Bab 1110
Bab 1110
Tetapi tidak ada gunanya memikirkan ini sekarang. Hanya bisa berjn sngkah demi sngkah
Tracy meletakkan surat wasiat itu dan menemukan selembar kartu hitam. Itu adh uang yang
ditinggalkan ayah untuknya sebelumnya.
Ketika ia berinvestasi di pabrik, ia mengambil sebagian uang. Masih ada 100 miliar lebih di Bank
Swednd.
Tetapi ini semua tak ada gunanyagi, ia sekarang tak kekurangan uang.
Namun, karena itu adh barang yang ditinggalkan ayahnya untuknya, maka ia harus membawanya
pergi.
Tracy meletakkan barang-barang penting dm kotak penyimpanan barang, termasuk surat
perjanjiannya dengan Daniel.
Bagaimanapun, itu mmbangkan perman cinta mereka.
Tak ada shnya menyimpan kenangan.
Seth membereskan barang, Tracy istirahat di atas ranjang. Akhir-akhir ini telu banyak hal yang
terjadi, ia sangat lh tetapi tubuhnya tak bisa bersantai.
Sekarang seth png dan melihat kamar yang familiar, juga ranjang kecil yang pernah ditidurinya, ia
merasa sangat akrab. Jadi begitu ia berbaring istirahat, tak terasangsung tertidur.
Daniel th selesai menyiapkan makan siang. Ia membersihkan tangan dan pergi memanggil Tracy
makan.
Di saat ini Tracy tiba-tiba terbangun, membuka mata dan bertemu dengan tatapan Daniel. Ia tertegun
sejenak,lu mendorongnya dengan dingin.
“Aku hanya menyelimutmu.” Daniel menjskan.
“Sudah diselimuti, kamu sudah boleh pergi.” Tracy menatapnya dengan dingin.
“Makan siang sudah siap.” Daniel mengalihkan topik baru.
“Aku tidak berselera makan, kalian makan dulu.”
Tracy membalikkan badan dan memeluk bantalnjut tidur.
Daniel sangat tak berdaya, ia berdiri dan hendak pergi.
Di saat ini, tiga anak beri masuk dan berseru, “Papi, Mami, makan. Kamipar.”
“Ssstt, Mami mau tidur.”
Daniel mengingatkan anak-anak jangan mengganggu Tracy tidur.
“Mami, makan dulu baru tidur.” Carles beri mendekat menarik Tracy, “Tadi Mami hanya sarapan
sedikit, tidak boleh kparan.”
“Benar, Mami, Papi masak banyak makanan enak. Cepat cicipi.” Ca juga membujuk Tracy.
Tracy tak bisa menk bujukan anak-anak. Ia terpaksa bangun dan ikut ke ruang makan.
Ketika melihat makan siang yang beragam di atas meja, Tracy agak terkejut, “Ini semua masakanmu?”
“Memang masakan siapa?” Daniel memutar mata ke atas,lu meminta anak-anak cuci tangan.
Anak-anak pergi ke toilet mencuci tangan.
Tracy melihat makanan lezat di atas meja. Merasa tak percaya, ia menjulurkan tangan ingin mengambil
sayap ayam. Daniel tiba-tiba menyeletuk, “Pergi cuci tangan!”
Tracy memelototinya, namun pada akhirnya tetap pergi mencuci tangan dengan patuh.
“Cepat, cepat, air liurku sudah mau mes.”
Anak-anak buru-buru cuci tangan dan makan.
Tracy juga kembali ke meja makan dengan cepat, Daniel sudah menyusun t makan.
“Papi makan, Mami makan!”
Anak-anak berseru dengan sopan,lu mi mnakan.
Tracy hendak mencapit sayur, Daniel sudah memberikannya sepotong ayam terlebih dahulu,lu
memberikan anak-anak sayur.
Tracy meliriknya sejenak,lu makan sayap ayam itu. Seth selesai menghabiskan sayap ayam, ia tak
bisa menahan diri mendesah, “Lumayan.”
“Hanya lumayan?” Daniel memberikannya sepotong ikan, “Coba ini.”
Tracy mencicipinya, ingin sekali memujinya, tapi ia berpura-pura dingin, “Tak buruk.”
“Tak buruk?” Daniel mengernyitkan kening.
“Enak, enak, sangat enak, tiadawan.” Carles tak berhenti memuji.
“Benar, aku juga merasa sangat enak.” Ca memuji dengan antusias, “Papi, sejak kapan Papi bjar
masak sayur ini? Dulu Papi hanya bisa masak bubur tng sapi.”
Previous Chapter
Next Chapter