Bab 1048
Bab 1048
“Sudah, kita jangan ributgi.”
Daniel sangat tidak berdaya, dia tahu bahwa terkadang emosi akan memengaruhi pandangan
seseorang terhadap suatu mash, terlebihgi masih bercampur aduk dengan begitu banyak
kebencian dan dendam.
Daniel melepaskan egonya, dia bertanya dan memohon dengan ramah, “Mau bagaimana kamu baru
bersedia membiarkanku membawa anak–anak pergi bertemu dengan Kakek untuk terakhir kalinya?”
“Tanda tangani dokumen ini.” Tracy mengeluarkan sebuah dokumen dan pena, “Aku akan membawa
anak–anak pergi bertemu dengan orang tua itu seth kamu menandatanganinya.”
Daniel menerima dokumennya dan mengerutkan kening seth membacanya: “Kamu ingin aku
menyerahkan hak asuh anak–anak?”
“Benar.” Tracy menganggukkan kep dan menatapnya dengan sakit hati, “Daniel, aku sungguh
membencimu, tapi aku lebih membenci diriku sendiri, aku membenci diriku karena kurang tegas.
Aku berng kali memberi tahu diri sendiri bahwa harus membunuhmu dan menghancurkan keluarga
Wance, membs dendam Bibi Juni dan diri sendiri, tapi setiap kali melihat anak anak, hatiku pun
menjadi lunak.
Aku sungguh membenci diriku yang seperti ini, tetapi demi anak–anak, aku hanya bisa berhenti
membs dendam padamu, namun dm kehidupan ini, aku tidak ingin melihatmugi.
Sekarang kamu tandatangani perjanjian ini, aku akan membawa anak–anak pergi ke rumah sakit,
membiarkan mereka bertemu orang tua itu untuk terakhir kalinya, seth itu, kita tidak akan
berhubungan satu samaingi.
Demi anak–anak, aku akan membujuk Kakak untuk tidak mwan keluarga Wancegi, asalkan
kalian tidak mengganggu keluarga Mooregi, maka kebencian dan dendam antara keluarga Moore
dan keluarga Wance akan berakhir sampai di sini!
Ini merupakan akhir yang terbaik bagi kita berdua dan juga merupakan terakhir kalinya aku mengh,
aku beri kamu waktu 3 menit untuk mempertimbangkannya!
Anak–anak masih menunggu kita di ruang kerja, kita akan ke sana seth kamu
mempertimbangkannya dengan matang.”
“Tracy......” Daniel berusaha mengendalikan emosinya agar dirinya terlihat tenang, “Aku sangat
berterima kasih kamu mengh demi anak–anak, tapi anak–anak tidak boleh diberikan padamu!”
“Kenapa?” Tracy bertanya.
“Mereka adh anak kandungku.” Daniel sedikit bersemangat, “Mereka bermarga Wance dan
memiliki darah keluarga Wance, aku bisa menyetujuimu dm hal apa pun, tetapi hal ini tidak bisa
dirundingkan!”
“Ku begitunjutkan pertarungan saja.” Tracy juga emosi, “Wupun mengajukan gugatan ke
pengadn, tetap akh yang akan menang, saat anak–anak berada di sisimu, mereka diracuni oleh
Victoria dan diculik oleh bibimu, begitu banyak hal yang sudah terungkap, aku mau lihat hakim akan
memutuskan hak asuh kepada siapa.”
“Apa kamu harus seperti ini?” Daniel bertanya dengan marah, “Mengajukan gugatan ke pengadn
akan menyakiti anak–anak.”
“Kamh yang memaksaku.” Tracy berkata dengan marah.
“Tracy, kamu tenangkan dirimu dan pikirkan baik–baik.”
Hati dan fisik Daniel sangat lh, dia hanya bisa membujuknya dengan kata–kata baik—
“Apa kamu mengira bahwa membawa anak–anak ke keluarga Moore bisa menjni hidup yang
tenang? Lorenzo tetap akan menghadapi musuh di mana–mana? Dih yang melindungimu dengan
telu baik atau kamu yang tidak tahu tentang hal ini?
Sekarang Grup Wance sudah membersihkan semua hambatan, terlebihgi, aku adh orang yang
memegang kuasa, ada aku, tidak ada orang yang berani menyentuh anak–anakku.
Namun di keluarga Moore, kamu hanya memiliki posisi kosong dan tidak memiliki kekuasaan nyata,
jika ada orang memanfaatkanmu untuk mwan Lorenzo dan anak–anakmu itu akan sangat
berbahaya.”
This content provided by N(o)velDrama].[Org.
Mendengar kata–kata ini, Tracy terdiam, memang, Grup Moore terlihat tidak ada mash, sebenarnya
musuhnya juga tidak sedikit.
Sin itu, Grup Moore tidak seperti Grup Wance yang merupakan warisan dari keluarganya,
minkan perusahaan patungan dari beberapa keluarga, meskipun keluarga Moore merupakan
pemegang saham terbesar, tetapi beberapa pemegang sahaminnya slu ada tindakan dan tidak
hentinya diam–diam menciptakan kesulitan bagi Lorenzo.
Meskipun Lorenzo kuat, tetapi juga ada kelemahan yang tidak diketahui orang.....
“Kamu sadah sedikit.” Daniel membujuknya dengan cemas, “Anak–anak bersamaku, kamu bisa
png untuk menjenguk mereka kapan pun, pintu rumah slu terbuka untukmu. Sin itu, Kakek
sudah meninggalkan semua warisan untuk anak–anak, di masa depan…...”
“Sudah cukup!” Tracy memotong kata–kata Daniel dan berkata dengan arogan, “Warisan keluarga
Wance, aku tidak menginginkannya. Sekarang aku bekerja keras untuk karierku, kk juga bisa
mendapatkan banyak harta dan diwariskan untuk anak–anak!”