Bab 1197
Bab 1197
Anak–anak sangat senang saat berpikir sekeluarga akan segera bersatu kembali.
Ada senyum bahagia di wajah Tracy. Dia tidak mau mengakui di dm hatinya, dia benar–benar
menantikan hari itu….
Mungkin karena merindukan Carles!
Tamara melewati pintu sambil membawa beberapa dimsum, ia kebetn melihat adegan ini, matanya
memancarkan cahaya yang rumit.
Seth itu, Tamara datang ke kamar Maggie dan mporkan tentang adegan yang ia lihat tadi.
Seth mendengarnya, seorang pyan pribadinya berkata dengan marah, “Kukira Nona Tracy dan
mantan suaminya sudah benar–benar berpisah, tapi sekarang tampaknya hubungan mereka masih
cukup dm.”
“Tidak masuk akal, dia akan menikahi Tuan muda kita, bagaimana bisa berhubungan dengan mantan
suaminya?” Kata pyanin dengan marah.
“Iya, bertindak sembarangan seperti ini, dia anggap Tuan muda kita apa?” Pyanin juga marah.
N?velDrama.Org is the owner.
“Nyonya Besar, apa Anda ingin bicara dengan Nona Tracy?” Tamara berkata dengan lembut, “Jika
mantan suaminya ingin bertemu anak–anak, biarkan orang mengantarnya ke sana. Nona Tracy tidak
harus ikut, ‘kan?
“Mari kita kesampingkan dulu, Tracy adh orang yang punya pendirian dan pemikirannya sendiri. Hal
yang sudah dia putuskan, tidak ada orang yang bisa mengubahnya. Kita juga tidak bisa menyinggung
mantan suaminya itu.”
Maggie mengerutkan kening, “Jangankan tidak diizinkan untuk bertemu, jika dia datang ke sini, kita juga
harus menyambutnya dengan sopan, seperti tamu VIP!”
“Ku begitu… Tamara tampak khawatir, “Aku lihat dua hari ini kakak agak gelisah, mungkin karena
kakak sudah tahu mereka akan bertemu.”
“Benar, saat aku mengantarkan kopi untuk Tuan muda tadi, dia duduk sendirian sambil mmun.
Pyanin juga berkata.
“Putraku telu polos.” Maggie mengh napas, “Jika aku tidak membantunya, dikhianati orangin pun
dia tidak akan tahu.”
Lalu, ia terdiam sejenak dan menambahkan, “Daniel tidak mudah untuk dihadapi, aku harus mi
beraksi di sini sebelum dia datang.”
Para pyan tidak mengerti apa yang Maggie maksud, mereka tidak mengerti arti kata dari beraksi di
sini.
Tamarangsung mengert “Bibi, maksudmu…”
“Kemarin aku berdiskusi dengan anak–anak, baliwa aku ingin mengundang rombongan sp untuk
tampil di Taman Bordeaux.” Maggie tersenyum, “Bersiah, minta rombongan sp datang besok
soret”
“Baik.” Tumara segera pergi mksanakannya. Saat keluar, dia kebetn bertemu dengan Duke yang
datang untuk mencari Maggie, ia buru–buru memberi hormat, “Kakak!”
“Ya.” Duke menjawab, menundukkan kepnya dan berjn ke kamar Ibunya.
Sejak Tamara berinisiatif untuk memeluknya saat dia flu sebelumnya, Duke terus menghindari Tamara,
karena dia takut akan mkukan tindakan yang tidak pantas.
Tamara terlihat agak sedih saat melihat Duke yang terus menghindarinya, tapi dia dengan cepat
mengalihkan pandangannya dan mnjutkan urusannya sendiri.
Duke mengetuk pintu kamar Ibunya dan berkatangsung, “Ibu, aku ingin mengajak Tracy ke pantai
sma dua hari.”
“Kenapa tiba–tiba ingin pergi ke pantai?” Maggie menatap Duke dan menyadari ekspresi takutnya, “Apa
karena Daniel akan datang menjemput anak–anak, kamu khawatir cintama Tracy dengannya akan
bersemi kembali?”
Mendengar pertanyaan terang–terangan ini, raut wajah Duke berubah, ia segera menjskan: “Tidak,
Tracy bukan orang seperti itu.”
“Di dunia cinta, tidak ada yang muk.” Maggie mencibir, “Lagip Daniel memang lebih unggul
dariinu...”
“Ibu, jangan bicaragi.”
Semakin Duke mendengarkan, dia semakin gelisah. Sma lebih dari sebn di Taman Bordeaux,
hubungannya dengan Tracy tidak ada perkembangan. Sekarang Daniel akan datang. dia merasa
semakin takut...
Hari ini, dia membahas tentang pernikahan dengan Tracy, tapi dia tidak mempedulikannya danngsung
mengubah topik pembicaraan,lu pergi menemani anak–anak.
Duke khawatir jika ini terus benjut, apakah pernikahan ini benar–benar bisa diadakan sesuai jadwal
Itu sebabnya dia berpikir untuk membawa Tracy ke pantai sma dua hari, mungkin hubungan mereka
berdua bisa lebih dekat dan lebih erat.