Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar Bab 1140
Bab 1140
Pertanyaan ini meskipun terlihat sopan dan segan, namun sebenarnya membawa aura pembunuh
yang dingin...
Ucapan Tuan Besar Louis kembali mengingatkannya kepada dirinya sendiri di masalu, saat Be
Moore membawanya kembali, ia juga menerima keraguan yang tidak terhitung juhnya.
All text ? N?velD(r)a''ma.Org.
Setiap hari pasti ada orang yang mencari mash dengannya, menegur Be karena sudah
membawa bajingan sepertinya png ke Keluarga Moore, bahkan ada orang yang ingin mengusirnya
pergi…
Be tidak memperdulikannya, ia mengatasi semua kesulitan dan membuat Lorenzo tetap tinggal.
Dia bahkan mengadakan pertemuan keluarga, memberitahu seluruh keluarga, siapapun yang berani
menyentuh anak ini, akan berhadapanngsung dengannya, ia terus berjuang untuk melindunginya!
Saat itu, di dm hati Lorenzo yang masih muda, keberadaan bibinya ini seperti seorang dewa...
Sekarang, hal yang sama sedang terjadi di depannya, membuatnya merasa sangat marah.
Ia tidak seperti orangin yang menyiapkan payung sebelum hujan dan telu memikirkan seg
sesuatunya secara menyeluruh, ia menangani seg sesuatunya dengan tegas, sekali ia memutuskan
sesuatu, siapapun tidak dapat mengubahnyagi.
Begitu sederhana dan brutal!
“Bukan, bukan itu maksudku...” Tuan Besar Louis dm sekejap panik, keringat membasahi dahinya,
“Lorenzo, aku datang untuk berdiskusi denganmu, jangan marah.”
Meskipun ia adh seorang senior, Lorenzo juga sudah cukup segan dan menghormatinya, namun ia
sadar temperamen Lorenzo, jika ia benar–benar membuatnya marah, Lorenzo tidak akan peduligi
apakah ia seorang senior atau bukan, ia juga tidak akan peduligi apa statusnya....
Asalkan ia sudah membuatnya tidak senang, ketika Lorenzo memutuskan untuk menjadi musuhnya,
maka ia benar–benar akan menjadi musuhnya!
“Aku hanya iseng bertanya.” Lorenzo menyunggingkan senyumannya, “Anak itu mirip denganku, aku
sangat menyukainya. Aku tidak mempunyai anak, mungkin saja aku akan membuatnya menjadi
penerus Keluarga Moore!”
“Eh...”
Tuan Besar Louis sangat terkejut, ia sama sekali tidak menyangka Lorenzo memiliki rencana seperti
ini.
Sebenarnya, ia pernah mendengar kabar bahwa Lorenzo memiliki seorang anak kandung, namun ia
tidak tahu kebenaran kabar itu, Lorenzo tidak pernah mengungkitnya, ia juga tidak berani
menanyakannya.
“Sejak awal aku tidak pernah memandang hubungan darah, apgi memperdulikan mash status,
hal–hal seperti itu tidak berguna untukku, tidak ada orang yang bisa mengubah keputusan yang th
kubuat!”
Lorenzo berkata dengan santai, “Lagip, tidakmagi anak itu akan kembali ke Keluarga Wance
untuk mewarisi harta keluarga mereka, kekhawatiranmu sebenarnya tidak berdasar!”
“Kembali ke Keluarga Wance?” Tuan Besar Louis sedikit bingung, “Bukannya Tracy bng, dia dan
Daniel sudah sepakat, anak ini akan hidup bersama Tracy?”
“Kesepakatannya memang seperti itu, namun masa depan sulit diprediksi...”
Ada tatapan tamak dan mengejek dari sorot mata Lorenzo, namun ia tidak mnjutkan perkataannya,
ia mengganti topik pembicaraan
“Ngomong–ngomong, anak ini bisa mewarisi properti Keluarga Wance dan Keluarga Moore,
Keluarga Louis atau siapapun itu tidak penting baginya!”
Perkataan ini dikatakan dengan begitu angkuh, namun sesuai dengan kenyataan.
Tuan Besar Louis diserang hingga ia terdiam, ia batuk beberapa kali untuk menutupi rasa
canggungnya: “Sebenarnya bukan itu maksudku, aku hanya takut Daniel akan membuat mash...”
“Saat dia benar–benar membuat mash, baru kita bahasgi nanti.” Lorenzo meletakkan gs
anggurnya, kemudian berdiri dan hendak pergi, “Jika ia benar benar datang, masih ada aku, apa yang
Anda takutkan?”
“Benar juga.” Tuan Besar Louis mengangguk–anggukkan kep.
“Tuan Besar Louis sudah lh seharian, kembalh ke kamar dan beristirahat.” Lorenzo berjn
keluar sambil berkata dengan sungkan, “Aku keluar sebentar, siang nanti aku akan kembali.”
“Baik.”
Pada saat ini, ia tiba–tiba teringat Daniel, meskipun Daniel juga angkuh bagai penguasangit, namun
ia tetap akan mempertimbangkan seg sesuatunya dengan menyeluruh dan memperdulikan nama
baik keluarga, ia tidak mungkin menjadi musuhnya.
Berbeda dengan Lorenzo, ia akan memainkan kartunya di luar akal sehat, mkukan seg
sesuatunya berdasarkan suasana hatinya...
Namun, apa arti perkataan Lorenzo “Masa depan sulit diprediksi“?