AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 1062

Bab 1062

    Bab 1062


    Bab 1062


    Mobil mju ke hman, dan semua orang menyambutnya.


    Hartono buru–buru memberi isyarat kepada semua orang untuk tidak mengganggu Daniel.


    Daniel memang benar–benar lh, dia bersandar di kursi bkang dan tertidur.


    Ryan menatapnya dengan kasihan, tidak ingin membangunkannya.


    “Ada apa? Ada apa dengan Tuan Daniel?” Bibi Riana bertanya dengan suara pn.


    “Dia telu lh, kembali untuk beristirahat.” Hartono berbisik, “Bibi Riana, minta seseorang untuk


    membersihkan kamar,lu siapkan air hangat, agar Tuan Daniel bisa mandi.”


    “Oke, aku akan segera menyiapkannya.”


    Bibi Riana bergegas mengaturnya, dan meminta orang dapur menyiapkan makanan.


    Daniel masih tertidur di dm mobil, tiba–tiba suara guntur membangunkannya, dia membuka


    matanya, dan tanpa sadar berkata, “Badai petir?”


    Property ? of N?velDrama.Org.


    “Ya, akan turun hujan.” Ryan berkata dengan lembut, “Tuan Daniel, turuh dan istirahah di kamar,


    Bibi Riana sudah menyiapkan air hangat untukmu.”


    Daniel menyeka wajahnya yang lh dan memerintahkan, “Pergi ke V sisi utara.”


    “Hah?” Ryan tercengang, “Sekarang ini...”


    “Dia takut petir.” Daniel menepuk–nepuk wajahnya agar tidak mengantuk, “Jika ada aku di sisinya, dia


    akan jauh lebih baik.”


    “Ini...”


    “Cepat!” Daniel memerintahkan dengan tidak sabar.


    “Aku...” Ryan ragu–ragu sejenak,lu berbisik, “Aku dengar, Duke Louis ada di sini, dan sekarang dia


    tinggal di V sisi utara.”


    Mendengar kalimat ini, Daniel tercengang, wajahnya tiba–tiba menjadi murung, sepertingit yang


    sedang mendung saat ini...


    “Jika kita pergi sekarang, mungkin kita tidak dapat masuk.” Ryan berkata dengan pn, “Anda telu


    lh, lebih baik istirahat di rumah.”


    Daniel tidak bicara apapun, dia mendorong pintu dan keluar dari mobil.


    Ryan segera mengikutinya.


    Ia kembali ke kamarnya, melihat tempat tidur besar yang familier dan foto pernikahan di samping


    tempat tidur, suasana hati Daniel sangat rumit...


    Dia berdiri di ujung tempat tidur, diam–diam melihat foto–foto itu, di benaknya muncul banyak peristiwa


    masalu yang indah...


    “Tuan Daniel, ayo makan dulu.” Bibi Riana membawa semangkuk mie daging sapi, “Aku baru saja


    memasaknya untukmu, makanan favoritmu ketika Tuan masih muda.”


    “Baih, terima kasih.” Daniel kembali sadar dan duduk di depan meja untuk makan mie.


    Bibi Riana berdiri di samping, melihat penampnnya yang lh dan lesu, hatinya sedih.


    “Ada apa?” Daniel melihat ekspresi sedihnya dan tidak bisa menahan tawa, “Aku baik baik saja,


    kenapa bibi menangis?”


    “Aku hanya merasa kasihan.” Bibi Riana tersedak, “Tuan masih muda, tapi harus menanggung begitu


    banyak tekanan, dm beberapa hari ini, Anda sudah terlihat sepuluh tahun lebih tua.”


    “Apa aku semakin tua?” Daniel mengulurkan tangan dan membi wajahnya.


    “Sudah, sudah...” kata Ryan terburu–buru, “Bibi Riana, cepat pergi istirahat. Biarkan Tuan Daniel tidur


    nyenyak. Dia belum tidur sma tujuh hari tujuh mm.”


    “Hah? Bagaimana bisa tidak tidur?” Bibi Riana cemas, dan begitu dia membuka mulutnya, ia tidak bisa


    menahan diri untuk tidak mengoceh, “Jika Tuan tidak tidur, tubuhmu akan tumbang...”


    “Ya, jadi sekarang biarkan dia istirahat dengan tenang.”


    Ryan membujuk dan mendorong Bibi Riana keluar,lu menghibur Daniel, “Jangan dengarkan omong


    kosong Bibi Riana, orang tua itu hanya mengoceh saja.”


    “Mungkin memang benar aku sudah semakin tua. Beberapa hari terakhir, aku merasakan banyak


    mash dm tubuhku.” Daniel mengh napas, “Aku tidak menyangka, aku akan mengmi hari


    ini.”


    “Anda telu lh.” Ryan berkata dengan sedih, “Apa perlu memanggil Lily datang?”


    “Tidak perlu.” Daniel menggelengkan kepnva. “Kamu sendiri vang bng aku


    telu lh. Jika dia datang pun, apa yang bisa diakukan?”


    “Itu benar, jika ada sesuatu yang tidak beres, Anda harus memanggil Tabib Hansen.”


    Seth beberapa insiden ini, Ryan meragukan kemampuan medis Lily.


    Mendengar Tabib Hansen, Daniel tiba–tiba teringat bahwa sebelum dia pergi dari v sisi utara, ia


    bertanya tentang matanya. Mungkinkah itu...


    Ada mash apa?


    “nk!” di luar terdengar suara gunturgi, dan Daniel terkejut. Dia menoleh untuk melihat ke luar


    jend, hatinya merasa sangat tidak tenang. Dia hendak menelepon


    Tracy, tetapi nomornya tidak bisa dihubungi…


    Nomornya sudah diblokir.


    19:1


    Tiga Harta: Ayah Misterius ... –
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul