Bab 1176
Bab 1176
Cuaca danngit sangat cerah.
Tracy menggendong dan menurunkan anak–anak satu persatu dari mobil, anak–anak bersorak gembira
ketika melihat padang rumput yang tak berujung.
“Anak–anak, sini kakak temani kalian untuk ganti baju dulu.”
Pa memanggil anak–anak.
“Asyik, ganti baju.”
Ketika bocah itu beri sambil melompat sambil menggandeng Ca.
“Pn–pn, janganri.” Ca sedang dm masa pemulihan, tidak bisa mengejar mereka.
“Benar–benar iri melihat mereka, tanpa beban, sungguh menyenangkan.” Carlos menatap ketiga bocah
itu dan bertanya, “Mami, saat aku sebesar mereka, apa aku juga begitu bahagia?”
“Saat itu kamu juga sangat pendiam.” Tracy tersenyum dan berkata, “Saat Carles dan Ca melompat–
lompat, kamu disamping hanya membaca dan menulis, mh bng mereka kekanak–kanakan.”
“Hah? Apa aku sudah seperti ini sejak usia 2 tahun?” Carlos sedikit tidak percaya.
“Kamu lebih tenang daripada mereka berdua.” Tracy bercanda, “Saat minum susu pun kamu minum
dengan lebih lembut.”
“Ppfft—–” Carlos tidak bisa menahan tawanya.
“Sudah, ayo sana ganti baju, Mami akan mengajarkanmu berkuda.” Tracy mendesak, “Kita harus
berkembang lebih menyeluruh!”
“Iya.” Carlos mengikuti rombongan untuk berganti pakaian.
Tracy datang ke ruang ganti, bersiap untuk mengganti pakaian.
Pada saat ini, Tamara masuk ingin mengambil barang, saat bertemu Tracy, dia memberi hormat: “Nona
Tracy!”
“Semuanya orang sendiri, jangan sungkan.” Tracy sangat santai.
Còntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org
“Nona Tracy, Anda sungguh sangat baik…”
segera
Tamara memandang Tracy dengan rumit, seh–h sedang ragu untuk berkata
sesuatu.
“Jika ada sesuatu yang ingin disampaikan, sampaikan saja.” Tracy tersenyum.
“Aku tahu, Grup Moore adh keluarga yang tidak tertandingi, status Anda tinggi, kami tidak berani
mengabaikannya. Tapi ada satu mash, seth aku memikirkannya, tidak tahu apa harus
mengatakannya pada Anda atau tidak.”
Tamara berbicara dengan sangat bijaksana.
“Katakan saja.” Tracy menatapnya dari cermin.
“Nyonya Besar Louishir di keluarga kerajaan, etiket keluarga kerajaan sangat rumit dan banyak
aturan, terkadang hal–hal yang menurut orangin hanyh mash kecil, tetapi sebenarnya harus
dihormati dan patuhi…”
Seth berbicara sampai disini, Tamara dengan cemas menjskan, “Nona Tracy, mohon jangan sh
paham, aku tidak punya maksudin, aku hanya ingin dengan tulus memperingatkan Anda.”
“Aku mengerti.” Tracy tersenyum ringan, “Aku terbiasa bebas, untungnya Nyonya Besar Louis bisa
mengerti, terima kasih atas pengertianmu!”
Tamara menundukkan kep dan memberi hormat, berkata dengan takut–takut, “Aku keluar dulu.”
“Ya.” Jawab Tracy, melihat punggungnya, lengkungan dibibirnya pehan menjadi lengkungan yang
datar…
“Menurut Nona, apa dia benar–benar tulus memperingatkan Nona?” Naomi mengambil pakaian berkuda
Tracy dari ruang ganti, “Menurutku, ada maksudin.”
“Sudah.” Tracy bahkan tidak menganggap serius perkataan tadi.
“Pa sudah mencari informasinya, Tamara dan Duke adh sepupu yang dipisahkan oleh tiga
generasi, dan status keluarganya berada ditengah, tapi dia sangat gigih, dia mempjari pengobatan
barat, seth lulus, dia terus mengikuti Nyonya Besar Louis.”
Naomi sambil membantu Tracy berganti pakaian sambil berkata, “Wupun dia terlihat rendah hati dan
sopan, terus merendah, seperti tidak punya keshan, tapi aku slu merasa dia memiliki niat buruk.”
“Kamu ini namanya menakuti diri sendiri. Tracy tersenyum, “Sebelumnya ada Victoria Hilton, jadi aku
juga harus waspada terhadapnya.”
“Benar yang Nona katakan.” Naomi berkata dengan senyum masam, “Tidak tahu
kenapa, begitu melihatnya, aku jadi teringat Victoria Hilton.”
“Tidak bisa hanya melihat orang dari penampnnya saja.” Tracy berkata dengan objektif, “Tanpa bukti
apapun, kita tidak boleh menuduh orang. Sin itu, bahkan jika benar dia menginginkan sesuatu,
ambisius itu normal, asalkan dia tidak menyakiti orangin.”
“Tenang saja, aku akan mengawasinya, akan kupastikan dia tidak berbuat
sembarangan.” Kata Naomi, “Tapi, perkataannya tadi sebenarnya juga masuk akal. Aku lihat Nyonya
Besar Louis tadi pagi agak sedikit tidak senang, mungkin dia pikir kita tidak mengerti sopan santun.”