Bab 1098
Bab 1098
Tracy th mengganti pakaian bersih, ia berjn mendekat. Daniel menyerahkan ponsel kepadanya,
“Carlos dan Carles menelepon.”
Tracy tertegun sejenak,lu menerima ponsel itu, “Halo, Carlos, Carles!”
“Mami...” Ketika mendengar suara Tracy, Carles tak bisa menahan diri menangis, “Mami, terjadi
sesuatu dengan Ca? Kami sangat cemas dan takut.”
“Tidak apa, jangan takut.” Ketika mendengar suara anak–anak, Tracy menjadi lembut dm seketika,
“Ca hanya flu, ia akan segera membaik.”
“Mami....”
“Berikan padaku.” Carlos mengambil ponsel dan berkata kepada Tracy, “Mami, kami baik–baik saja,
ada Kakek Sanjaya di sini. Kami sangat aman. Mami dan Papi menjaga Ca, juga harus menjaga diri
sendiri.”
“Mami tahu, Carlos.” Suara Tracy menjadi agak serak, “Tunggu Ca sembuh, baru kita bicarakangi.
Kamu dan Carles istirahat di rumah. Beberapa hari ini, jangan ke sekh, oke?”
“Aku tahu.” Carlos mengerti Mami mencemaskan kesmatan mereka
“Sudah, ya. Mami mau melihat Ca, kalian baik–baik, ya.”
“Iya, Mami. Kami tunggu kalian png.”
Seth menutup telepon, Tracy melempar ponsel ke Daniel. Lalu ia duduk di samping, menatapmpu
UGD dengan terbengong
“Ca akan baik–baik saja.” Daniel menenangkan dengan lembut.
“Ini adh klaianku.”
Tracy sangat menyhkan diri sendiri. Jika ia dapat dengan cepat menemukan keanehan Windy. jika
ia bisa mengatur lebih baik, maka mungkin tidak akan kejadian seperti ini....
Sebenarnya ketika Ca keracunan sebelumnya, juga karena tak sengaja meminum racun yang
diberikan Victoria kepada dirinya.
Dihitung–hitung, dua kali insiden Ca terjadi karena klaiannya.
Sebelumnya ia menyhkan Daniel, sekarang seth dipikir–pikir, ini adh keshannya...
“Jangan asal berpikir.”
Daniel ingin memeluknya, tetapi ketika mengulurkan tangan, ia menyadari dirinya masih mengenakan
pakaian kotor yang basah. Ia takut akan mengotorinya, terpaksa menarik kembali
lengannya.
“Kamu pergi ganti baju.” Tracy memandangnya, “Ca juga tidak ingin melihatmu seperti ini
ketika ia bangun.”
“Baik.” Daniel menganggukkan kep,lu berdiri.
Tracy memandang punggungnya, tatapannya sangat ruwet...
Di saat ini, Pa datang mpor, “Danny mencoba menghubungiku, katanya ingin kemari bertemu
Windy. Ia segera naik pesawat penerbangan menuju Chiang Mai.”
“Atur orang jemput dia, jangan membocorkan perjnan kita.”
“Paham.”
Property ? of N?velDrama.Org.
Tracy melihat keluar, hujan sudah berhenti, tetapingit masih saja gp, seh kapan pun akan
lanjut hujan.
Seh ada sesuatu yang menyangkut dm hatinya, benar–benar sesak.
Tetapi waktu yang menunggu adh sebuah penyiksaan....
Satu jam belu, dua jam belu, tiga jam belu..
Danny sudah tiba di rumah sakit, Ca dan Windy masih belum keluar dari UGD.
Danny terluka serius, kepnya dibalut perban. Satu lengannya menggunakan gips, ketika berjn
agak oleng. Ia benar–benar terlihat memaksa diri untuk terbang dari Kota Bunaken ke Chiang Mai...
Sebelum tiba di ruang gawat darural, ia th mengetahui Windy belum melewati masa kritis. Seorang
pria setinggi 185 cm, matanya mi memerah, menundukkan kep dan air mata tak berhenti
mengalir.
“Aku sudah memanggil dokter terbaik, mereka sedang menymatkan Windy.” Tracy berkata dengan
ringan, “Semoga orang baik dilindungingit?”
“Maaf….”
Danny berlutut di hadapan Daniel dan Tracy, ia benar–benar sangat bersh.
“Aku mohon pada kalian, maafkan Windy, ia mkukan keshan karena aku, semuanya shku.
Jika kalian marah, bunuh saja aku, jangan shkan dia.
Terutama Nona Tracy, Windy menganggapmu sebagai kakak kandungnya. Aku rasa, sekalipun ia mati,
ia juga tidak berharap kamu membencinya...”