Bab 1219
Bab 1219
“Hehe, tentara kerajaan?” Daniel tertawa mencibir, “Kamu mengira aku akan takut?”
Selesai bicara, dia menembak beberapa kali ke arahngitngit...
“Dor dor dor dor!”
Lampu gantung kristal dingitngit tertembak hingga jatuh ke bawah dengan menimbulkan bunyi
pecah.
Tiba-tiba pintu ruang kerja didobrak hingga terbuka,lu puluhan tentara menerobos masuk sambil
membawa senapan, semuanya mengarahkan senjata mereka ke Daniel.
Di luar, di samping jend juga penuh dengan tentara yang membawa senapan.
Maggie menerobos masuk dengan membawa sekelompok orang, semuanya membawa senjata.
“Daniel, segera turunkan senjatamu. Ku tidak, jangan shkan aku bertindak tidak sungkan.”
Maggie berseru marah, pistol di tangannya juga diarahkan ke Daniel.
“Apa yang Ibukukan?”
Duke sangat terkejut, sama sekali tidak menyangka ibunya bisa membuat keributan sebesar ini.
Jika tadi dia menodongkan pistol kepada Daniel demi melindungi Tracy, sekarang seg tindakan
ibunya adh memprovokasi peperangan di antara dirinya dan keluarga Daniel, yaitu Keluarga
Wance.
Pokok mash menjadi sungguh berbeda.
Saat ini mash sungguh menjadi besar.
“Hehe...” Daniel seh–h melihat lelucon paling lucu sedunia, “Hanya dengan puluhan tentara, kamu
ingin menaklukkanku?”
“Sungguh arogan.” Maggie masih belum menyadari bahaya, “Meskipun kamu tidak takut terhadap
tentara kami, tapi masih ada orang–orang Keluarga Moore, asisten terpercaya Tuan L ada di sini. Kamu
tidak akan bisa berbuat apa–apa.”
“Ibu, jangan bicaragi.” Duke benar–benar sangat panik.
“Kelihatannya Nyonya Besar Louis terbiasa hidup di lingkungan kaya, sama sekali tidak tahu kekejaman
dunia.”
Saat Daniel sedang berbicara, para tentara yang ada di luar terjatuh tanpa sebab.
Maggiengsung tertegun. Saat masih belum bisa bereaksi, pengawal Keluarga Wance sudah
menerobos masuk dan dengan cepat membereskan tentara kerajaan.
“Kalian...” Maggie tercengang.
“Daniel, Daniel, jangan marah!”
Pada saat ini, Fincent Louis bergegas masuk, buru–buru meminta maaf kepada Daniel...
“Istriku sama sekali tidak mengerti, aku akan mewakilinya meminta maaf padamu. Keluarga kita
berhubungan baik. Sebelum Tuan Besar meninggal, hubungannya dengan keluarga kami sangah
baik. Sungguh tidakyak ribut seperti ini demi mash kecil.”
“Mash kecil?” Daniel menatap Tracy dengan dingin.
“Tidak peduli mash apa pun, tetap tidak perlu sampai menimbulkan korban jiwa.” Fincent segera
mengubah perkataannya, “Jika ada mash, kita rundingkah sambil duduk, jangan menggunakan
kekerasan. Anggap saja menjaga harga diriku, ya?”
“Aku sempat berpikir untuk membicarakannya baik–baik, tapi istrimu tidak tahu sopan santun.” Daniel
melemparkan pistol. ke depan Fincent, “Pistol ini adh milik keluarga kalian.”
Sekali lihat, Fincent sudah tahu bahwa itu adh pistol istrinya, hal ini membuatnya benar–benar sangat
emosi. Dia segera membungkuk dan meminta maaf kepada Daniel...
“Mengenai tindakan istriku dan Duke hari ini yang menyinggungmu, aku minta maaf padamu. Mohon
agar kamu memandang hubungan baik antara keluarga kita, juga memandang kakekmu, jangah
perhitungan dengan kami
dan maafkah kami kali ini!”
“Apa yang kamukukan...”
Maggie sama sekali tidak mengerti, mengapa suaminya begitu
rendah diri di wyah kekuasaannya sendiri?
“Tutup mulutmu.” Fincent berseru marah sambil menggertakkan gigi. “Apa kamu baru akan puas seth
putramu kehngan nyawa?”
Dm hati, Maggie tidak terima, tetapi juga hanya bisa diam.
N?velDrama.Org owns all ? content.
II III
“Daniel, jika ada mash, kita bicarakah berdua di luar, jangan ribut di sini.” Tracy juga membujuk,
“Anak–anak masih ada di sini. Jika ribut besar, akan membawa pengaruh bagi mereka.”
Benar saja, perkataan ini sangat efektif.
Mengingat anak–anak, niat membunuh di mata Daniel pun berkurang. Hanya saja, kemarahan dan
kebencian di matanya masih ada, “Tidak ada yang perlu dibicarakan, aku akan membawa pergi ketiga
anak itu!!”
Seth berbicara, dia pun berbalik pergi...
“Daniel!” Tracy buru–buru mengejarnya, “Apa maksudmu? Kita sudah sepakat bahwa Carlos ikut aku.”
“Awalnya memang sudah sepakat, tapi sekarang aku menarik kembali perkataanku.” Daniel berbicara
tanpa menolehkan kepnya, “Aku tidak akan membiarkan putraku memanggil orangin dengan
sebutan Papi. Mereka adh anak–anakku, harus ikut denganku!”
“Kamu...”