AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 1085

Bab 1085

    Bab 1085


    Bab 1085


    Di saat ini, Ca bangun dengan linglung, karena kesehatannya buruk ditambah minum obat tidur,


    sekarang ia sangat menderita.


    “Ca, kamu kenapa? Baik–baik saja, kan?” Windy lekas menenangkannya.


    “Bibi Windy, ini di mana?” Ca bertanya sambil menangis, “Aku sakit sekali, aku ingin Mami.…”


    “Ca anak baik, Mami akan segera kemari.”


    Windy sangat merasa bersh, ia sangat bersh kepada Tracy dan anaknya.


    “Tubuhku tidak enak... Hoek...”


    Tiba–tiba, Ca mi muntah.


    Windy lekas membuka kantong stik untuknya.


    Linda yang melihat adegan ini dari samping, berekspresi menjijikkan.


    Di saat ini, pramugari mendekat dan bertanya, “Kenapa?”


    “Dia….”


    “Tidak apa–apa, hanya mual. Nanti juga membaik, cepah lepasndas.”


    Linda memotong ucapan Windy dan mendesak dengan buru–buru.


    “Benar tidak apa–apa?” tanya pramugari dengan cemas.


    “Sudah dibng tidak apa, kenapa begitu berbelit?” Linda menggerutu dengan kesal, “Masih tidak


    terbang juga, sedang menunggu apa?”


    Pramugari tidak berani banyak bertanyagi, ia terpaksa pergi.


    Windy membuka sebotol air mineral, memberikan Ca minum.


    Ca sangat kesakitan, ia menangis menginginkan Mami.


    Linda merebut botol mineral itu dengan kesal,lu memasukkan obat tidur ke dmnya. Seth


    mengocoknya, ia hendak memberi Ca minum.


    Windy menghentikangi, tetapi kali ini pengawal asing yang duduk di bkang menahan pundak


    Windy.


    Pundak Windy ditekan begitu keras membuatnya tak berani bergerakgi.


    Linda mencubit wajah Ca dan memaksakannya minum obat.


    Ca mengenali wajahnya, ia memblakkan mata sambil ketakutan, “Kamu!!! Wanita jahat, apa yang


    kamukukan... huhu....”


    Ucapan Ca belum selesai, iangsung dipaksa Linda minum obat.


    “Jangam menyakitinya.”


    Windy ingin menghentikannya, namun tubuhnya terus tertahan di kursi, ia tak bisa bergerak.


    “Kalian sedang apa?” Seorang penumpang merasa ada yang aneh, ia bertanya kepada Linda, “Kalian


    keluarga anak ini atau bukan?”


    “Tentu saja iya.” Linda lekas berkata, “Anak ini nakal, sudah sakit tak mau makan obat. Aku sedang


    memberinya obat.”


    “Mana ada yang memberi obat dengan paksaan seperti ini?” Penumpang itu merasa aneh.


    “Ku dia berisik dan membuat gundah seluruh penumpang, kamu yang akan menjskan?” Linda


    bertanya balik, “Jadi orang tua sekarang sulit sekali, anak berisik, semua orang marah bng orang tua


    tidak menjaganya dengan baik. Sekarang aku beri anakku makan obat flu, kalian curiga aku sedang


    mkukan kekerasan kepada


    anak!”


    “Kamu….”


    “Sudah, sudah.” Teman orang itu menghentikan, “Jangan ikut campur, itu urusan mereka.”


    Orang itu tak banyak bicaragi.


    Linda memelototi dengan bengis,lunjut memaksa Ca minum obat.


    Ca berusaha meronta, tenggorokannya tak berhenti menn air, ia tak bisa bicara.


    Di saat bersamaan, Daniel dan Tracy sudah mendobrak pintu kaca pintu keberangkatan, mereka


    bergegas mencari pesawat itu.


    Tetapi pesawat tidak berada di ujung pintu keberangkatan, minkan berhenti di tempatin, perlu naik


    bus ke sana.


    Daniel menahan seorang petugas, ia bertanya lokasi pesawat itu.


    Tracy th merebut bus antar jemput ks bisnis, ia dan pengawal–pengawalnya hendak ke sana.


    This content provided by N(o)velDrama].[Org.


    Tepat di saat ini, satpam bandara membawa pasukan besar untuk menghentikan mereka, Ryan lekas


    membawa bawahannya untuk menghngi mereka.


    Daniel dan Tracy naik mobil hendak pergi menymatkan orang, tetapi mobil baru saja bergerak.


    Pesawat yang berada tak jauh sudah lepasndas....


    Ada petugas yang berteriak, “Pesawat yang kalian cari sudah lepasndas.”


    Tracy memandang pesawat itu dengan tercengang, ia membeku.


    “Cepat pesan pesawat ke Chiang Mai.” Daniel lekas membuat keputusan.


    “Baik.” Ryan lekas mengatur.


    “Jika pesan pesawat membutuhkan waktu, maka pesan penerbangan tercepat. Kita harus naik pesawat


    ke sana secepatnya.”


    “Paham.”


    “Hubungi orang bandara, minta pesawat terbang kembali ke sini.” Tracy cemas.


    “Tidak ada sinyal bahaya di pesawat, tidak boleh asal bertindak di bandara ini. Jika menunggu


    pengajuan disetujui, maka mereka sudah tiba di Thand lebih dulu.”


    Previous Chapter


    Next Chapter
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul