Bab 833
Bab 833
Restoran Kastel Dongeng.
Meski tembat setengah jam, tapi Carlos tetap datang dan berkumpul dengan Tuan Besar.
Saat melihatnya, Carles dan Ca segera menghampiri: “Kak Carlos, kamu baik–baik saja, ‘kan?”
“Apa yang bisa terjadi padaku?” Carlos sangat tenang.
“Kakek Sanjaya bng kakak diare, khawatir kakak sh makan.”
Carles merespons dengan sangat cepat, mencari sebuah san untuk menutupinya.
“Apa kakak telu banyak makan es krim?” Ca juga membantunya berbohong, “Bar kecil di
kamarmu ada banyak es krim,in kali jangan makan begitu banyak.”
“Aku tahu.” Carlos menggosok perut kecilnya, “Perutku benar–benar tidak nyaman, tapi san utama
adh karena Roxy terbang keluar dari mobil, aku beri untuk mencarinya, jadi menunda waktu.”
“Ternyata kamu pergi mencari Roxy.”
Saat mendengar ucapan ini, Tuan Besar diam–diam merasa lega. Dia tahu, Carlos berbeda dengan
Carles dan Ca. Tingkat kecerdasan intelektual dan emosional anak ini sudah setara dengan orang
dewasa.
Sebelumnya, dia diam-diam kabur dengan san diare. Sekarang juga bng diare. Sebenarnya Tuan
Besar sedikit curiga...
Tapi sekarang Carlos bng Roxy terbang keluar, ia pergi mencarinya. Ku begitu, ucapan ini lebih
bisa dipercaya.
Roxy dirawat oleh ketiga anak dengan manja, biasanya di rumah juga sering terbang ke sana kemari.
Di mobil, ku jend tidak ditutup dengan baik, tidak sengaja terbang keluar adh hal yang sangat
wajar.
N?velDrama.Org owns all ? content.
“Benar, benar.” Kiki terus berkata, “Tuan Muda memang pergi mencari peliharaan kecilnya, sungguh
mengejutkanku.”
“Yang penting tidak apa–apa.” Tuan Besar mengangguk, “Carlos, sudahpar, ‘kan? Pergh makan.”
“Aku ingin pergi ke toilet dulu.” Carlos mengangkat tangan kecilnya yang penuh debu, “Sekalian cuci
tangan.”
“Aku ikut denganmu.” Kata Carles dengan tergesa–gesa.
“Oke, pergh.” Tuan Besar mengangguk.
“Berikan Roxy padaku.” Ca hendak mengambil Roxy.
Carlos menyerahkan Roxy pada Ca,lu pergi ke toilet bersama Carles.
Tidak ada orang di toilet. Carles menarik Carlos, bertanya dengan pn: “Kak Carlos, apa sudah
bertemu Mami?”
“Tidak.” Carlos menggeleng, “Tapi aku sudah menelepon Tuan rumah v itu, aku bisa memastikan,
cincin Mami, memang berada di tangan mereka sebelumnya.”
“Ku begitu, seharusnya mereka tahu keberadaan Mami. Apa kata mereka?” Tanya Carles dengan
tergesa–gesa.
“Tidak mengatakan apa–apa.” Carlos mengerutkan kening, “Pemikiran orang dewasa lebih rumit,
mungkin mereka punya banyak pertimbangan. Tapi tidak apa–apa, aku sudah memberikan nomor
teleponku pada mereka, ku sudah mempertimbangkannya, mereka akan menghubungiku.”
DO
“Baih.” Carles mengh napas, “Semoga mereka bisa memberi tahu kita keberadaan Mami. Aku
bisa memberikan semua uang jajanku pada mereka.”
“Dasar bodoh. Mereka bisa tinggal di v sisi utara, itu berarti mereka tidak kekurangan uang.” Carlos
mengkhawatirkan kecerdasan intelektual Carles.
“Ku begitu, harus bagaimana?” Ekspresi Carles tidak berdaya.
“Kita lihat saja situasinya.” Carlos mh sangat tenang, “Cari tahu dulu siapa yang tinggal di sana.”
“Aku dengar Kakek Buyut bng, sepertinya Keluarga Moore.” Carles segera berkata, “Kabarnya,
Keluarga Moore adh musuh bebuyutan keluarga kita. Saat berada di mobil sebelumnya, Kakek
Buyut mengingatkan kita, mereka sangat berbahaya. Ku bertemu dengan orang–orang Keluarga
Moore, harus menjauh!”
“Musuh bebuyutan?” Carlos mencerna ucapan ini dengan teliti, “Ku begitu, Keluarga Moore punya
kekuatan yang setara dengan keluarga kita?”
“Seharusnya begitu.” Carles mengangguk, “Saat itu, Ca juga bng, dia mengira Papi adh orang
terhebat di dunia, tidak disangka masih ada orang yang sehebat dia. Kakek Buyut bng, di luar sana
masih ada orang yang lebih hebat dari kita...”
“Ya. Ku ada kesempatan, kamu cari tahu lebih banyak tentang Keluarga Moore.” Carlos
mengingatkannya. Ku kamu yang cari tahu, Kakek Buyut tidak akan banyak berpikir. Ku aku
yang bertanya, dia pasti akan curiga.”
“Mengerti!”