
Kalian adh teman.”
“Teman?” Daniel tertawa sinis, “Aku mempekukannya sebagai teman, tapi dia merampas wanitaku.”
“Tracy adh tunanganku, milikku.” Duke masih berteriak keras padanya.
“Dia sudah tidur denganku tadi, apa kamu masih mau menikahinya?” Daniel sengaja memprovokasinya.
“Kamu..” Duke sangat marah, “Aku akan membunuhmu, membunuhmu,”
“Jika kamu bisa membunuhku, barh kamu bicara.” Daniel memprovokasi setiap perkataannya.
“Panggil orang–orang, panggil pasukan, aku akan membunuh binatang ini.”
Duke semakin mengg.
Tracy melilitkan tubuhnya dengan selimut tipis, kemudian datang menampar Duke.
Dm sekejap, dunia menjadi sunyi.
“Bawa Tuan mudamu kembali.” Tracy memberikan instruksi pada rombongan Duke.
“Baik.” Rombongan itu segera membawa Duke pergi.
Tracy mengedipkan mata, Naomi segera mengikutinya keluar, dan memanggil bawahan Jeff untuk
mengantar Duke png dengan smat.
Jika sesuatu terjadi pada Duke di jn, hal ini benar–benar tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Semua orang sudah pergi.
Di dm kamar, hanya tersisa Tracy, Daniel, Naomi dan Ryan.
“Daniel, kamu sudah punya anak.” Tracy memelototi Daniel dengan gigi terkatup, “Apa kamu puas
sekarang? Apa kamu sudah mmpiaskan amarahmu?”
Tidak cukup.” Daniel memegang cerutu di antara jari–jarinya, memegang gs anggur dengan dingin
dan arogan, tanpa memandang Tracy.
“Apa vang sebenarnya kamu inginkan agar membiarkanku melihat anak–anak?” Tracy menahan
amarahnya dan bertanya dengan penuh emosi, “Kamu bisa mengatakan persyaratannya!”
Daniel terdiam sma beberapa detik,lu berkata, “Batalkan pernikahanmu, jangan pernah menikah
seumur hidupmu!”
......” Tracy tertegun sejenak,lu menatapnya dengan heran, “Kenapa? Apa hubungannya denganmu
jika aku menikah atau tidak? Kenapa kamu mengancamku?”
“Sepertinya kamu tidak ingin melihat anak–anak sama sekali.” Daniel mencibirnya, “Bukankah kamu
memintaku untuk membuat persyaratan? Hal sepele seperti ini pun kamu tidak dapat mkukannya.”
“Mereka anakku, kamu tidak punya hak untuk mengahngi mereka bertemu denganku.” Tracy
berteriak marah.
“Aku sekarang menghngimu, apa yang bisa kamukukan?”
Danielngsung berterus terang dan tidak memberinya kesempatan berkompromi sama sekali,
“Kamu.. Tracy hampir mengg.
“Apa kamu benar–benar ingin menikahi seseorang?” Daniel bertanya padanya, “Dengan kekacauan
seperti ini, apa menurutmu keluarga Louis akan menikahimu?”
“Mereka menikah atau tidak, aku menikah atau tidak, tidak ada hubungannya denganmu, kamu tidak
berhak mengganggu kebebasanku.” Tracy benar–benar marah.
“Ya, ku begitu kamu jni saja kebebasanmu.”
Daniel tidak ingin berbicaragi, iangsung pergi ke kamar mandi...
“Daniel ...” Tracy masih ingin menghentikannya, tetapi Ryan menasehatinya, “Nona Tracy, sekarang
Tuan Daniel sedang marah. Apa yang Nona katakan tidak akan berguna, bagaimana jika Nona kembali
dulu saja.”
“Ya, lebih baik kita kembali dulu saja.”
Naomi memakaikan jaket untuk Tracy.
Tracy hanya menyelimuti tubuhnya dengan selimut tipis sambil bernegosiasi, Naomi merasa kasihan
padanya, tetapi pada saat yang sama, dia juga merasa bahwa terkadang jika telu masuk akal juga
tetap tidak dapat menyelesaikan segnya.
Saat ini, Tracy merasa sangat malu, ia hanya bisa kembali terlebih dahulu.
N?velDrama.Org copyrighted ? content.
“Nona Tracy... Ryan tiba–tiba menghentikannya dan mengingatkannya dengan suara pn, “Pa dan
yanginnya sudah diusir keluar. Mereka tidak akan bisa merebut anak–anak dari Thomas.”
“Apa kamu menganggap remeh keluarga Moore kami?” Tanya Naomi dengan marah.
“Bukan itu maksudku...” Ryan mengerutkan kening dan mengingatkan dengan suara pn. “Kalian tidak
akan berhasil jika mkukannya dengan kekerasan, kalian hanya bisa mkukannya secara pehan.”