AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 1120

Bab 1120

    Bab 1120


    Bab 1120


    “Papi kenapa?” Carles melihat raut wajah Daniel agak gelisah, “Papi sedang mencemaskan Kak Carlos


    dan Ca? Atau mencemaskan Mami menikah dengan orangin?”


    “Dua–duanya.” Daniel tidak pernah menghindar dari topik ini dengan anak, “Tapi Papi akan memikirkan


    cara untuk menyelesaikannya, kamu jangan cemas.”


    “Papi jangan cemas. Kak Carlos sudah merencanakan sejak awal.” Wajah Carles penuh kebanggaan.


    “Setidaknya dm dua bn, Mami tidak akan menikah.”


    “Hm?” Daniel tersadarkan sejenak, “Rencana apa?”


    “Lebih baik tunggu nanti mm saja, biar Kak Carlos sendiri yang bng pada Papi.” Carles berkata


    dengan wajah misterius, “Bagaimanapun untuk sekarang rencana itu belum selesai, aku bng pun tak


    ada guna.”


    “Anak busuk, bisa–bisanya merahasiakan ini dari Papi.” Daniel menepuk kepnya dengan ringan.


    “Hihi!”


    Kota Snowy di Negara Emron.


    Salju lebat menutupi seluruh kota menjadi putih.


    Naomi memerintah pyan untuk menggantikan mantel bulu pada Carlos dan Ca. Menggunakan


    pakaian lengkap dan mengenakan bot militer kecil.


    Tracy juga th mengenakan perlengkapan, mantel besar dan panjang berwarna putih dan topi


    membungkusnya dengan ketat. Sepatu bot dengan s sepatu gigi anti selip berdiri menempel kuat di


    atas eksktor, membuatngkahnya terlihat lebih tegas.


    Tracy menggandeng kedua anak turun dari eksktor. Naomi, Pa dan dpan bs pengawal


    wanitain mengikuti dm dua barisan.


    Anak–anak yang memandang ke depan merasa penasaran dan ada rasa baru.


    Pandangan Carlos ke depan, tatapannya tenang. Ia dengan cepat menarik perhatian Tuan Besar Louis.


    Tuan Besar Louis berkata dengan Duke Louis dengan suara rendah, “Pantas saja Tuan L menyukai


    anak itu, ternyata ia memiliki aura seorang pemimpin.”


    “Ketiga anak memiliki kepribadian unik, semuanya sangat menggemaskan.” Duke Louis berkata sambil


    tersenyum seri, kemudian ia maju menyambut dengan ramah, “Tracy, Carlos sayang, Ca sayang!”


    sapa Duke.


    “Halo Paman Duke.”


    Kedua anak menyapa Duke dengan sopan, kemudian Carlos mengingatkan dengan serius. “Paman


    Duke, terima kasih th menunggu kami di sini, tapi ada satu hal yang ingin kusampaikan padamu.”


    “Hah? Hal apa?”


    Property ? of N?velDrama.Org.


    Duke sangat penasaran apa yang ingin Carlos sampaikan padanya. Agar dapat berkomunikasi dengan


    baik kepada Carlos, ia berjongkok menjajarkan mata dengannya.


    “Hanya Papi dan Mami kami yang boleh memanggil kami dengan panggn sayang, Anda boleh


    memanggil namaku.” Carlosngsung berterus terang.


    Duke tertegun sejenak, ia agak merasa canggung. Tetapi dengan cepat ia tersenyum, “Baih, Carlos,


    aku sudah ingat!”


    “Maaf.” Carlos menundukkan kep dan membungkuk menunjukkan rasa hormat.


    “Tidak apa, aku yang telu sesuka hati. Kamu mengatakannya kepadaku itu benar.” Duke mengulurkan


    tangan sambil tersenyum, “Mari kita bersman!”


    Carlos bersman sambil tersenyum, ia bukan tidak menyukai Duke. Wupun ia tidak berharap Mami


    dan Duke menikah, tetapi ia merasa Duke orang yang jujur dan orang yang baik.


    “Kita juga bersman.”


    Ca juga mengulurkan tangan kecil dan bersman dengan Duke.


    Kedua orang tertawa.


    Tracy melihat anak–anak sama sekali tidak menjaga jarak dengan Duke. Ujung bibirnya tersenyum


    puas, setidaknya dapat hidup dengan damai...


    Dengan cepat, kesadarannya kembali. Ia mendekat dan memberi hormat kepada Tuan Besar Louis,


    “Tuan Besar Louis, maaf th membuat Anda menungguma!”


    “Hanya sedikit lebih awal.” Tuan Besar Louis memandangnya sambil tersenyum, “Tampaknya kamu


    kurusan? Baguh sudah png, cuaca di Kota Bunaken tidak cocok denganmu, Kota Snowy lebih


    cocok denganmu.”


    Ucapan ini tampak sederhana, tapi maknanya dm.


    “Iva.” Tracy menganggukkan kep dengan hormat,lu berkata kepada anak–anak, “Carlos, Ca, ayo


    panggil Kakek Fincent Louis.”


    “Halo, Kakek Fincent Louis.” Carlos dan Ca menyapa dengan sopan.


    “Halo.” Tuan Besar Louis memandang kedua anak, “Ternyata memang ada keturunan keluarga Moore.”


    Ketika mendengar ucapan ini, Carlos melirik Tuan Besar Louis dengan spontan. Kening kecilnya


    mengerut...


    Ca mh tak paham dengan ucapan ini.


    “Naik mobih, Kakakmu menunggumu di rumah.”


    “Baik, Tuan Besar Louis, skan!”
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul