Bab 798
Bab 798
“Sungguh emosi yang luar biasa.” Terdengar sebuah teriakan marah dari dm taman.
Wajah Daniel berubah drastis dan buru–buru mengedipkan mata pada Duke.
“Tracy, kita pergi saja dulu...” Duke menyeret Tracy ke dm mobil.
“Duke, apa yang kamukukan?”
Tracy sedikit kesal, tapi mengingat keadaan keseluruhan, dia tetap naik mobil dan hanya menatap
Daniel dengan marah, “Daniel, kamu harus memberikan jawaban hari ini!”
Alis Daniel berkerut dan dia memberi isyarat “Cepat pergi.”
Duke buru–buru mendesak sopir untuk cepat pergi.
“Ciiitttt.”
Begitu mobil mju keluar, gerbang taman terbuka.
Sanjaya mendorong kursi roda Tuan Besar keluar dan hanya melihat bayang–bayang dua mobil yang
mju kencang.
Tuan Besar bertanya dengan wajah muram, “Siapa wanita yang baru saja bicara itu? Begitu
sombong?”
“Orang–orang Keluarga Moore.” Daniel menjawab sambil mengerutkan kening.
“Kurang ajar.” Tuan Besar bericriak dengan marah, “Dia sangat sombong dan mendominasi waktu itu,
hari ini beraninya dia datanggi?? Begitu berani, selidikh dia anggota keluarga Moore yang mana?”
“Baik!”
“Tidak perlu diselidiki:” Daniel segera berkata, “Dia adik perempuan Lorenzo Moorc dan pemegang
saham terbesar kedua Keluarga Moore.”
“Ternyatatar bkangnya besar juga.” Wajah Tuan Besar muram, “Tidak heran dia begitu sombong.”
Sekctika dia menunjuk Daniel dan memerintahkan, “Sudah kubng, jangan sungkan padanya hanya
karena dia seorang wanita. Lain kali, jika dia berani memprovokasi Keluarga Wancegi akan
kupukul kau dengan keras!!!”
“Iya, aku tahu.” Daniel mengangguk dan dengan sengaja menenangkan, “Kakek tenang saja, cucumu
punya beberapa cara untuk menghadapinya, tidak akan merugikan.”
Ketika saatnya tiba untuk menikahinya, dia tidak akan bisa sombonggi...
“Hm.” Tuan Besar mengangguk puas, “Oh ya, kenapa Duke bisa bersama keluarga Moore?”
“Dia ingin menghasut Duke... Daniel berkata dengan santai, “Jadi aku sakit kep akhir–akhir ini,
karena aku sibuk menghadapinya.”
“Duke berhati lembut dan polos, kamu harus mengingatkannya.” Tuan Besar mengerutkan kening,
“Nanti aku akan menelepon Tuan Besar Louis, agar dia tidak tertipu, jika sesuatu terjadi pada wyah
kita, maka kita akan sulit menanganinya.”
“Tidak perlu, tidak perlu.” Daniel buru–buru menghentikan, “Aku akan menangani mash ini. Jika
kamu menelepon Tuan Besar Louis, maka dia akan dm mash atau akan kembali dikawal.”
“Oke, kamu harus menanganinya hingga beres.” Tuan Besar mendesak, “Masuh, sarapan dulu.”
“Oke.
Daniel mendorong kursi roda Tuan Besar masuk dan dia merasa lega. Tadi telu menakutkan, jika
“Tuan Besar keluar satu menit lebih awal, dia akan bertemu dengan Tracy.
Untungnya, Sanjaya sudah tua danmbat.
Namun, dia masih harus membujuk Tuan Besar agar cepat pergi.
Saat sarapan, Tuan Besar menyuruh Daniel untuk mempekukan Victoria dengan baik, jangan sibuk
bekerja dan meninggalkannya sendirian.
Pada saat bersamaan, dia juga mengingatkan Daniel agar jangan bersikap sungkan pada orang orang
dari Keluarga Moore. Bal?kan jika perlu, harus menampilkan wajah dan musul dm gp akan
terlihat. Semua orang akan bertarung di atas panggung untuk melihat siapa yang hidup dan siapa yang
mati!
Daniel mengerutkan kening seth mendengar perkataan ini. Tuan Besar slu berhati–hati dm
mkukan seg hal. Dia mempertimbangkan situasi keseluruhan dan meninggalkan ruang untuk
orangin, tapi dia tidak pernah sungkan pada orang–orang dari Keluarga Moore.
N?velDrama.Org holds ? this.
Tampaknya perselisihan antara Keluarga Moore dan Wance benar–benar sudah mengakar dan tidak
bisa diselesaikan!
Seth sarapan, Victoria menyebut ketiga anak dengan lembul, Tuan Besar segera mendesak
Sanjaya untuk menyiapkan mobil dan bergegas png untuk menjaga anak–anak,
Daniel tidak meminta halinnya dan segera mengantar mereka ke mobil.
Melihat mobil Tuan Besar keluar dari v, Danicl mengh napas lega, tapi ketika dia menoleh ke
bkang, dia menemukan bahwa Andi dan Kiki masih di sana dan dia mengerutkan keninggi.
Tuan Besar tetap memasang mata–inata.
Tampaknya sandiwara antara dia dan Victoria tetap liarus benjut...
Tunn Besar tidak bisa dibodohi!