Bab 1195
Bab 1195
Sejak hari itu, tidak ada hal aneh yang terjadi di Taman Bordeaux.
Nyonya Besar Louis merawat Duke sendiri dan tidakgi mendesak Tracy untuk menemani Duke.
Tapi, Maggie masih tetap meluangkan waktu untuk menemani anak–anak setiap hari, mengajari mereka
cara melukis dengan cat minyak dan membuat berbagai jenis dimsum yang lucu...
Sin Carlos, lima anakinnya sangat menyukainya.
Tracy tahu peringatan yang dia berikan sebelumnya sangat berguna, tapi juga tidak berani
menganggapnya enteng. Dia memberi tahu Naomi dan Pa untuk melindungi anak–anak.
Jeff tetap menjaga keamanan di Taman Bordeaux. Beberapa kali ada orang yang mencoba masuk ke
Taman Bordeaux, tapi diusir olehnya. Namun, dia slu merasa ada orang yang membantunya secara
diam–diam.
Dia mengira orang itu adh orang utusan Duke, jadi dia tidak banyak bicara.
Waktu belu dengan sangat berwarna tapi juga membosankan, satu bn belu dm sekejap mata
dan hanya tersisa tiga harigi sampai waktu yang th disepakati Tracy dan Daniel.
Tracy menyaksikan setiap hari waktu semakin dekat dan suasana hatinya mi terasa lebih berat,
karena sama sekali tidak ada kabar dari Kota Bunaken.
Sejak telepon hari itu, Daniel tidak pernah menghubunginyagi, juga tidak menghubungi Carlos.
Sma ini hanya Carles yang menelepon karena dia merindukan Maminya, tapi juga tidak membahas
soal Daniel.
Carles menangis saat dia melihat Carlos dan Ca mlui video.
Carlos buru–buru bertanya, “Kamu kenapa, Carles? Kenapa menangis?”
“Aku, aku merindukan kalian.” Carles menyeka air matanya sambil berkata dengan tersedak, “Kalian
berdua bersama dengan Mami. Aku di rumah sendirian, sangat sepi.”
“Di mana Papi? Apa Papi tidak menemanimu?”
Ca merasa sangat sedih dan mengambil tisu untuk menyeka air matanya diyar, tapi sayangnya dia
sama sekali tidak bisa menyekanya.
“Papi sangat sibuk, akhir–akhir ini tidak di rumah...”
...
Carles menundukkan kepnya dengan sedih dan tidak berani melihat mereka, dia tidak pandai
berbohong dan juga tidak ingin berbohong pada mereka, tapi dia terpaksa berbohong.
Tracy melihat Carles tidakgi ceria seperti sebelumnya, membuatnya merasa sangat sedih dan
tertekan.
“Kak Carles, jangan menangis. Beberapa harigi Papi akan membawamu datang menjemput kami.
Nanti kita bisa bertemugi.”
Ca menghiburnya dengan sedih,lu dengan marah mengeluh...
“Beberapa waktu ini teleponku tidak bisa tersambung. Sebenarnya apa yang sedang Papikukan?
Kenapa tidak memperdulikan kitagi?”
“Ca, Papi seharusnya sedang sibuk mengurus sesuatu, kita harus memakluminya.” Carlos tidak
senang saat Ca menyhkan Papinya,lu berkata dengan serius, “Terakhir kali Papi menelepon kita,
suaranya tidak seperti biasanya, mungkin Papi sakit.”
N?velDrama.Org copyrighted ? content.
“Baih..” Ca cemberut dan tidak berani berbicara.
“Betul, Papi sakit, jangan menyhkannya.” Carles berseru.
“Papi sakit apa?” Carlos segera bertanya.
“Aku, aku..” Carles tiba–tiba panik, matanya berkedip dan raut wajahnya berubah.
“Carles, cepat katakan.” Carlos cemas, “Sebenarnya Papi kenapa?”
“Aku sudah harus pergi ke sekh.” Carles buru–buru menutup p?nggn videonya.
Uu mer
IV
Terdengar suara “bip“, sinyal terputus, Carlos mengangkat tablet dengan sangat marah.
sual
I
“Kak Carlos, apa yang kalian bicarakan? Apa Papi benar–benar sakit? Apa parah?” Ca bertanya
dengan cemas.
“Tidak apa–apa, tidak apa–apa.” Tracy tidak ingin anak–anak khawatir, jadi dia dengan cepat mengubah
topik pembicaraan, “Papi memberi tahu Mami, dia terluka ringan saat sedang mengurus urusan di luar,
tapi tidak parah.”
“Benarkah?” Carlos bertanya balik.
“Tentu saja.” Tracy berkata sambil tersenyum, “Sudah beberapa waktu yanglu. Sekarang lukanya
seharusnya sudah hampir sembuh, kalian jangan khawatir.”
“Papi menelepon Mami, tapi kenapa Mami tidak memanggil kami?” Carlos menatap Tracy dengan
curiga.
“Waktu itu sudah sangat mm, kalian sudah tidur.” Tracy menjskan, “Lain kali saat Papimu
menelepon, Mami pasti akan memanggil kalian. Mungkin beberapa harigi Papi kalian akan
menghubungi Mami.”