Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar Bab 1178
Bab 1178
Tracy dan Duke yang mengajar dari pagi hingga siang, akhirnya berhasil mengajarkan beberapa cara
menunggang kuda pada anak–anak.
Anak–anak sangat gembira, mereka bersama–sama naik kuda poni.
Pa bersama pengawal wanitainnya bersikap waspada untuk melindungi kesmatan mereka,
tidak berani mengabaikan mereka sedikitpun.
Sedangkan pada saat ini, Amanda menelepon, mengingatkan Tracy sudah waktunya kembali untuk
menjni pengobatan.
Tracy yang melihat anak–anak begitu senang, tidak ingin mengganggu mereka, jadi dia memberitahu
Jeff untuk mengawasi anak–anak, kemudian dia bersama Naomi bersiap kembali ke V.
Maggie segera mengingatkan Duke untuk mengikuti dan menjaga Tracy, juga mengatakan bahwa
anak–anak diserahkan saja padanya, dia akan berada disini menemani anak–anak, siang hari akan
mengajak mereka ke kebun anggur untuk makan siang.
Tracy berterima kasih dan kemudian masuk ke mobil.
Duke juga ikut bersamanya naik mobil: “Tracy, aku akan ikut bersamamu, Ibu memintaku untuk
menjagamu.”
“Aku bukan anak kecil, untuk apa menjagaku?” Tracy berkata sambil tertawa, “Kamu pergi
menunggang kuda saja, tidak usah mempedulikanku.”
“Tidak bisa, Ibu sudah memberi perintah. Jika aku tidak pergi, dia akan memarahiku.” Duke mencari
san, “Biarkan aku menjagamu, ketika kamu sedang menjni pengobatan, aku bisa membuatkan
makan siang untukmu. Aku sudah bjar cara membuat bubur sapi, rasanya sangat
enak.”
“Baih.” Tracy tidak tega menknyagi.
Seth kembali ke v, Tracy pergi ke ruang perawatan, Duke pergi ke dapur untuk membuatkan
makan siang. Seth Tracy selesai menjni pengobatan, dia agak sedikit lh, dia meminta Naomi
memapahnya kembali ke kamar.
Ketika dia bersandar di sofa ingin tidur sejenak, Duke masuk dengan mendorong troli makanan: “Tracy,
makan siang sudah siap, coba cicipi dulu.”
“Aku tidak selera makan...” Tracy pada awalnya tidak ingin makan, tapi melihat satu persatu makanan
yang tertata dimeja, hatinya melunak, “Semua ini kamu yang masak?”
“Iya, aku baru bjar, kamu coba dulu rasanya bagaimana.” Duke menyerahkan sendok padanya,
“Makan bubur dulu.”
“Terima kasih.” Tracy menerimanya, memakan satu suap bubur, “Hm, rasanya lumayan enak.”
“Benarkah? Aku mempjarinya sangatma.” Duke sangat senang, “Coba ayam kung pao ini.”
13 S
Tracy mencoba sesuap, mengangguk setuju: “Lumayan.”
“Sepertinya masih perlu ditingkatkan.” Duke tersenyum malu, “Aku akan terus berusaha.”
“Sebenarnya kamu tidak perlu mempjari semua ini.” Tracy berkata dengan suara ringan, “Kamu
punya kesibukanmu sendiri.”
“Tidak kok, aku tidak punya kesibukaninnya.” Duke berkata dengan santai, “Aku menganggur.”
“Bukankan Proyek Stadion sudah dimi?” Tracy bertanya dengan curiga, “Aku dengar dari Direktur
Matthew dan yanginnya, lusa mereka akan datang kemari untuk upacara pembukaan?”
“Itu sudah diserahkan pada Ayahku.” Duke berseru, kemudian menatap Tracy kembali dengan takut–
takut, “Kamu tidak marah, ‘kan?”
“Proyek ini adh kerja kerasmu, kenapa diserahkan begitu saja?” Tracy sedikit mengernyit.
“Aku ingin lebih banyak waktu menemanimu.” Duke mencari sebuah san, seth selesai berbicara,
melihat raut wajah Tracy yang tidak senang, dia kemudian menjskan yang sebenarnya, “Baih,
sebenarnya aku ingin menghindari Daniel.”
Tracy menurunkan matanya dan berpura–pura acuh tak acuh: “Kamu telu banyak berpikir, dia
sangat sibuk, mana ada waktu untuk mengurus proyek ini? Bagi mereka Grup Wance, ini hanyh
sebuah investasi kecil.”
“Tidak, dia menyuntikkan danagi, proyeknya th diperluas.” Duke menatap Tracy dengan rumit,
“Apa kamu tidak tahu tentang hal ini?”
N?velDrama.Org copyrighted ? content.
“Tidak tahu.” Tracy tetap tenang, “Aku hanyh investor kecil dm proyek ini, tidak ada yang
memberitahuku.”
“Aku yanglai, Tracy kamu jangan marah.” Duke menjskan dengan terburu–buru, “Aku seharusnya
memberitahumu lebih awal...”.
“Kapan dia menyuntikkan modal?” Tracy bertanya dengan santai.
“Beberapa waktulu.” Duke berkata dengan hati–hati, “Hari ketika kita mengumumkan pernikahan kita
ke publik. Aku pikir dia akan menarik investasinya, tidak disangka...”
“Oh!” Tracy menjawab, kemudian tidak berbicaragi, hatinya rumit sulit diungkapkan...