AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 822

Bab 822

    Bab 822


    Bab 822


    Itu adh foto keluarga yang dipotret saat Daniel dan Tracy mengambil foto pernikahan di pantai.


    Mereka sekeluarga lima orang, ditambah Roxy dan Bibi Juni, sebenarnya enam orang dan satu hewan


    peliharaan, semuanya tersenyum bahagia menghadap kamera.


    Sejak saat itu, selembar foto keluarga digantung di kamar setiap orang.


    Tuan Besar memerintahkan untuk menurunkan foto itu, tapi ketiga anak itu mati–matian


    mempertahankannya, akhirnya Tuan Besar pun hanya bisa menyerah.


    Anak–anak seusia ini biasanya sangat pelupa, tapi mereka terus mengingat wajah mami dan nenek


    mereka, juga mengingat setiap momen kebersamaan dengan mereka.


    “Papi, apa Papi merindukan Mami?” Carlos melihat mengikuti arah tatapan Daniel.


    “Ya.” Daniel duduk di sofa, tubuhnya yang tinggi besar terlihat tidak sesuai dengan sofa kecil itu,


    “Sofamu telu kecil, nanti akan Papi ganti dengan yang lebih besar.”


    “Papi slu berkata seperti itu setiap kali masuk ke kamarku.”


    Carlos mengambil sebotol minuman untuknya.


    Daniel mengelus–elus kep Carlos, “Papi akan segera pergi dinas, mungkin baru akan kembali


    seth dua hingga tiga hari. Beberapa hari ini, kalian harus patuh di rumah, ada Kakek Buyut yang


    menjaga kalian. Jika ada mash, kalian bisa memberitahunya.”


    “Apa Kakek Buyut masih belum kembali ke Negara Maple?” Carlos sedikit mengerutkan kening.


    “Seth Papi kembali, Kakek Buyut baru pergi.” Daniel mencubit pipi Carlos, “Sepertinya kamu juga


    menginginkan Kakek Buyut pergi?”


    “Em, penggunaan kata ‘juga‘ ini sangat bagus.” Carlos mengangguk seperti orang dewasa.


    N?velDrama.Org holds ? this.


    “Hahahaha...” Daniel tertawa keras.


    as


    Sifat Carlos sangat mirip dengannya, cara bicaranya juga sangat mirip. Meskipun ia tidak banyak


    bicara, tapi semua perkataannya mengenai inti.


    “Sudah waktunya Papi pergi.” Daniel berdiri.


    “Ya.” Carlos mengangguk, “Papi tenang saja, aku akan menjaga Carles dan Ca dengan baik.”


    “Kamu juga masih kecil, cukup menjaga diri sendiri dengan baik. Biar mereka dijaga oleh orang


    dewasa.” Daniel mengelus kep Carlos, “Papi berharap kamu juga bisa tumbuh besar tanpa beban,


    seperti Carles dan Ca!”


    “Terima kasih, Papi.” Carlos merasa sedikit tersentuh.


    Daniel berdiri dan bersiap pergi. Saat dia berjn sampai ke pintu, tiba–tiba Carlos berteriak, “Papi!”


    “Em?” Danielngsung berhenti dan menoleh melihat Carlos.


    “Mereka bng Papi menjalin hubungan dengan Bibi Victoria, apa benar?” Carlos menatapnya lekat–


    lekat.


    “Tidak.” Daniel tidak menjskan telu banyak, hanya menjawab dengan sederhana dan pasti,


    “Hanya ada mamimu di hati Papi!”


    “Baguh ku begitu.” Carlos bernapas lega, “Jika Mami kembali, Papi pasti sangat gembira, kan?”


    “Tentu saja.” Daniel menyunggingkan senyum menawannya, matanya penuh dengan pengharapan,


    “Mami akan segera kembali ke sisi kita...”


    “Pasti.” Carlos sangat yakin, “Kita sekeluarga akan segera berkurnpul kembali.”


    Daniel merasa perkataan Carlos ini sepertinya membawa semacam keyakinan yang kuat. Dia pun


    berpikir bahwa Carlos mungkin mengetahui sesuatu...


    “Baih, Papi, cepat pergi.” Carlos mengingatkan, “Paman Ryan dan Paman Thomas sedang


    menunggu Papi.”


    “Ya, Papi pergi.” Daniel berjongkok dan memeluk Carlos,lu berbalik pergi.


    Menatap bayangan Daniel, dm hati Carlos berkata, ‘Papi, aku pasti akan menemukan Mami


    kembali...’


    “Carlos.” Pada saat ini, Tuan Besar keluar dari kamar dengan didorong oleh Sanjaya, “Kakek Buyut


    bersiap pergi ke sekh untuk menjemput Carles dan Ca. Apa kamu ingin ikut?”


    “Aku tidak ikut, nanti sore ada ks sains.”


    Carlos melihat jam tangannya, sekarang sudah pukul dua lebih.


    “Baih.” Tuan Besar tidak berpikir begitu banyak, tapi dia tetap berpesan dengan tegas, “Ku


    begitu, kamu jangan kemana–mana ya. Kita akan segera kembali.”


    “Oke, tenang saja.” Carlos berkata dengan patuh, “Aku antar Kakek Buyut turun.”


    “Oke, terima kasih, Carlos.”


    Tuan Besar merasa sangat senang. Beberapa waktu ini sikap Carlos terhadapnya sudah membaik,


    kerenggangan di antara mereka berdua juga sudah hng, seh–h kembali ke masa dulu...


    Dia berharap bisa terus seperti ini.
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul