Bab 1174
Bab 1174
Pada pagi harinya, Tracy dibangunkan oleh suara tawa anak–anak…
Sambil menguap, ia pun bangkit dari tempat tidurnya dan berjn menghampiri jend kamar. Ia
membuka tirainya dan menatap anak–anak yang sedang berian di dm taman bunga. Bibirnya pun
membentuk senyuman yang lembut.
Sejak kedatangan tiga anak kecil itu, Carlos dan Ca terlihat lebih ceria.
Anak–anak yang baru berusia dua tahun memang lebih periang, tanpa ada beban apapun. Sin itu,
ketiga anak ini seperti memiliki bakat sejakhir yang slu dapat menceriakan suasana.
Pada saat itu, Ca dan ketiga anak kecil itu sedang bermain kejar–kejaran di tengah hutan. Carlos
duduk minum di samping sambil tersenyum melihat mereka.
Pandangan Carlos sangat lembut.
Pantas saja Lorenzo begitu menyukai Carlos. Ia benar–benar mirip dengannya, tidak hanya dari
penampnnya, namun ia juga memiliki ketenangan yang sama.
Saat sedang memikirkannya, tiba–tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.
“Masuk.” Tracy mengenakan jaketnya.
Naomi membuka pintu dan masuk ke dm,lu mporkan, “Nona Tracy, Nyonya Besar Louis sudah
bangun. Ia sedang membawa hadiah ke taman bunga, sepertinya ia ingin memberikannya pada anak–
anak.”
“Sepagi ini?”
Tracy berpaling menatap ke arah taman.
Benar saja, Maggie bersama rombongannya masuk ke dm taman bunga. Ia dengan ramah menyapa
Carlos dan Ca bersama tiga anak kecil itu, dan memberikan hadiah kepada mereka…
“Benar, baru pukul tujuh pagi.” Naomi tidak tahu harus tertawa atau menangis. “Aturan tata krama dm
keluarga kerajaan begitu berbelit–belit. Aku melihat Tamara sudah bangun pukul lima pagi tadi dan
memerintahkan rombongan pyan menyiapkan sarapan untuk Nyonya Besar Louis, kemudian
membantu myani Nyonya Besar beres–beres…
“Mereka bahkan bekerja lebih keras daripada kalian.” Tracy berkata sambil bergurau,
11
“Benar, sekarang baru menyadari ku aku dan Pa benar–benar beruntung.” Naomi membuka pintu
ruang ganti untuk membantu Tracy menyiapkan pakaian, “Apa yang ingin Nona pakai hari ini? Pakaian
formal atau….”
“Pakaian santai saja.” Tracy asal menjawab, “Hari ini aku sudah berjanji akan membawa anak–anak
pergi berkuda.”
“Tapi, Nyonya Besar Louis berdandan begitu mewah.”
“Aku ‘kan bukan Nyonya Besar.”
“Baih, aku paham.”
Naomi memadukan pakaian bernuansa Barat dengan sepatu bot Dr. Martens yang keren. Rambut
panjangnya juga disanggul, membuat penampnnya terlihat mengagumkan, begitu berpengman dan
berani.
Ketika Tracy hendak pergi keluar, tiba–tiba terdengar ketukan di pintu.
Naomi pergi membukakan pintu, “Kak Jeff!”
Jeff berjn masuk ke dm ruangan sambil menundukkan kepnya dan mporkan, “Nona Tracy,
semuanya sudah diselesaikan.”
“Apa benar–benar ada orang yang sengaja membuat kekacauan?” Tracy segera bertanya.
Còntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org
“Benar.” Jeff menganggukkan kepnya, “Kita sudah menemukan tersangkanya, tapi ia mrikan diri
ketika kami berusaha menangkapnya. Saat dini hari tadi, aku sudah memeriksagi ke tempat kejadian.
Saat ini tidak ditemukan adanya potensi mash, tapi…. kita belum memeriksa rombongan yang datang
bersama Nyonya Besar Louis.”
“Rombongan Nyonya Besar Louis tidak mudah untuk diselidiki.” Tracy pun menginstruksikan, “Abaikan
saja dulu untuk saat ini. Sekarang mash di luar th terselesaikan, sebaiknya kamunjutkan
pekerjaan tim keamananmu seperti biasa.”
“Baik.” Jeff berkata, “Aku th mengatur empat orang untuk mengawasi anak–anak. Ada tersisa tiga
orang yang akan mnjutkan penyelidikan.”
“Baik. Kamu sudah bekerja keras.” Tracy berterima kasih, “Beruntung ada kamu di sini! Ku tidak,
mungkin kita akan kekurangan orang ku hanya mengandalkan para pengawal wanitaku.”
Dm mengerjakan seg sesuatunya, Jeff js–js lebih berpengman daripada Pa dan
Naomi.
Dm waktu semman, ia dapat mengurus semuanya tanpa diketahui oleh siapapun.
“Nona telu sungkan.” Jeff menundukkan kepnya,lu pamit meninggalkan tempat itu.
“Sekarang kita bisa pergi berkuda dengan tenang.” Naomi menyodorkan sebuah topi untuk Tracy.
“Iya, hari ini cuacanya bagus.” Tracy mengenakan topinya, dan beranjak keluar ruangan.
Nyonya Besar Louis th memberikan hadiah kepada anak–anak di taman bunga. Ia bahkan dengan
ramah mengajak anak–anak untuk pergi sarapan bersama–sama.
Ca masih merasa canggung, sehingga ketiga anak kecil itu segera berkata, “Nanti saja kami baru
pergi sarapan. Sekarang kami mau menangkap kupu–kupu. Nenek pergi makan duluan saja.”
Lalu, ketiga anak itu pun segera beri….
Biti bahkan menarik Ca untuk bermain bersama, “Kak Ca, cepat ke sini!”
“Nenek Maggie, sampai…. jumpa…”
Ca yang belum selesai bicara sudah ditarik pergi oleh Biti.